Hidupgaya.co – Laut merupakan sumber pangan melimpah, menyediakan sumber protein bagi lebih dari 3 miliar orang di seluruh dunia.
“Setidaknya ada tiga miliar orang di dunia yang bergantung kepada seafood dalam kehidupannya,” kata Program Director Marine Stewardship Council (MSC) Indonesia, Hirmen Syofyanto di acara Molecular Gastronomy Experience di IKEA Alam Sutra menandai World Ocean Day, baru-baru ini.
Sayangnya, saat ini lebih dari sepertiga stok ikan global dieksploitasi secara berlebihan. “Karena itu, pilihan seafood berkelanjutan menjadi semakin penting untuk membantu menjaga kesehatan laut sekaligus memastikan sumber daya tersebut tetap tersedia di masa depan,” ujar Hirmen.

Dia menambahkan, pelaku industri dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap pilihan seafood yang lebih berkelanjutan.
Menu salmon berkelanjutan
Salmon merupakan salah satu pilihan makanan yang banyak dinikmati pelanggan IKEA.
Salah satu upaya sajikan pilihan makanan yang lebih berkelanjutan, IKEA menggunakan salmon bersertifikasi MSC pada berbagai produk dan menu yang tersedia bagi pelanggan, ungkap Ariane Vinsontia, Food Commercial Manager IKEA Indonesia.
Selain produk salmon beku yang tersedia di Swedish Food Market, salmon bersertifikasi MSC juga digunakan dalam berbagai hidangan yang disajikan di restoran IKEA, termasuk Smoked Salmon dan menu terbaru Baked Salmon with Butter Rice and Garlic Sauce.

Selain sajikan pilihan seafood bersertifikasi MSC, IKEA juga menyediakan beberapa menu yang menggunakan ikan bersertifikasi ASC (Aquaculture Stewardship Council), seperti Fish and Chips di restoran IKEA dan Fish Bun di Swedish Bistro.
Pada periode ini, IKEA juga memperkenalkan Beef Wallenbergare with Mashed Potato, Lingonberry & Gravy sebagai salah satu menu terbaru khas Swedia yang tersedia bagi pelanggan.
Sertifikasi MSC dengan tanda label biru membantu memastikan bahwa seafood yang dikonsumsi berasal dari perikanan yang memenuhi standar keberlanjutan, termasuk menjaga kesehatan populasi ikan, meminimalkan dampak terhadap ekosistem laut, serta menerapkan sistem keterlacakan yang jelas sepanjang rantai pasok.
Hirmen menyampaikan, sistem keterlacakan memungkinkan perjalanan produk ditelusuri sejak ditangkap di laut hingga sampai ke tangan konsumen.
Menurutnya, keterlacakan bukan sekadar persoalan informasi produk, tetapi juga menjadi instrumen untuk memastikan praktik perikanan yang bertanggung jawab. “Sejak ditangkap, diolah, diproses, dikemas, ditransportasikan, hingga sampai ke konsumen, semuanya harus dapat ditelusuri,” katanya.

Selain itu, keterlacakan juga berperan dalam mencegah praktik kecurangan yang masih ditemukan dalam rantai pasok seafood global.
Chef Andrian Ishak mengatakan bahan baku adalah inti dari setiap hidangan. Jika sumber daya laut tidak dijaga dengan baik, kita berisiko kehilangan banyak jenis seafood yang selama ini menjadi bagian penting dari dunia kuliner.
“Ketika sebuah bahan memiliki kualitas yang konsisten dan asal-usul yang jelas, kami memiliki lebih banyak ruang untuk berkreasi dan menghadirkan pengalaman makan yang berbeda,” ujarnya.
Dia menambahkan, inovasi dalam kuliner bukan hanya tentang teknik atau presentasi, tetapi juga tentang membangun apresiasi yang lebih besar terhadap bahan makanan dan proses di baliknya. (HG)