Lanjut ke konten

Roca Ciptakan Perlengkapan Kamar Mandi Mengusung Teknologi Ramah Lingkungan

Hidupgaya – Perusahaan sanitasi yang fokus pada solusi perlengkapan kamar mandi, Roca, berkomitmen menyediakan produk yang ramah lingkungan sebagai upaya kontribusi untuk melindungi dan meningkatkan kualitas lingkungan.

“Komitmen untuk melestarikan lingkungan membawa kami pada pengembangan solusi hemat air dan energi,” kata Emilio Ferrer, Operations Director Roca Indonesia di sela-sela ajang IndoBuildTech 2019 di ICE BSD, Rabu (20/3). Pameran ini berlangsung 20-24 Maret mendatang.

Emilio menambahkan, Roca juga memiliki misi untuk mengintegrasikan semangat pelestarian lingkungan ke dalam seluruh proses produksi perusahaan. Roca Indonesia telah terdaftar dalam Green Directory Indonesia sebagai Green Product untuk produk Roca Faucet dan Roca Close-Coupled Closet pada November 2018.

“Upaya pelestarian lingkungan menjadi komitmen besar kami. Inilah alasan utama Roca menghadirkan inovasi yang memiliki solusi all-in-one,” tutur penyuka kopi Indonesia dalam bincang-bincang dengan Hidupgaya di paviliun Roca di ICE BSD.

Emilio rupanya sadar, perempuan memiliki kebutuhan yang berbeda dalam penggunaan kloset, dan ini menjadi perhatian Roca. “Kami juga memandang perempuan penting sehingga mendiseain kloset yang memang khusus untuk perempuan, dengan pembilasan depan dan belakang, disertai pengaturan yang bisa disesuaikan. Karena kebutuhan kloset perempuan memang berbeda dengan laki-laki,” imbuhnya.

Membuktikan komitmennya berinvestasi di Indonesia, perusahaan produk sanitasi asal Jerman tengah membangun pabrik di wilayah Cikupa, Banten. Pabrik dengan bangunan seluas 44 ribu m2 yang dibangun di atas lahan 74 ribu m2 itu ditargetkan selesai dan mulai beroperasi tahun 2019 ini. Pabrik ini akan memproduksi produk-produk sanitasi, seperti toilet dan wastafel untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, dengan kapasitas produksi pabrik antara 700 ribu sampai satu juta unit produk per tahun.

Pabrik di Cikupa akan memproduksi sanitari yang dibekali teknologi ramah lingkungan. “Semua produk sanitasi yang kami produksi menggunakan teknologi ramah lingkungan, diantaranya hemat energi dan hemat air,” beber Emilio.

Komitmen mendukung hemat energi dan hemat air ini juga dilakukan Roca melalui yayasan We Are Water Foundation. Yayasan ini mendorong peningkatan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sumberdaya air bersih di seluruh dunia. Di Indonesia, program dilakukan dalam bentuk penyediaan air minum untuk masyarakat di Kapaka Madeta, Koki, kepulauan Sunda Kecil, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain menyediakan air bersih, Roca juga melakukan edukasi agar masyarakat tidak mencemari sumber air di permukaan tanah dengan sampah, terutama sampah plastik.

Emilio menyebut, Roca juga telah menghelat berbagai kegiatan sebagai bentuk komitmennya terhadap perkembangan industri desain di Indonesia. Pada November 2018 misalnya, Roca menggelar jumpthegap® (talk) pertama di Indonesia.

Acara tersebut merupakan program inisiatif yang dipromosikan oleh Roca International Design Contest jumpthegap® dengan menyatukan para pakar terkemuka, guna menyebarkan pengetahuan yang relevan tentang arsitektur dan desain dari seluruh dunia. Edisi ke delapan jumpthegap® telah dimulai, bagi yang tertarik untuk mendaftar dapat mengunjungi situs Jump The Gap.

Roca juga menginisiasi sebuah kompetisi bagi pelajar arsitektur dan desain di bawah usia 30 tahun yang dinamai ”One Day Design Challenge”. Program ini bertujuan untuk mempromosikan dan memberikan visibilitas pada generasi muda bertalenta sekaligus menantang para peserta untuk menciptakan produk-produk asli, inovatif dan berkelanjutan yang berkaitan dengan kebutuhan kamar mandi hanya dalam waktu satu hari.

Tidak hanya itu, dalam rangka mendekatkan produk-produk berkualitasnya pada konsumen, Roca membangun sebuah showroom modern yang berlokasi di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. (HG)

Iklan

Metamorfosis ISWI Fashion Academy, Buka Kampus Baru di Pusat Kota Jakarta

Hidupgaya – Perubahan perlu dilakukan agar selalu memgikuti perkembangan zaman. Yang tidak berubah akan ketinggalan, bahkan terlindas zaman. Hal ini pula yang tampaknya mendasari Akademi Seni Rupa dan Desain (ASRIDE) “ISWI” melakukan rebranding menjadi ISWI Fashion Academy.

ASRIDE “ISWI” adalah Perguruan Tinggi Mode Pertama di Indonesia yang berkonsentrasi di bidang fashion design, terakreditasi BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) jenjang pendidikan Diploma III dengan lama kuliah 3 tahun (6 semester 108- 120 SKS).

Berdiri sejak 1 Agustus 1981 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Wanita Indonesia (YPWI), ASRIDE ISWI didirikan pada 1968 oleh Lily Rilantono, Suwarni Salyo, Sasasi, Erna Adriana Soekarjo, Helena Suwandhani, dan Pia Alisyahbana sebagai pembina.

Tujuan ASRIDE “ISWI” melakukan rebranding menjadi ISWI Fashion Academy tak lain agar para siwanya menjadi tenaga ahli mode profesional, berjiwa estetis dan terampil, berkarakter, kreatif serta tanggap terhadap tuntutan pasar kerja global.

Lenny Agustin, salah satu desainer terkemuka Indonesia yang juga lulusan ASRIDE “ISWI” dan menjadi pengajar di kampus ini mengatakan, siswa lulusan ISWI tak kalah saing dengan sekolah mode lain. Para pengajar mengarahkan siswa agar mengeksplorasi kekayaan lokal, bahkan mencakup budaya hingga tarian. “Kami mendorong siswa mengeksplorasi penggunaan kain yang tidak mahal namun bagus. Pengajar di sini menggembleng siswa buat berjuang banget,” kata Lenny yang sudah mengajar di ISWI selama 15 tahun.

Kelebihan menimba ilmu di ISWI, beber Lenny, siswa dibekali mata kuliah mengolah kain. “Mereka didorong untuk tetap kreatif. Tidak hanya sekadar memakai bahan mahal namun juga diajari bagaimana memanfatkan bahan murah dengan kualitas baik,” imbuh Lenny yang memiliki merek lini busana Lenny Agustin, dan second line, Lennor.

Lenny lebih lanjut menambahkan, siswa di ISWI diarahkan mengikuti tren forecasting di Indonesia. “Sehingga tetap update dengan perkembangan dan bisa mengembangkan desain dari tren ini,” bebernya.

Selain rebranding, ISWI juga membuka Kampus B di mall Plaza Semanggi, Kawasan Bisnis Granadha, Jakarta Selatan mulai tahun ajaran 2019/2020. Kampus baru ini merupakan cabang dari Kampus ISWI (Kampus A) yang berlokasi di kawasan Perumahan Taman Modern Pulo Gebang Cakung Jakarta Timur.

“Diharapkan dengan kampus baru yang lebih strategis bisa menarik minat masyarakat yang membutuhkan pendidikan fashion dan mendekati aktifitas mode di pusat kota Jakarta,” harap Lenny yang menjadi salah satu motor penggerak di kampus mode ini.

“Selain kampus yang mendekati pusat kota, ISWI juga membuat ikatan alumni. Nantinya akan ada program D4 mulai 2020,” ujar Lenny. Uniknya, meski siswa hanya belajar selama dua semster namun ia akan tetap dapat sertifikat sebagai bekal bekerja.

“Kami berharap dengan kampus ISWI di pusat kota akan makin banyak siswa yang belajar desain dan craft. mengingat tahun 2025 mendatang pemerintah Indonesia mencanangkan ingin menjadi pusat mode dunia yang perlu mendapat dukungan dari berbagai sektor, hilu hingga ke hilir produknya,” tandas Lenny. (HG)

Ketika Penggalan Puisi Penyair Indonesia Menjadi Dialog Sarat Makna di Konser Musikal

Hidupgaya – Apa jadinya jika puisi-puisi cinta yang ditulis oleh kurang lebih 26 penyair Indonesia penggalan puisinya dijadikan dialog dalam pementasan konser musikal? Unik, menarik dan menghasilkan efek tak terduga. Dramatis, romantis dan sedikit nuansa ‘nakal’ bahkan ada nada jenaka mengalir di setiap kata.

Ide unik menampilkan konser musikal “Cinta Tak Pernah Sederhana” ini diusung oleh Titimangsa Foundation dan PT Balai Pustaka. Pendiri Titimangsa Foundation, Happy Salma, mengatakan konser musikal ini diselenggarakan sebagai upaya untuk selalu menghidupkan karya sastra Indonesia sehingga pembentukan karakter dan kecintaan pada Tanah Air semakin nyata.

Media mendapat undangan khusus untuk menonton konser musikal ini, Jumat malam (15/3) di Taman Ismail Marzuki. Masyarakat dapat menyaksikan konser yang tak biasa di tempat sama pada 16 dan 17 Maret.

Sejumlah nama besar terlibat dalam konser musikal ini, mulai dari pemain sampai kreator di balik panggung. Reza Rahadian, Marsha Timothy, Chelsea Islan, Atiqah Hasiholan, Sita Nursanti, Teuku Rifnu Wikana dan Butet Kartaredjasa adalah sejumlah nama yang memanaskan pertunjukan konser musikal ini.

Happy Salma juga menggandeng sutradara dan aktor teater kawakan Wawan Sofwan, Iswadi Pratama dan penyair Warih Wisatsana yang akan berperan sebagai narator. Sejumlah penyanyi dengan kemampuan dan genre masing-masing juga terlibat, sebutlah pesinden Sruti Respati, Daniel Christianto, Heny Janawati, dan pemain harpa Indonesia Maya Hasan.

Pementasan konser musikal ini merupakan kolaborasi antara Happy Salma sebagai produser, Agus Noor sebagai sutradara dan penulis naskah, Iskandar Loedin sebagai penata artistik, aktris Handradjasa sebagai penata rias dan Hagai Pakan sebagai penata kostum.

Yang unik, para pemain dalam pementasan ini hampir semua bernyanyi dengan diiringi musik yang indah dari penata musik Bintang Indrianto dan koreografi menawan garapan koreografer Josh Marcy. Tak usah membayangkan suara yang merdu mendayu karena sejumlah pemain yang terlibat memang tidak memiliki keahlian khusus bernyanyi. Namun menyimak Reza Rahadian bersenandung selama pertunjukan, sama sekali tidak jelek.

Pementasan kali ini menampilkan sesuatu yang berbeda, berkat sebuah kolaborasi antara seni pertunjukan dengan fesyen. Para pemain mengenakan busana yang khusus dibuat oleh desainer senior Indonesia, Biyan Wanaatmadja, menggunakan kain tenun Baron.

Konser musikal puisi-puisi cinta bertajuk ‘Cinta Tak Pernah Sederhana’ menggambarkan awal mula penciptaan: Awal mulanya adalah kata. Kata yang membuat kita mengenal dunia. Lalu muncul manusia pertama, yang pengetahuan pertamanya adalah memahami nama-nama (yakni bahasa).

Maka manusia pertama itu, sesungguhnya orang yang memahami bahasa. Ia adalah penyair pertama di surga. Lalu ia mengenal cinta, ia kesepian tanpa cinta. Dan munculah perempuan, sang kekasih. Keduanya menjadi sepasang kekasih pertama di surga. Mereka ingin mencintai dengan sederhana, tapi cinta memang tak pernah sederhana, hingga sepasang kekasih itu kemudian turun ke dunia: Menyaksikan senja pertama di bumi, saling mencintai dan berpisah.

Di dunia, sang laki-laki menjadi seorang penyair yang mencintai seorang perempuan, yang juga mencintai sepenuh hati tetapi ragu. Si penyair merindukan kemerdekaan, tapi apa arti kemerdekaan tanpa cinta? Seperti dalam sajak Rendra: “Kau tak akan pernah mengerti bagaimana kesepianku, menghadapi kemerdekaan tanpa cinta!”

Dan penyair itu memperjuangkan cintanya. Tapi cinta mereka tak pernah sederhana. Kerinduan dan kesedihan seperti sepasang kekasih yang saling mencintai. “Maka Kau adalah mata, aku airmatamu”. Sampai suatu kali, perempuan itu ditangkap, karena dituduh berdosa, dan kemudian meninggal dunia.

Penyair itu sedih kehilangan perempuan yang dicintainya. Ia sering muncul di kuburan. Di sinilah kelucuan dan ironi muncul: mencintai ternyata juga harus sanggup menanggung kepedihannya. Kata-kata harus diperjuangkan, begitu juga cinta. Meski tak pernah sederhana.

Kemudian si penyair ditangkap, dimatikan: inilah nasib getir si penyair. Tapi semua itu justru membuat penyair menemukan kekuatan dan mengalami pengalaman spiritual yang membebaskan. Dalam adegan pembakaran, ketika tubuh penyair dimasukkan ke dalam api berkobar, ia tetap yakin: Aku mau hidup seribu tahun lagi.

Sang penyair menjadi semakin menemukan nilai spiritual. Ia merasa begitu dekat dengan Tuhan, Begitu, cinta, meski tak sederhana, membuat penyair itu menemukan kemerdekaannya, juga cinta indahnya, cintanya pada Tuhan. Ini adalah gambaran perjalanan spiritual manusia modern, yang menemukan pencerahannya.

Yang patut diacungi jempol adalah Aiqah Hasiholan. Dengan luwes dia bergoyang dalam irama dangdut. Sensual namun juga lucu. Kita akan melihat totalitas Atiqah saat tampil di panggung. Menjadi orang yang berbeda dan menjiwai perannya nyaris sempurna.

Bagaimana pun, konser musikal ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Para pemain tidak hanya berakting, namun mereka juga diuji untuk dapat mengucapkan puisi menjadi terlihat wajar dan seperti dialog pada umumnya. Sesuatu yang bila tidak hati-hati, dialog tersebut akan terdengar seperti sekadar deklamasi puisi.

“Pertunjukan seperti ini nyaris tak pernah ada. Naskah pertunjukan ini merupakan hasil dari kecerdasan sang sutradara yang mempunyai wawasan luas dalam puisi dan sastra Indonesia, dalam mengolah banyak kata-kata dari banyak puisi, hingga tersusun dengan indah menjadi jalinan dialog dan alur cerita,” tandas Happy Salma.

Dan, saya setuju dengan ucapannya. (HG)

Menikmati Sensasi Mandi Mewah a la Ratu Maroko

Hidupgaya – Sebagai warga urban produktif, kita tentu tak lepas dari rutinitas harian yang melelahkan. Persaingan iklim kerja yang ketat tak urung menimbulkan tekanan tersendiri. Belum lagi macet yang sudah akrab dengan Jakarta tak hanya membuat pikiran kisruh, namun juga berimbas pada raga. Mudah lelah, tak bertenaga dan gampang tersulut emosi.

Farrah Spears, salah satu pendiri Arabella Hammam Spa & Coffee

Jadi, ketika muncul tawaran untuk mencoba layanan spa ‘yang tak biasa’ tanpa pikir dua kali saya menyanggupinya. Spa yang kita kenal selama ini menawarkan layanan standar, seperti scrub, lulur, pijat, hingga ratus. Namun spa Moroccan Hammam di Arabella Hammam Spa & Coffee yang berlokasi di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, menawarkan sesuatu yang unik dan tak biasa: Spa ini mengikuti ritual mandi mewah a la ratu Maroko. Nah, menggoda bukan?

Adalah Farah Spears yang menggagas dan menghadirkan Moroccan Hammam ke Jakarta. Mantan pramugari di sebuah maskapai ini mengaku terpesona dengan kulit perempuan Maroko yang bercahaya dan sehat. “Saya penasaran, apa rahasianya. Kebetulan, roommate saya orang Maroko yang hobi banget berlama-lama di kamar mandi,” ujar perempuan berparas jelita saat berbincang dengan Hidupgaya di Arabella Hammam Spa & Coffee, baru-baru ini.

Usut punya usut, ternyata Si Roommate menjalani ritual mandi unik yang disebutnya ‘Hammam Magribi’. Ritual mandi cantik ini mengundang penasaran Farrah, yang membuatnya mencoba berbagai Moroccan Hammam mulai dari tingkat traditional home spa hingga hotel bintang lima. “Saya bahkan membeli berbagai peralatan dan bahan-bahan untuk ritual mandi ini dan ketagihan. Inilah spa terbaik yang pernah saya rasakan,” bebernya.

Dalam Moroccan Hammam, kata Farrah, tubuh akan menikmati setiap proses untuk membersihkan dan menyehatkan. “Ritualnya memang panjang dan dilakukan di kamar mandi. Di atas tempat tidur marmer, tubuh akan disiram air hangat, dipijat dan dibaluri minyak khusus, juga discrub menggunakan sarung tangan khusus yang berguna untuk eksfoliasi kulit mati. Itu daki seolah rontok semua,” ujar Farrah sembari tertawa.

Pensiun dari profesi pramugari karena menikah, Farrah kembali ke Indonesia dan memutuskan membuka spa khas Maroko ini. “Dulu saya suka belanja argan oil saat berkunjung ke Maroko. Teman-teman banyak yang pesan karena mereka melihat tampilan saya yang glowing dan sehat. Salah satunya berkat argan oil yang saya dapat dari ritual mandi mewah a la Maroko,” imbuhnya.

Naluri bisnis Farrah timbul. Pada 2015 dia memberanikan diri membuka Spa & Beyond di area Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bersama mitra bisnisnya Ketika itu, Spa & Beyond bisa dibilang satu-satunya spa yang memiliki Moroccan Hammam di Jakarta. “Setelah lima bulan berjalan, ternyata sambutannya cukup hangat di masyarakat. Tak hanya perempuan, ternyata laki-laki pun menyukainya,” ujar Farrah sembari menambahkan saat akhir pekan banyak pasangan yang mencoba Moroccan Hammam.

Di Spa & Beyond, Moroccan Hammam menjadi ritual yang disukai pelanggan. “Ada yang datang seminggu sekali untuk mencoba spa ini. Kebanyakan karyawan kantoran. Mereka mengaku, setelah merasakan Moroccan Hammam, tubuh terasa lebih segar dan ringan. Jadi semangat lagi bekerja,” kata Farrah yang ikut melatih therapistnya teknik mandi mewah a la Maroko. “Saya mendatangkan juga therapist dari Maroko untuk melatih langsung karyawan.”

Spa & Beyond berakhir pada akhir 2018 karena suatu alasan. Dan Farrah mencari peluang untuk membuka spa dengan konsep Timur Tengah yang kental namun memberikan sentuhan yang berbeda dan lebih lengkap. Jadilah Arabella Hammam Spa & Coffee yang mulai beroperasi awal 2019. Di sini, selain menikmati sensasi spa a la Maroko, pelanggan juga bisa menikmati kuliner yang berada dalam satu atap.

Arabella Hammam Spa & Coffee menempati bangunan tiga lantai. Lantai paling bawah berupa kafe yang sekaligus jadi tempat menunggu sembari bersantai. Lantai nomor dua merupakan area spa Moroccan Hammam dan lantai ketiga masih menyediakan layanan spa tradisional. “Masih ada juga pelanggan yang ingin melakukan spa tradisional. Makanya tetap kami sediakan,” kata Farrah yang membuka usaha ini bersama dua mitranya, Reza dan seorang mitra yang tinggal di Australia – yang enggan disebut namanya.

Ritual Moroccan Hammam

Pasti sudah penasaran bagaimana mandi mewah a la ratu Maroko ini dilakukan bukan? Demikian juga saya. Setelah berbincang 40 menit dengan Farrah, saya berkesempatan mencoba ritual spa unik ini. Mba Wati, therapist yang sudah bekerja dengan Farrah selama sekira 4 tahun, menjadi orang yang siap memanjakan saya dengan ritual spa yang konon tiada duanya ini.

Moroccan Hammam merupakan istilah dari ‘hammam maghrabi’ yaitu tradisi yang tersebar di negara-negara Timur Tengah.  Manfaat utama hammam adalah membersihkan pori-pori dari kotoran dan menghilangkan kulit mati.

Perawatan ini dipercaya menjadikan kulit lebih segar dan lebih halus, melancarkan aliran darah melalui pijatan dengan menggunakan black soap (beldi) yang juga akan memberi kulit cahaya yang sehat.

Hammam juga memiliki manfaat lain, misalnya relaksasi otot, meredakan nyeri, tubuh merasa lebih segar, dan membuat pernapasan lebih baik karena dilakukan dalam udara ruang yang hangat.

Dengan memakai tumbuh-tumbuhan alami yang khusus didatangkan dari Maroko, metode mandi ini benar-benar membuat kulit bersinar cerah dan sehat. Salah satu kekuatannya terletak pada pemakaian black soap, sabun mirip gel berwarna hijau tua. Ditambah dengan sarung tangan yang dibuat khusus dari serat pohon bernama kessa. “Ketika tubuh dipijat dengan black soap yang menggunakan kessa, maka seluruh kotoran tubuh pun luruh. Tuntas dan bersih,” beber Farrah.

Farrah menggunakan argan oil asli yang sengaja diimpor dari Maroko. “Argan oil berfungsi melembabkan kulit. Hasilnya kulit tubuh menjadi lembut, sehat, dan cerah. Usai treatment, kulit tidak hanya bersih, tetapi badan pun terasa nyaman,” ujarnya. Inilah alasan mengapa banyak pelanggan yang terus kembali – termasuk pelanggan Spa & Beyond yang hampir 70 persen menjadi pengunjung Arabella Hammam & Coffee.

Mandi unik a la Maroko melibatkan sejumlah tahapan, yaitu:

1. Penguapan
Pelanggan diminta untuk berbaring telungkup di atas tempat tidur marmer di dalam ruang hammam yang
hangat. Therapist akan mulai menyiram tubuh dengan air hangat untuk membuka pori-pori kulit.

2. Pemijatan, penyabunan dan berendam air hangat

Langkah selanjutnya tubuh akan dipijat selama 30 menit dengan menggunakan black soap. Kemudian badan dibilas bersih dengan air hangat. Selanjutnya pelanggan diminta untuk berendam dan rileks di dalam bathtub yang berisikan air hangat dan ditaburi garam guna membersihkan kulit tubuh dari bakteri.

3. Pijat wajah

Selama berendam 30 menit, pelanggan juga akan menikmati pijat wajah yang berguna untuk melancarkan peredaran darah dan membantu elastisitas kulit wajah. Segar loh habis dipijat wajah yang mirip teknik totok ini.

4. Creambath

Tidak tanya itu, pelanggan juga akan menikmati creambath alami buah-buahan yang dapat membantu kesehatan kulit kepala dan kekuatan batang rambut serta pijatan lembut di  leher untuk mengendurkan otot-otot yang tegang.

5. Eksfoliasi dengan kessa glove

Setelah rambut dan tubuh dibilas bersih, pelanggan diminta kembali berbaring di atas batu marmer yang diberi alas untuk memulai proses penggosokan sel kulit mati. Uniknya untuk menggosok kulit terapis menggunakan sarung tangan bertekstur handuk kasar yang bernama kessa (terbuat dari serat pohon kessa) agar kotoran tubuh luruh.

Mba Wati, therapist saya, menunjukkan hasil pengelupasan sel kulit mati  yang ‘melinting’ terlepas dari kulit selama proses penggosokan.

Langkah selanjutnya adalah pemakaian ghassoul clay, yaitu masker lumpur pada seluruh tubuh. Masker ini cukup spesial karena kandungan Vitamin E yang tinggi dan diaplikasikan bersama dengan argan oil untuk melembutkan,
mengencangkan, dan membuat kulit berkilau.

Secara keseluruhan proses spa Moroccan Hammam berlangsung selama 90 menit. Harga yang dibayar sepadan, yaitu Rp299.000 untuk basic Moroccan Hammam. Jika ditambah dengan masker lumpur, pelanggan hanya perlu menambah Rp100.000.

Layanan spa Moroccan Hammam di Arabella Hammam Spa & Coffee bisa dinikmati Senin sampai Minggu, mulai pukul 10.00 – 22.000 WIB. Demi kenyamanan, sebaiknya membuat reservasi terlebih dahulu telepon (021) 2277.3209 mengingat proses spa membutuhkan waktu agak lama.

Farrah menambahkan, perawatan lain yang ditawarkan Arabella Hammam Spa & Coffee mencakup Turkish Hammam, Ayurvedic Massage, Hot Stone Massage, Swedish Massage, Whitening & Lemongrass Body Scrub, Choco Body Scrub dan sebagainya. “Rata-rata semua treatment memakan durasi 90 menit. Jadi, nikmatilah ritual yang akan menjadikan tamu seperti mendapatkan treatment a la ratu Maroko di Arabella Hammam Spa & Coffee,” pungkas Farrah sembari menebar senyum. (HG)

Hush Puppies Rilis Sepatu Bounce Max yang Sarat Teknologi, Seperti Apa Kelebihannya?

Hidupgaya – Kehidupan kota yang serba cepat dan padat aktivitas tak jarang membuat kita perlu melakukan berbagai strategi agar hidup tetap nyaman, termasuk dalam urusan pemilihan alas kaki, dalam hal ini sepatu.

Bukan rahasia lagi, sebagian besar kita memiliki koleksi sepatu yang disesuaikan dengan kebutuhan, mulai sepatu kerja, olahraga hingga sekadar kongkow bersama teman sepulang kerja. Bayangkan betapa repotnya harus membawa lebih dari satu pasang sepatu jika memiliki jadwal berbeda dalam sehari, apalagi jika tak membawa kendaraan sendiri.

Menjawab kebutuhan ini, merek fesyen asal Amerika Serikat, Hush Puppies merilis koleksi sepatu Bounce Max yang dipercaya mampu menjadi solusi untuk gaya hidup modern. Menurut Raisa Akwilla, Regional Marketing Manager Transmarco – yang memayungi merek Hush Puppies di Indonesia – sepatu Bounce Max memang didedikasikan untuk dapat dikenakan di berbagai kegiatan.

“Sepatu ini menjadi solusi mobilitas kaum urban. Dapat dikenakan untuk segala aktivitas sepanjang hari, dan mengusung kenyamanan yang telah menjadi DNA Hush Puppies,” kata Raisa di sela-sela temu media menandai peluncuran koleksi Bounce Max di perhelatan Fashion Nation Senayan City, akhir pekan ini.

Bounce Max mengusung jargon ‘Made to Move You’ memang diciptakan agar konsumen bebas bergerak dan memberikan keseimbangan bagi gaya hidup modern yang serba dinamis. “Bounce Max diciptakan untuk memberikan kenyaman, juga keseimbangan gaya hidup. Sepatu ini dilengkapi inovasi dan teknologi yang tidak ditemukan diproduk sepatu lainnya,” kata Raisa.

Raisa menambahkan, dengan detail desain yang diciptakan bagi kenyamanan kaki, Bounce Max dibuat dengan material terbaik yang terdapat di insole juga outsole, yaitu:

1. Bounce Pod, yang menyempurnakan dan meredam tekanan di telapak kaki.

2. Advanced Foam, dibuat dengan sol busa yang lembut, teknologi ini memberikan keunggulan, ketahanan dan rebound yang baik. “Ini memungkinkan kita melangkah terasa lebih ringan saat mengenakan Bounce Max,” ujar Raisa.

3. Bounce Max juga dilengkapi 5-Pod Outsole. Outsole unik ini terdiri dari 5 pods bulat yang saling bertautan, yang memberikan gerakan alami saat berjalan juga berlari.

“Kaki manusia ada lima titik tekanan. Nah, Bounce Max dilengkapi teknologi yang memungkinkan langkah kaki terasa nyaman. Ada teknologi rebound yang membal sehingga tidak gampang capek,” beber Raisa.

Koleksi Bounce Max hadir dengan warna warni ceria, mulai merah hingga navy yang elegan yang cocok dikenakan mulai usia 16 hingga 60 tahun. Koleksi ini bisa diperoleh di 65 toko Hush Puppies di seluruh Indonesia dengan harga mulai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.

Sejarah Hush Puppies diukir mulai 1958 di Amerika Serikat, dengan merilis sepatu kasual pertama di dunia. Dengan menggunakan bahan suede dan dikombinasikan dengan insole yang ringan, Hush Puppies menciptakan sepatu yang lembut, ringan dan sangat nyaman, sebuah inovasi yang pada akhirnya menginspirasi model-model sepatu di dunia.

“Hush Puppies selalu mendefinisikan sepatu yang dibuat dengan konsep modern dan kasual. Kenyamanan memang menjadi DNA kami. Bahkan untuk sepatu stiletto (sepatu wanita berhak runcing) tetap dibuat nyaman,” beber Raisa seraya menambahkan hingga kini Hush Puppies masih terus berinovasi dan memperkenalkan produknya ke lebih dari 120 negara di seluruh dunia. (HG)

Festival Jajanan Bango Siap Digelar, Kuliner Apa yang Unik Kali Ini?

Hidupgaya – Buat yang menantikan festival kuliner legendaris, siap-siap. Kecap Bango – yang diproduksi PT Unilever Indonesia Tbk – akan kembali menghadirkan perhelatan kuliner akbar tahunan Festival Jajanan Bango (FJB), Sabtu-Minggu, 16-17 Maret 2019 di area parkir Squash, Gelora Bung Karno, Jakarta.

FJB 2019 akan mengangkat tema khusus, yaitu “Kelezatan Asli, Lintas Generasi” dengan tujuan mendorong regenerasi pelestarian kuliner Indonesia, khususnya melalui peranan penjaja kuliner sebagai penjaga keautentikan kuliner Indonesia yang sejati.

Foods Director PT Unilever Indonesia Tbk Hernie Raharja mengatakan, Bango berkomitmen untuk mendukung semangat para penjaja kuliner dalam memulai ataupun meneruskan bisnis kuliner Indonesia agar regenerasi pelestariannya dapat terus berlanjut. “Salah satunya kami lakukan melalui persembahan FJB 2019 sebagai wadah bagi para penjaja kuliner lintas generasi untuk mengenalkan kelezatan asli Indonesia kepada generasi terkini yang tak hentinya mencari kelezatan asli,” kata Hernie.

Hernie menuturkan, belakangan muncul antusiasme generasi muda untuk merasakan cita rasa autentik, namun sayangnya kekayaan kuliner asli Indonesia mulai langka, dan bahkan hampir punah. “Jika keaslian rasa dan resepnya tidak terjaga, dan tidak ada orang atau penjaja kuliner yang terus membuatnya, regenerasi pelestarian kuliner Indonesia tentunya jadi mustahil dilakukan,” ujarnya.

Kekhawatiran ini juga dirasakan oleh Chef Ragil Imam Wibowo seorang pengamat kuliner dan foodpreneur yang banyak memfokuskan diri pada keragaman kuliner asli Indonesia. “Saya sangat percaya akan nilai lebih dari sebuah autentisitas. Oleh karena itu, saya selalu mencari inspirasi dalam menyiapkan menu di restoran saya dengan berkunjung langsung ke daerah asalnya,” ujarnya.

Chef Ragil menambahkan, dari berbagai kunjungan yang dia lakukan, fakta di lapangan menunjukkan banyak hidangan yang saat ini sudah sangat langka, dan hanya dilestarikan oleh satu keluarga tertentu. “Padahal, hidangan itu tadinya merupakan salah satu hidangan khas yang dibanggakan di daerah tersebut,” imbuhnya.

Faktor pemicu langkanya hidangan ini, kata Chef Ragil, umumnya disebabkan oleh kelangkaan bahan-bahan, autentisitas cara pembuatannya yang mulai pudar, hingga surutnya jumlah penjaja kuliner yang menghidangkan aneka hidangan autentik. “Karena alasan inilah eksistensi penjaja kuliner Indonesia dari generasi ke generasi menjadi hal yang penting agar kelezatan asli Indonesia tidak hilang ditelan waktu,” bebernya.

Nah, urgensi ini menjadi landasan pemilihan tema “Kelezatan Asli, Lintas Generasi” yang diusung melalui FJB 2019. Hernie menambahkan, di antara lebih dari 80 penjaja kuliner yang akan hadir, Bango mendedikasikan sebuah area khusus bagi 10 penjaja kuliner lintas generasi yang memiliki komitmen tinggi dalam mempersembahkan aneka kelezatan hidangan mereka dari generasi ke generasi.

“Kami berharap dengan upaya ini usaha penjaja kuliner lintas generasi akan lebih dikenal dan diapresiasi oleh puluhan ribu pecinta kuliner yang setiap tahunnya selalu memadati FJB,” harap Hernie.

FJB 2019 memberikan kemudahan bagi para pengunjung agar dapat langsung masuk tanpa harus antre melalui pendaftaran online di website http://www.bango.co.id. Para pengunjung yang telah mendaftar akan mendapatkan QR code melalui e-mail yang nantinya dapat digunakan untuk memasuki area FJB 2019. (HG)

Kartu Kredit Kini Dibekali Teknologi Nirsentuh, Apa Istimewanya?

Hidupgaya – Kehidupan modern hampir tak bisa dipisahkan dari kartu kredit. Alat pembayaran ini dinilai praktis tanpa perlu membawa duit tunai yang rentan pencopetan. Seiring kemajuan teknologi, kartu kredit kini disematkan inovasi contactless (nirsentuh), yang memudahkan transaksi hanya dengan sekali ‘tap’ tanpa perlu lagi menggesek ke mesin EDC (mesin pembaca transaksi). Keren ya?

Nah, Visa Worldwide Indonesia bekerja sama dengan PT Bank Mega Tbk baru-baru ini merilis kartu kredit nirsentuh, Transmart Mega Card – yang merupakan nama baru atau hasil rebranding dari Carrefour Mega Card.

(Kiri ke kanan) Direktur Consumer Banking PT Bank Mega Tbk Diza Larentie, Vice President Corporate Communication PT Trans Retail Indonesia Satria Hamid dan Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman bertransaksi dengan melakukan ‘tap’ kartu Transmart Mega Card di kasir di Jakarta, Kamis (14/3- ist).

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan, teknologi nirsentuh yang disematkan pada kartu kredit Transmart Mega Card memungkinkan konsumen bertransaksi dengan mudah hanya dengan ‘tap’ atau menempelkan kartu saat berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Riko menambahkan, berdasarkan studi Consumer Payment Attitude 2018 yang dirilis Visa, 7 dari 10 konsumen Indonesia tertarik untuk membayar menggunakan kartu contactless, terutama saat berbelanja di supermarket, karena lebih cepat dan nyaman. “Kami berharap dengan adanya Transmart Mega Card dapat mendorong penggunaan kartu contactless di Indonesia sebagai cara membayar yang lebih aman dan nyaman karena kartu hanya perlu ‘tap’ di mesin EDC dan tetap berada di genggaman konsumen saat bertransaksi,” ujar Riko di sela-sela peluncuran Transmart Mega Card di Jakarta, Kamis (14/3).

Di kesempatan yang sama, Direktur Consumer Banking Bank Mega Diza Larentie menambahkan, Transmart Mega Card dapat digunakan hingga transaksi Rp1 juta hanya dengan menempelkan kartu di mesin EDC.

Apa saja keunggulan yang ditawarkan Transmart Mega Card? Selain praktis, kartu kredit nirsentuh ini memiliki tingkat keamanan yang sama seperti kartu kredit berbasis chip EMV pada umumnya.

Diza menambahkan, Transmart Mega Card juga menawarkan kelebihan lain yang tidak terdapat pada kartu sebelumnya, yakni jalur antrian khusus pada saat berbelanja di Transmart dan fasilitas area parkir khusus di gedung Transmart.

Tentu saja masih ada benefit lain yang telah ada sebelumnya tetap dapat dinikmati oleh pemegang kartu Transmart Mega Card, yaitu Lifetime Benefit atau Keuntungan Sepanjang Masa di lingkungan perusahaan ritel CT Corp berupa diskon belanja sebesar 10% di seluruh Transmart dan diskon belanja hingga 50% di seluruh perusahaan ritel CT Corp seperti Metro Department Store, Baskin Robbins, The Coffee Bean & Tea Leaf, dan lainnya.

Dengan teknologi nirsentuh ini, kartu kredit Transmart Mega Card diharapkan dapat meraup transaksi hingga Rp8 triliun tahun ini, naik dari capaian Rp6,8 triliun pada 2018. “Dengan makin banyak manfaat yang diberikan kepada pemegang kartu, kami harap terjadi kenaikan transaksi,” ujar Diza.

Pemegang Transmart Mega Card saat ini 300 ribu, dan diharapkan naik 50.000 pada tahun ini. Sepanjang 2018, kartu kredit yang berkerja sama dengan perusahaan ritel PT Trans Retail Indonesia menyumbang 30% terhadap total portofolio kartu kredit.

Total kartu kredit beredar Bank Mega per Desember 2018 sebanyak 1,4 juta kartu. “Dari jumlah itu, 300 ribu berasal dari Transmart Mega Card,” ujar Diza.

Diza menambahkan, total kartu kredit Bank Mega sepanjang 2018 sukses membukukan transaksi Rp27 triliun, dan diharapkan naik sekira 15 persen menjadi Rp31 triliun sepanjang tahun ini.

Cara mencapai target, imbuh Diza, akan dilakukan dengan mendorong transaksi consumer goods, juga menyasar kaum milenial dengan pendekatan melalui sektor pariwisata, salah satunya mengikuti travel fair selama 2019.

Benefit lain yang mungkin disukai konsumen adalah, jika belanja menggunakan Transmart Mega Card minimum Rp500 ribu akan mendapatkan voucher belanja senilai Rp50 ribu. Insentif ini diharapkan mendorong konsumen untuk belanja, dan bagi mereka yang belum memiliki kartu kredit Transmart Mega Card diharapkan untuk tertarik mengajukan aplikasi. Nah, kamu tertarik juga? (HG)