Lanjut ke konten

Indonesia Jadi Pasar Terpenting RS Mount Elizabeth

Hidupgaya – Indonesia disebut sebagai pasar terpenting bagi Rumah Sakit Mount Elizabeth dengan pasien lintas generasi yang telah mempercayakan layanan kesehatan mereka. Jumlah kunjungan pasien Indonesia yang datang ke rumah sakit Singapura ini terus bertambah.

Rumah sakit kebanggaan Singapura ini memiliki tim besar yang terdiri lebih dari 1500 spesialis multidisipliner di bawah satu atap.

“Rumah Sakit Mount Elizabeth telah melayani pasien Indonesia selama bertahun-tahun. Seiring waktu, kami telah membina hubungan yang erat dengan banyak komunitas pasien dan berbagi kisah harapan dan kehidupan yang berkesan dengan mereka,” kata CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth, Noel Yeo, di sela-sela peringtan 40 tahun perjalanan Mount Elizabeth di Indonesia di Jakarta, baru-baru ini. Perayaan 40 tahun dilalukan dengan menggelar art workshop eksklusif dan gala dinner bertajuk ‘The State of the Art in Mount Elizabeth Journey’ di Jakarta.

CEO Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena, Stephens Lo, menambahkan konsentrasi spesialis ini tidak tertandingi di Asia dan merupakan keunggulan utama karena kasus-kasus rumit memerlukan pendekatan tim dan tidak dapat ditangani oleh satu spesialis saja.

Noel mengatakan, acara ini mengapresiasi hubungan yang erat dengan para mitra dan komunitas pasien, serta menyorot pilar utama yang menjadi keunggulan Mount Elizabeth, yakni spesialis yang terampil, teknologi canggih, dan layanan prima.

Acara peringatan 40 tahun diawali dengan art workshop persembahan pelukis Bali, I Ketut Budiana untuk para komunitas pasien, bersamaan dengan pameran karya seninya. Gala Dinner bersama para mitra terdekat dan komunitas pasien untuk berbagi perjalanan selama empat dekade, menjadi pemuncak acara peringatan 40 tahun Mount Elizabeth.

Perjalanan 40 Tahun

Berawal sebagai rumah sakit perawatan tersier akut, Mount Elizabeth telah membangun reputasinya sebagai fasilitas perawatan untuk operasi kompleks dan perawatan kritis, menawarkan keahlian kelas dunia dengan prosedur canggih seperti transplantasi organ, bedah onkologi, bedah jantung tingkat lanjut, prosedur minimally invasive, bedah robotik, dan perawatan kesuburan.

Dalam 40 tahun terakhir, Rumah Sakit Mount Elizabeth telah menorehkan banyak prestasi perintis dan penting, antara lain menjadi rumah sakit swasta pertama di Singapura yang melakukan bedah jantung terbuka (open-heart surgery) dan bedah saraf. Menjadi rumah sakit pertama di Asia yang berhasil melakukan prosedur cardiomyoplasty dan transmyocardial revascularisation menggunakan laser jantung pada 1993.

Mount Elizabeth baru-baru ini juga mencatatkan kemenangan empat kali berturut-turut sebagai Hospital of the Year di Asia Pasifik pada ajang 2019 Healthcare and Medical Tourism Award, sebuah penegasan atas kepercayaan dan dukungan berkelanjutan dari para pasien selama 39 tahun terakhir.

Keahlian spesialis dilengkapi dengan teknologi medis canggih dalam diagnosis dan perawatan. Rumah Sakit Mount Elizabeth pun dikenal sebagai pelopor teknologi kesehatan tercanggih. Diantaranya menjadi rumah sakit pertama di Asia yang menyediakan kecanggihan sistem EndoSuite dengan perintah suara (voice-command) dan PET-CT yang merupakan perangkat canggih untuk memindai tumor pada 2002.

Pada 2004, menjadi rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang melakukan bedah robotik invesif minimal untuk bedah umum, jantung, dan urologi menggunakan sistem bedah da Vinci empat-lengan. Lalu pada 2005, Mount Elizabeth adalah rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang memperkenalkan teknologi 64 iris untuk CT koroner angiogram.

Pada 2019, Rumah Sakit Mount Elizabeth meluncurkan Radixact, teknologi Tomotherapy generasi ke-4, sistem terintegrasi yang memberikan radiasi yang ditargetkan ke tumor sambil menyisakan jaringan sehat di sekitarnya.

“Kami akan terus menghadirkan teknologi terbaru untuk meningkatkan presisi dalam bedah, keselamatan dan kenyamanan pasien. Mount Elizabeth baru saja mencatatkan tonggak untuk 1.500 bedah robotik pada 2019. Kami juga menantikan sistem sinar proton untuk perawatan kanker tersedia di Mount Elizabeth Novena pada 2021,” kata Stephens Lo.

Mount Elizabeth berusaha lebih keras untuk membuat para pasien internasional merasa nyaman seperti di rumah sendiri, dengan menawarkan layanan concierge khusus, juru bahasa yang berbicara berbagai bahasa, bahkan menu khusus untuk memenuhi selera pasien. (HG)

Iklan

Bunda, Jangan Abaikan Kebersihan dan Keamanan Dinding Rumah

Hidupgaya – Kapan terakhir membersihkan dinding rumah? Setahun lalu atau malah tidak pernah dibersihkan? Dinding memang menjadi bagian rumah yang kerap terlupakan. Padahal sebagian besar anak menyentuh dinding sebagai bagian aktivitasnya.

Sebagai bagian dari kepedulian menjadikan rumah sebagai hunian yang sehat, Nippon Paint, merek cat dari Jepang, menghelat kampanye Rumah Sehat, antara lain dengan mengajak dan mengedukasi orangtua untuk menyediakan lingkungan rumah yang bersih dan sehat sebagai faktor penting mendukung minat, bakat dan tumbuh kembang anak.

CEO Decorative Paints Nippon Paint Indonesia, Jon Tan mengatakan kampanye Rumah Sehat bukan hanya memperkenalkan produk Nippon Spot-less Plus sebagai cat antinoda dan anti-kuman terbaik, namun untuk memberikan edukasi dalam rangka mewujudkan rumah sehat untuk keluarga sehat agar lebih,” jelas Jon Tan di sela-sela parenting talkshow Nippon Paint bersama Indonesia Montessori.Com bertajuk ‘How to Sparks Your Child’s Passion’ di Kota Kasablanka, Minggu (14/7).

Kualitas ruangan di dalam rumah dapat mempengaruhi kesehatan dan kenyamanan seluruh anggota keluarga, terutama bagi anak balita. Mereka seringkali aktif mengeksplorasi setiap sudut ruang. Dinding adalah area terluas dalam rumah dan seringkali menjadi media yang digunakan anak untuk belajar, seperti berpegangan ketika berjalan berjalan hingga mencoret dinding rumah untuk
mengekspresikan imajinasi dan kreativitasnya.

Elvina Lim Kusumo, pendiri Indonesia Montessori.Com (IMC) menyampaikan pentingnya peran orangtua untuk memberikan lingkungan rumah yang nyaman dan aman untuk mendukung aktivitas anak, khususnya bagi usia balita.

Banyak kegiatan kreatif yang dapat dilakukan anak bersama orangtua ketika di rumah. Anak perlu diberikan kesempatan untuk bereksplorasi agar minat, bakat dan kreativitasnya terasah dengan baik dan membantu tumbuh kembang optimalnya di masa depan.

“Pendampingan langsung orangtua dan didukung dengan lingkungan rumah yang sehat, tentunya menjadi faktor penting pada setiap proses belajar anak,” ujar Elvina.

Kenyamanan beraktivitas di dalam rumah perlu dibangun, guna mendorong percaya diri, keberanian, dan semangat anak dalam menyelami minat dan bakatnya.

Nah, lingkungan yang nyaman tentunya juga memberikan kenyamanan bagi orangtua ketika mendampingi anak belajar. Untuk inilah, memilih cat untuk memperindah rumah tak bisa dilakukan sembarangan. Pilih cat yang bisa mengakomodasi kreativitas anak, juga aman bagi kesehatan. Jon Tan menyebut, Nippon Paint telah merilis Nippon Spot-Less Plus yang memiliki beragam keunggulan untuk mewujudkan rumah yang bersih dan sehat:

1. Formula Silver Ion dalam Nippon Spot-Less Plus telah lulus uji anti-mikrobial dari SETSCO (lembaga akreditasi dari Singapura) dan diakui oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang efektif membasmi bakteri berbahaya di dinding (Streptococcus, Staph, dan MRSA/kuman kebal antibiotik).

2. Dilengkapi Stain Guard yang memberikan kemudahan bagi orangtua membersihkan noda dinding.

3.  Fungsi Clean Air yang menjadikan udara dalam rumah menjadi aman karena Nippon Spot-Less Plus tidak mengandung Volatile Organic Compound (VOC) – zat berbahaya yang dapat menyebabkan kanker. Hal ini terbukti dengan diperolehnya sertifikat Green Label Singapore.

Jon Tan menekankan, Nippon Paint Spot-less Plus memberikan solusi terlengkap bagi orangtua
yang tidak kompromi dalam memberikan lingkungan terbaik untuk anak. “Kami turut hadir bersama orangtua untuk mendukung setiap aktivitas belajar anak, terutama dalam mengekspresikan dan mengembangkan kreativitasnya tanpa harus merasa khawatir dengan kebersihan dan kesehatan di dalam rumah,” tandasnya. (HG).

Bibir dan Lelangit Sumbing Bisa Dikoreksi, Inilah Waktu Terbaik untuk Operasi

Hidupgaya – Anak dengan bibir dan lelangit sumbing merupakan masalah kesehatan yang tak bisa diabaikan karena berdampak luas, baik dari sisi status gizi atau masa depan anak.

Hal ini yang mendasari dibentuknya Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI dan menjadikan Juli sebagai Bulan Kepedulian Bibir dan Lelangit Sumbing. Kali ini, CCC RSCM-FKUI menggelar Cleft and Craniofacial Awareness and Prevention Month yang bertajuk “Berbagi Senyum untuk Generasi Penerus Bangsa”.

Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI merupakan pusat pelayanan multidisiplin untuk penatalaksanaan bibir dan lelangit sumbing serta kelainan kraniofasial lainnya. Unit ini berada di bawah Divisi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, Departemen Medik Ilmu Bedah, RS Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menyediakan berbagai layanan.

Tidak hanya pembedahan, namun CCC juga melayani terapi lainnya seperti terapi wicara, makan, dan gigi oleh tenaga medis yang telah terlatih di bidangnya masing-masing.

“Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI menawarkan pelayanan terpadu untuk penderita bibir dan lelangit sumbing yang meliputi pelayanan sejak dini, sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangan, multi dan interdisiplin, serta berkesinambungan,” kata dr Kristaninta Bangun, SpBP-RE(K), kepala unit Cleft and Craniofacial Center (CCC) RSCM-FKUI dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Oganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut satu dari 500-700 bayi baru lahir mengalami kelainan bibir dan lelangit sumbing. Di Indonesia diperkirakan terdapat 5.800 bayi lahir dengan bibir dan lelangit sumbing.

Menurut Kristaninta, bibir dan lelangit sumbing termasuk kelainan kraniofasial yang penyebabnya multifaktorial. Kelainan ini terjadi akibat kegagalan pembentukan bibir dan lelangit pada minggu ke-4 hingga 6 masa kehamilan. Akibatnya, terdapat celah pada bibir dan lelangit sang bayi. Sejauh ini penyebab dari bibir sumbing sendiri masih belum diketahui.

“Faktor penyebabnya multifaktorial atau berasal dari banyak faktor. Kalau kelainan bawaan itu akan terjadi trimester pertama. Kemudian juga bisa dari asupan gizi, kekurangan asam folat, vitamin lain atau faktor paparan lingkungan seperti polusi atau rokok,” ujar Kridokter spesialis bedah plastik di Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI Jakarta.

Mengonsumsi obat-obatan yang merusak pembentukan bagian tubuh seperti obat epilepsi dan obat jerawat saat hamil juga diduga terkait menjadi salah satu penyebab terjadinya bibir dan lelangit sumbing.

Faktor genetik yang berkontribusi pada bibir dan lelangit sumbing mencapai 5 persen. Artinya, pada orangtua atau kakeknya juga mengalami bibir sumbing, ada kemungkinan anak yang dilahirkan juga mengalami hal yang sama.

Bibir dan lelangit sumbing bisa dikoreksi, waktu terbaik adalah saat anak usia 3 bulan yang telah memenuhi syarat, misalnya kondisi anak baik, dengan berat badan 10 kg. “Operasi bibir dan lelangit sumbing di usia dini bisa membuahkan hasil yang baik. Masalah ikutan yang terkait dengan bibir dan lelangit sumbing, misalnya gangguan makan, pendengaran dan keterampilan wicara bisa diintervensi sejak dini,” tandas Kristaninta. (HG)

Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, Kritik Sosial Berbalut Komedi Satire

Hidupgaya – Di tengah gempuran film impor, film komedi satire “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” bakal dirilis di bioskop Tanah Air pada 18 Juli mendatang. Film karya sutradara John de Rantau yang diangkat dari cerpen Seno Gumira Ajidarma itu dibintangi sejumlah aktor kawakan.

Film yang disingkat DMDM ini menampilkan sejumlah adegan yang memancing imajinasi penonton. Sejumlah adegan terlihat lucu namun ini bukan film yang menjual kelucuan. Para aktornya boleh dibilang malah kerap bermain di film serius. Sebutlah Mathias Muchus (Pak RT), Inggrid Wijanarko, Anne J Koto, Anna Tarigan, Ricki Malau, Jurike Prastika, dan sebagainya.

John de Rantau mengakui, film ketujuh hasil besutannya merupakan film komedi dengan gaya berbeda. “Dimainkan oleh aktor serius, dengan adegan yang serius, tapi dikemas dengan gaya komedi. Bahkan, tanpa melibatkan komedian sebagai pemerannya,” ujarnya sesaat sebelum press screening DMDM di Jakarta, baru-baru ini.

“Bisa dibilang, ini karya terbaik saya selama menjadi sutradara,” imbuh John seraya mwnambahkan film komedi satire ini menyampaikan pesan tentang definisi dari prasangka dan imajinasi yang dirajut lekat dengan unsur ‘Indonesia banget’.

Film yang menyasar penonton di atas usia 15 tahun ini mematok target prestisius, yaitu ditonton hingga 1 juta orang. “Diharapkab lebih dari 1 juta penonton datang ke bioskop untuk menonton DMDM,” harap John.

Film “Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi” menceritakan sosok Sophie (Elvira Devina), mahasiswa pascasarjana berusia 25 tahub yabg cantik dan pintar yang bikin heboh Kampung Lapak, sebuah perkampungan sesak yang dihuni oleh warga dari beragam suku dengan ragam karakter yang berbeda.

Hadirnya Sophie yang melakukan tugas penelitian demi meraih gelar S2 membuat warga, khususnya kaum lelaki, termasuk para suami mulai ‘blingsatan’ karena terpikat dengan kemolekan sang mahasiswi.

Sophie yang tinggal di Kampung Lapak selama riset, memiliki hobi bernyanyi di kamar mandi. Rupanya suara Sophie yang ‘serak serak basah’ mengundang fantasi dan imajinasi seks para lelaki melambung, hingga mereka melakukan masturbasi ramai-ramai.

Singkat kata, para lelaki di Kampung Lapak terpikat akan sosok Sophie dan mendambakannya. Saking terpikatnya, para suami ini menjadi dingin terhadap para istri.

Hingga puncaknya, para istri yang tak lagi disebtuh suami itu menggeruduk rumah Pak RT, menuntut Sophie (yang mereka sebut dengan nama ejekan Sapi) diusir keluar kampung. Digambarkan, Sophie akhirnya keluar dari Kampung Lapak dan pindah ke apartemen mewah tak jauh dari perkampungan warga. Apakah masalah selesai? Nyatanya tidak. Para lelaki Kampung Lapak tetap memiliki fantasi erotis tentang sosok Sophie – bahkan hanya dengan memandangi kamar apartemennya.

Di akhir kisah, Pak RT akhirnya menerbitkan kebijakan baru – yang dituangkan dalam spanduk – berisi pelarangan menyanyi di kamar mandi.

Himaya Studio cukup jeli untuk mengangkat kembali karya Seno Gumira Ajidarma ke dalam film di era millenial, yaitu era di mana asumsi masih sering menjadi senjata peperangan baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Dalam iklim digital biasanya kabar-kabar beraroma asumsi yang belum terbukti faktanya ini dikenal dengan hoax. Film ini seolah menjadi cermin akan kebiasaan masyarakat kita yang suka menyalahkan atau mengkambinghitamkan sosok baru di dalam lingkungan atas masalah yang dia alami dalam hidupnya.

Penasaran? Silakan tonton tapi jangan terlalu berharap. Kosongkan kepala dan nikmati saja sembari tertawa – tawa. (HG)

Obermain Buka Gerai di Mal Puri Indah, Tawarkan Kenyamanan Lebih

Hidupgaya – Dalam upaya mendekatkan diri dengan pasar potensial, Obermain, merek sepatu, tas, dan aksesoris asal Jerman yang dikenal dengan produk berkualitas, membuka gerainya di Mal Puri Indah, Jakarta Barat.

Tentu ada alasan kuat mengapa Obermain hadir di pusat belanja ini. “Mal Puri Indah merupakan salah satu mal terbaik di Jakarta Barat dan sesuai dengan target pasar Obermain yang menyasar kalangan profesional,” kata Lenni Tanudjaja, General Manager Transmarco (yang membawahi merek Obermain di Indonesia) di sela-sela pembukaan gerai Obermain di Mal Puri Indah, Sabtu (13/7).

Lenni menyebut, hingga kini Obermain telah memiliki 13 toko, tersebar di Jabodetabek dan luar Jakarta, seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Manado dan Banjarmasin. “Targetnya hingga akhir tahun ini akan buka 5 toko lagi,” imbuh Lenni.

Lenni Tanudjaja, GM Transmarco (dok. Hidupgaya)

Obermain yang bernaung di bawah Transmarco sejak 2012 mengusung konsep kenyamanan namun tetap bergaya. Inovasi terbaru yang disajikan untuk konsumen adalah Evolite, dengan jargon ‘Craft to ease heavy steps’. Koleksi Evolite, kata Lenni, terbuat dari material ringan sehingga nyaman dipakai.

“Teknologi ini dilaunching Juni 2019, dan baru tersedia untuk sepatu pria. Untuk koleksi wanita baru akan tersedia akhor tahun ini,” bebernya. Alas kaki dengan teknologi Evolite berkisar Rp1,9 juta per buah.

Selain mengusung teknologi yang mengutamakan kenyamanan, Obermain kini tampil makin kontemporer. “Target pasar Obermain kaum profesional, sehingga selain menawarkan kenyamanan juga harus tetap stylish,” ujar Lenni.

Koleksi Obermain didominasi sepatu, kemudian merambah tas, dompet dan aksesoris lain. Sepatu dan tas umumnya terbuat dari kulit, kecuali koleksi tas wanita. “Wanita itu kan konsumtif, cenderung ganti-ganti tas. Makanya Obermain sediakan tas dengan harga terjangkau,” kilah Lenni. Kisaran harga untuk koleksi wanita mulai Rp999 ribu.

Lenni menyebut, Oermain juga memiliki koleksi ‘ shoe therapy’ dari Brazil yang menunjang kenyamanan pemakainya. “Shoe therapy ini antara lain memiliki kelebihan sirkulasi udara sehingga kaki tetap bisa bernapas, ada karet di dalam insole sehingga tidak slip saat dipakai berjalan, juga ada fungsi stabilizing. Sejauh ini teknologi ini baru hadir untuk koleksi sepatu wanita,” urai Lenni.

Ke depannya Obermain akan menciptakan inovasi yang menjawab kebutuhan profesional. “Meski pakai high heels namun tetap nyaman dan nggak bikin pegal karena koleksi sepatu Obermain dilengkapi dengan cushion yang empuk,” pungkas Lenni. (HG)

5 Tahun Berdiri, Tunaiku Telah Salurkan Dana Rp2 Triliun

Hidupgaya – Tunaiku, produk fintech yang bernaung di bawah kendali Bank Amar, memasuki usia lima tahun dan telah memberikan layanan pinjaman ke hampir 300 ribu nasabah dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp2 triliun.

Aplikasi Tunaiku telah diunduh lebih dari 2,5 juta kali, layanan ini telah menjangkau 16 kota besar di Indonesia, demikian dikatakan Direktur Pelaksana Bank Amar sekaligus penggagas Tunaiku, Vishal Tulsian di sela-sela perayaan  ulang tahun Tunaiku di Jakarta, baru-baru ini.

“Bermula dari visi untuk membagikan senyum ke lebih dari 200 juta, Tunaiku memilih digital lending untuk membawa senyuman ke masyarakat Indonesia,” ujar Vishal.

Vishal menambahkan, Tunaiku ingin meringankan beban finansial dari masing-masing individu melalui layanan-layanan keuangannya.

“Selain layanan yang sudah ada yaitu personal loan, prioritas kami saat ini adalah memperluas layanan bagi para pelaku UMKM,“ papar Vishal.

Perayaan ulang tahun Tunaiku digelar dalam nuansa teknologi cukup kental. Hal ini ditandai dengan adanya penggunaan Artificial Intelegency (AI), karena pembukaan acara dilakukan oleh robot AI.  Artificial intelligence mempunyai karakter yang sama dengan nilai Tunaiku yaitu fokus pada kebutuhan pelanggan.

Tunaiku yang  diluncurkan pada 2014, merupakan pionir fintech di Indonesia dan juga merupakan produk fintech pertama di bawah lembaga bank. Tunaiku pada 2014, memulai operasional hanya dengan 1.000 nasabah. Dan seiring waktu berkembang menjadi 300 ribu nasabah hingga kini.

Mengidentifikasi segmen pelanggan yang ‘membutuhkan’ – segmen ini terutama berada dalam kelas ekonomi sosial yang kurang terlayani dan tidak memiliki rekening bank. Kemudian identifikasi ‘kebutuhan’ mereka – kebanyakan memiliki kebutuhan yang terkait dengan keadaan darurat,  kesempatan untuk membuka usaha kecil, pendidikan, dan lainnya.

Vishal mengatakan, rata-rata nasabah Tunaiku meminjam untuk kebutuhan produktif, yaitu renovasi rumah, modal usaha dan biaya pendidikan.

dengan tiga kategori tertinggi sebagai berikut sekitar 93 ribu senyuman untuk renovasi rumah, lebih dari 43 ribu senyuman untuk modal usaha, lebih dari 27 ribu senyuman untuk biaya pendidikan. (HG)

 

First Media Sabet Penghargaan Tertinggi di Ajang Service Quality Award 2019

Hidupgaya – First Media, penyedia Pay TV dan Fixed Broadband Cable Internet di Indonesia, kembali meraih peringkat tertinggi (Diamond Award) untuk kategori Internet Service Provider (ISP) for Corporate Customers di ajang Service Quality Award (SQA) 2019.

Enterprise Sales Director PT Link Net Tbk – induk First Media – Agung Satya Wiguna mengatakan penghargaan ini membuktikan konsistensi First Media Business, yang merupakan layanan untuk segmen korporasi dalam menyediakan Connectivity and Industry Solution bagi berbagai sektor industri dan bisnis di Indonesia.

“First Media Business terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi seluruh pelanggan korporat dengan meningkatkan kualitas layanan secara berkesinambungan, yang membuat First Media kembali menerima penghargaan tertinggi untuk kategori Internet Service Provider (ISP) for Corporate Customers,” kata Agung sesaat setelah menerima penghargaan di Jakarta, baru-baru ini.

Agung menambahkan, sebagai bentuk komitmen untuk terus berinovasi, First Media Business saat ini telah melengkapi varian layanannya lebih dari konektivitas, dengan menyediakan layanan Data Center, Managed Services, Cloud Services, dan juga customized ICT solutions yang kini sudah melayani kota-kota besar di Indonesia, di antaranya Jabodetabek, Bandung dan sekitarnya, Surabaya dan sekitarnya (termasuk Malang), Bali, Medan dan Batam.

Layanan konektivitas yang dimiliki First Media Business meliputi DataCom, Internet, dan VSAT. Untuk layanan Data Center, First Media Business bekerjasama dengan GTN sebagai penyedia Tier 3 Data Center yang pertama di Indonesia.

First Media Business juga menyediakan Cloud Services yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis pelanggan. Selain itu, First Media Business memberikan layanan Managed Services yang bermanfaat bagi perusahaan yang dapat dengan lebih praktis dan nyaman menggunakan layanan infrastruktur IT untuk menunjang kegiatan bisnis sehari-hari.

Service Quality Award merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Majalah Service Excellence dan konsultan Carre SQM (Carre – Service Quality Monitoring), yang diberikan kepada perusahaan yang memiliki Service Quality Index (SQIndex) tertinggi berdasarkan riset nasional yang dilakukan di empat kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Medan dan Semarang) dalam kurun waktu Januari – Maret 2019.

Bukan hanya pelanggan individu yang menjadi responden dalam survei ini, tetapi juga termasuk pelanggan korporat, yaitu PIC dan user perusahaan untuk produk dan jasa yang perusahaan gunakan.

Penilaian yang dilakukan terdiri dari Perceived Service Value (PSV) atau persepsi pelanggan mengenai harga yang dibayarkan versus layanan yang diberikan, dan Perceived Service Quality (PSQ) yang terdiri dari 4 parameter penilaian yaitu Service Accessibility, Service Process, People dan Service Solution.

Pada tahun ini, merek-merek yang memperoleh penghargaan SQA dibedakan berdasarkan pada dua platform yaitu pelayanan konvensional dan pelayanan digital. Untuk pelayanan konvensional pengukuran index berdasarkan atribut-atribut pelayanan yang biasanya bersifat pelayanan tatap muka langsung dan datang ke kantor layanan merek-merek yang di survei.

Sedangkan pelayanan digital, pelayanan yang diukur dari atribut-atribut pelayanan dari channel-channel yang disediakan oleh perusahaan melalui aplikasi atau saluran yang berbasis teknologi dan internet. Untuk pelanggan korporat berdasarkan penggabungan kedua platform ini.

Penghargaan dibagi dua kategori, yaitu Diamond dan Golden. Penerima SQ Award Diamond adalah perusahaan yang memiliki nilai SQI di atas 4,000 dan di atas rata-rata industrinya. Sementara penerima SQ Award Golden adalah korporasi yang memiliki SQI di atas 4,000 tapi di bawah rata-rata industrinya, atau SQI di atas 3,500-3,999 dan di atas rata-rata industrinya. First Media berhasil meraih SQ Award Diamond dengan nilai SQ Index 4,8333.

Melalui pengembangan layanan, First Media Business menjadi semakin siap dalam memenuhi kebutuhan setiap industri bisnis akan solusi ICT yang mumpuni dan scalable. “Sebagai ICT partner, kami mau memastikan setiap bisnis dilengkapi dengan tools yang tepat dan akan membawa bisnis mereka terus bertumbuh ke level berikutnya,” tandas Agung. (HG)