Skip to content

The Body Shop Rilis Pelembab 100% Vegetarian Seefektif Body Butter

Hidupgaya – Ingin mendapatkan pelembab seefektif body butter namun bisa meresap dengan cepat? Nah, gayung bersambut. Baru-baru ini The Body Shop merilis produk kosmetik berbahan dasar alami 100 persen vegetarian.

Jika 25 tahun yang lalu, The Body Shop menghadirkan body butter yang revolusioner, kini perusahaan kosmetik berbasis di Inggris kembali menghadirkan pelembap tubuh dengan formula yang akan mengubah ritual perawatan tubuh, yaitu Body Yogurt (Rp199.000).

Menurut Public Relations Manager The Body Shop Indonesia, Ratu Maulia Ommaya, Body Yogurt merupakan produk pelembap tubuh 100 persen vegetarian dengan formula gel-cream yang hanya membutuhkan waktu 15 detik untuk meresap ke dalam kulit, namun mampu memberikan kelembapan hingga 48 jam.

Hadir dalam 5 keharuman favorit, yaitu Strawberry, Mango, Moringa, Almond Milk dan British Rose, pelembab tubuh terbaru ini mengandung hyaluronic acid yang membantu melembapkan dan mencegah kulit dehidrasi, terutama pada kulit yang kering dan sensitif.

“Body Yogurt juga mengandung vegetarian glycerin yang membantu menjaga kadar air pada lapisan teratas kulit serta menjaga kelembutan dan kelembapan kulit,” kata Ratu di sela-sela peluncuran Body Yogurt di Jakarta, baru-baru ini.

Public Relations Manager The Body Shop Indonesia, Ratu Maulia Ommaya (dok. Hidupgaya)

Dia menambahkan, Body Yogurt dibuat dengan Community Trade organic almond milk yang didapatkan di Manan, Alicante, Spanyol. Sebagai informasi, The Body Shop telah bekerja sama dengan Manan sejak 2016. “Mereka menyediakan stabilitas bagi koperasi petani lokal skala kecil yang memproduksi almond milk dengan teknik pertanian intensitas rendah,” beber Ratu.

Uniknya yang digunakan adalah almond yang rusak, yang tidak dapat digunakan sebagai makanan dan mengubah kulit ari dari almond sebagai kompos untuk mengurangi pembuangan.

Dalam kesempatan yang sama, juga dirilis rangkaian perawatan kulit dan grooming khusus pria dengan harga mulai Rp159.000 hingga Rp279.000. Rangkaian tersebut terdiri dari Guarana & Coffee Energizing Deep Cleanser, Guarana & Coffee Energizer Moisturiser, Green Tea & Lemon Mattifying Moisturiser, Maca Root & Aloe Softening Shaving Cream dan Maca Root & Aloe Calming Post-Shave Water-Gel.

“Produk perawatan pria ini diperkaya dengan bahan-bahan alami yang mampu menutrisi kulit seperti guarana seed dari Brazil dan green coffee beans dari Ethiopian yang kaya akan kandungan kafein, matcha green tea leaves dari Jepang dan organic aloe vera dari Meksiko yang membantu mengurangi iritasi dan kemerahan,” ujar Ratu.

Seluruh rangkaian perawatan kulit pria ini diperkaya dengan bahan baku yang didapatkan dengan program Community Trade, yang diambil secara berkelanjutan dan bertanggung jawab dari seluruh penjuru dunia.

Tak ketinggalan, The Body Shop juga melansir 100% vegan Bunny Soap (Rp39.000) yang diluncurkan sebagai iconic product untuk kampanye The Body Shop terkait penolakan terhadap uji coba kosmetik pada hewan, Forever Against Animal Testing (FAAT).

Dalam kesempatan yang sama General Manager The Body Shop Indonesia Rika Anggraini menambahkan,  The Body Shop mengajak 8 juta orang di seluruh penjuru dunia yang peduli terhadap kesejahteraan hewan untuk bergabung dan menandatangani petisi agar dapat membawa petisi ini ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tujuannya untuk memohon sebuah konvensi internasional yang melarang pengujian kosmetik pada hewan secara global dan akan mengakhiri pengujian hewan pada kosmetik selamanya. Konsumen masih dapat mendukung kampanye ini melalui online petition di http://www.thebody.co.id/ban-animal-testing. Nah, silakan ikutan ya. (HG)

Iklan

“Sara & Fei: Stadhuis Schandaal” Jadi Ajang Pembuktian Adisurya Abdy

Hidupgaya – Apa jadinya jika tema sejarah di masa kolonial dibesut dalam film bertema percintaan yang dibikin kekinian? Hasilnya bakalan mengejutkan. Apalagi di tangan sutradara kawakan yang memang terkenal piawai menyutradarai film romantis, Adisurya Abdy.

Sutradara yang lama absen di jagad perfilman ini dipercaya rumah produksi Xela Pictures membesut film bertajuk “Sara & Fei: Stadhuis Schandaal” yang mengupas kisah skandal asmara pada zaman Belanda.

Film percintaan ini merupakan karya Adisurya setelah 14 tahun tidak membuat film. Meski tidak menjadi sutradara, namun Adi bekerja di belakang layar selama periode vakumnya.

Apa alasannya kembali menerima tawaran Xela Pictures? “Saya pernah rasakan bagaimana bikin film di era seluloid dan sekarang ingin belajar lagi di era digital. Dan ternyata nggak sulit-sulit amat,” ujarnya dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Adi memang memiliki kekuatan di film drama. Dulu dia membesut film Wanita, Ketika Cinta Telah Berlalu juga Asmara, yang mendapat sambutan positif ketika itu.

Dari film “Sara & Fei: Stadhuis Schandaal”, Adi ingin mengukur kekuatannya. “Apakah karya saya masih disukai, serta apakah saya masih bisa fit in dengan kondisi kekinian,” imbuh pria kelahiran Medan 61 tahun silam.

Pembuktiannya tentu akan dilihat dari jumlah penonton yang menyaksikan film yang akan tayang di bioskop mulai 26 Juli mendatang.

Film ini terbilang berat, karena mengusung latar belakang sejarah yang dikemas dalam bentuk kekinian. “Ini sekaligus sebagai cara feeding knowledge untuk generasi milenial dengan cara yang menyenangkan,” imbuh Adi.

Dilatarbelakangi kisah cinta zaman Belanda yang terbawa hingga hari ini, film yang bisa dimaknai sebagai ‘Skandal Balaikota’ ini bersetting dua masa, lalu dan kini, di Stadhuis, atau yang kini dikenal dengan Museum Fatahilah. Lokasi syuting dilakukan di 4 lokasi, yaitu Jakarta dan Pangkalan Bun (Kalimantan), Shanghai dan Ningbo (Tiongkok).

Dalam film terbarunya, Adisurya menggandeng Areng Widodo sebagai penata musik adegan masa lalu, menyajikan kembali lagu ciptaannya berjudul “Syair Kehidupan” (dipopulerkan oleh Achmad Albar) yang diaransemen ulang dan dinyanyikan oleh Hilda Ridwan Mas.

Ada alasan kenapa Areng dipilih untuk meramu musik film yang lumayan berat ini. “Intinya saya buat musik adegan masa lalu dan masa kini, berbeda warna. Saya termasuk musisi yang menolak warna musik konvensional,” ujar peraih Piala Citra sebagai penata musik terbaik.

Ada alasan khusus mengapa Areng memutuskan menerima tawaran membesut film perdana Xela Pictures. “Xela Pictures tidak mendikte sehingga saya menghasilkan karya yang maksimal,” ujarnya.

Produser Xela Pictures, Omar Jusma, ada alasan khusus pihaknya membesut film yang kental nilai sejarah ini.  “Saya mengharapkan generasi tahu akan cerita film ini, tentang cinta dan sejarah. Intinya film ini adalah hiburan yang bersetting sejarah. Tetap menampilkan cerita cinta anak muda, dengan segala romantikanya. Sehingga perlu ditonton oleh generasi milenial,” ujarnya.

Adisurya menjamin, meski bersetting sejarah, namun “Sara & Fei: Stadhuis Schandaal” tetap enak dinikmati. “Latar belakang sejarahnya paling 12 – 20 persen. Sisanya tetaplah percintaan yang dikemas sesuai minat kekinian, yang cocok dengan generasi milenial. Saya kemas berbeda tapi tak mau latah,” pungkasnya.

Sejumlah nama yang mendukung film ini sebutlah Amanda Rigby, Tara Adia, Tio Duarte, Anwar Fuady, Rensi Milano, George Taka, Aty Cancer, Iwan Burnani, Septian Dwi Cahyo, Riki Cuaca dan lain-lain.

Penasaran seapik apa film bertema sejarah berdurasi 90 menit ini dikemas? Nantikan tanggal mainnya di bioskop kesayangan. (HG)

Target Transaksi FJGS 2018 Turun Jauh, Ini Alasannya

Hidupgaya – Ajang festival belanja terbesar di Tanah Air, Festival Jakarta Great Sale (FJGS) tahun ini digelar mundur dan hanya berlangsung selama 3 minggu, yaitu 12 Agustus – 4 September 2018.

Memang disengaja perhelatan yang biasanya dilakukan Juni-Juli ini mundur, tujuannya untuk mendukung perhelatan Asian Games, yang tahun ini berlangsung di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.

Bicara soal target transaksi, Ketua Pelaksana FJGS 2018 sekaligus Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta, Ellen Hidayat, mengatakan target yang dipatok hanya Rp4 triliun, atau hanya seperempat dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp16 triliun.

Ada sejumlah alasan mengapa panitia tidak terlalu muluk terkait transaksi FJGS kali ini. “Selain waktu yang lebih singkat, momentum untuk penjualan juga berbeda. Tahun lalu Festival Jakarta Great Sale berlangsung 6 minggu dan diadakan di bulan-bulan puncak bagi peritel, yaitu Lebaran dan libur sekolah,” kata Ellen dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Karena alasan itulah, pihaknya mematok target konservatif. “Namun bukan tidak mungkin transaksi bisa mencapai dua kali lipat dari target,” ujar Ellen seraya menambahkan ajang FJGS akan menjadi momentum peritel untuk menggenjot penjualan pasca-Lebaran yang biasanya menurun.

“Memang kalau dibandingkan dengan pencapaian FJGS 2017, target tahun ini sanat jauh. Tetapi kalau dilihat dari segmentasinya angka itu cukup realistis karena jumlah atlet Asian Games yang akan datang kurang lebih 15.000 ditambah official,” ujar Kabag Industri Energi Koperasi UMKM serta Perdagangan Pemprov DKI Jakarta, Didik Djoenaedi, dalam kesempatan yang sama.

Ellen menambahkan, selain menjadi ajang peritel untuk menggenjot penjualan, FJGS juga menjadi salah satu cara untuk memudahkan pembelian tiket ajang Asian Games. “Akan ada 20 mal yang membuka booth untuk pembelian tiket pertandingan Asian Games,” tandasnya. (HG)

Semarakkan Asian Games, FJGS 2018 Janjikan Program Menarik

Hidupgaya – Pesta belanja terbesar Festival Jakarta Great Sale (FJSG) kembali akan menyapa warga Jakarta. Pesta belanja yang biasanya digelar pada bulan Juni-Juli ini mundur pelaksanaannya, menjadi pertengahan Agustus hingga awal September karena ada alasan khusus.

Pesta belanja yang diprakarsai Pemprov DKI Jakarta dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta ini akan dilangsungkan mulai 12 Agustus hingga 4 September 2018, bersamaan gelaran pesta olahraga seluruh Asia, yaitu Asian Games, dengan mengusung tema ‘Spirit of Jakarta’.

Menurut Ketua Pelaksana FJGS 2018 sekaligus ketua APPBI DPD DKI Jakarta, Ellen Hidayat, FJGS tahun ini sengaja dimundurkan ke Agustus sebagai bentuk dukungan untuk menyemarakkan dan menyukseskan Asian Games yang digelar salah satunya di Jakarta. Asian Games tahun ini dihelat di dua lokasi berbeda, yaitu Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.

“Jadi selain dimanfaatkan warga Indonesia, FJGS kali ini sekaligus bisa menjadi wisata belanja buat para wisatawan asing yang mendukung para atlet maupun para atlet dan officialnya,” terang Ellen dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

FJGS yang digelar bersamaan dengan Asian Games juga memiliki misi khusus, yaitu Jakarta ingin menunjukkan diri sebagai tuan rumah yang baik, yang mampu memberikan pelayanan terbaik serta menyediakan aneka produk berkualitas dengan harga yang terjangkau. “Sekaligus ingin menunjukkan Jakarta adalah surga dan destinasi belanja di Asia,” beber Ellen.

Untuk FJGS kali ini dijanjikan akan ada kejutan besar, selain tentunya diskon besar-besaran yang ditawarkan oleh setiap peserta yakni mal atau pusat perbelanjaan, hingga mencapai 70 persen.

Ada 82 mal dan pusat perbelanjaan, 8 hotel yang akan memberikan diskon spesial serta berbagai event pendukung dalam rangka menyemarakkan FJGS  tahun ini. Tentu program belanja tengah malam pantang dilewatkan, akan dilakukan setiap minggu secara bergantian di 13 pusat belanja di Jakarta.

Ellen menambahkan, FJGS tahun ini berkolaborasi dengan 13 asosiasi dunia usaha.

Untuk memancing minat belanja, disediakan hadiah berupa voucher belanja senilai total Rp140 juta kepada konsumen yang beruntung.

Bekerja sama dengan Dekranasda, FJGS akan menghelat aksi sosial donor darah selama ajang pesta belanja  berlangsung. (HG)

Rayakan Satu Dekade, Art Jakarta Janjikan Sesuatu yang Beda

Hidupgaya – Art Jakarta kembali hadir tahun ini, bertempat di Grand Ballroom, The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta, pada 2-5 Agustus mendatang.

Merayakan satu dasawarsanya, pameran seni terkemuka ini akan menampilkan dimensi baru seni Indonesia, berkolaborasi dengan pelaku seni lokal maupun internasional. Kolaborasi itu mencakup pameran seni di mal, creative art performance, special project, creative art talk, dan kelas workshop seni.

Head of Committee Art Jakarta Paramitha Soedarjo mengatakan sejak pertama kali diselenggarakan pada 2009 oleh Majalah Harper’s Bazaar Indonesia, acara ini terus berkembang menjadi festival seni rupa terbesar di Indonesia, yang diakui di Indonesia maupun di dunia seni rupa internasional.

Paramitha menambahkan, menandai 10 tahun kiprahnya,  Art Jakarta menampilkan hal yang menarik dan beda dari tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini ada rencananya akan ada konsep ’10 for 10′, di mana ada 10 instalasi dengan konsep museum show dari 10 seniman,” ujarnya dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Sejalan dengan semangat untuk mengembangkan dan mempersembahkan pameran yang berstandar tinggi, Art Jakarta kembali berkolaborasi dengan Gil Schneider sebagai Fair Consultant untuk kedua kalinya.

Pengalaman panjang di dunia art fair internasional tentu akan memberi nilai tambah yang signifikan untuk Art Jakarta.

Gil menyebut ada sederet seniman terkemuka yang ambil bagian dalam perhelatan Art Jakarta kali ini, antara lain Agus Suwage, Syagini Ratnawulan, Bagus Pandega, Kemal Ezedine, Yani Mariani, Hahan, Chinati Juhansyah, Eddie Sutanto, hingga Heri Dono dan Tere.

Selain nama-nama seniman hebat tersebut, akan ada pula lebih dari 1.000 karya seni lebih dari 300 seniman dan 51 galeri.

Deputy Head of Committee Art Jakarta Ria Lirungan menambahkan, galeri yang turut serta sepertiga merupakan galeri lokal dan dua periganya internasional, seperti dari Singapura, Filipina, Jepang, Korea, dan Spanyol.

“Karya dari para seniman Jepang juga turut serta meramaikan Art Jakarta kali ini. Kami bangga dapat kembali menampilkan pameran seni bergengsi di Jakarta, tahun ini telah mencapai satu dekade,” ujar Ria seraya menambahkan Art Jakarta mempertemukan para pelaku seni, pemilik galeri seni dan pecinta seni dalam sebuah ajang seni kelas dunia.

Berbagai karya dan penampilan seni di Art Jakarta dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dengan beragam karakteristik. Ada yang mencari karya seni untuk dekor rumah, meningkatkan strata sosial agar dikategorikan lebih tinggi, namun ada pula para penikmat seni yang memiliki hobi mengoleksi karya seni seperti halnya mengoleksi perhiasan atau mobil mewah.

Ria menjelaskan, pertumbuhan industri seni dan minat masyarakat Indonesia terhadap karya seni kian meningkat dengan tingginya angka pengunjung baik dari para penikmat seni pemula hingga para kolektor di berbagai acara terkait seni, terutama di Art Jakarta.

“Art Jakarta telah menjadi acara tahunan yang dinanti banyak pihak, baik pelaku seni maupun penikmat seni,” ujarnya.

Sebagai gambaran, lanjut Ria, Art Jakarta 2017 lalu telah sukses menarik minat lebih dari 47.000 pengunjung dan karya seni yang terjual mencapai 80 persen. “Di tahun istimewa kali ini, Art Jakarta 2018 akan hadir dengan berbagai pengembangan, inovasi dan program-program pilihan,” bebernya.

Untuk bisa menikmati pameran seni ini, pengunjung dikenai tiket tanda masuk Rp50 ribu dan bisa menikmati lebih dari 1.000 karya seni oleh lebih dari 300 seniman dan 51 galeri.

Jadwal pameran Jumat (3/8) pukul 12.00- 22.00, Sabtu (4/8) pukul 10.00 – 22.00, dan Minggu (5/8) pukul 10.00 – 21.00 WIB.

Nilai Investasi Karya Seni

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Head of Committee Art Jakarta Dedy Koswara, menambahkan, karya seni dapat bernilai tinggi karena memiliki sisi ekonomis yang cenderung bertambah seiring berjalannya waktu.

Selain bernilai ekonomis, karya seni juga merupakan investasi pendidikan berupa menanamkan nilai positif pada generasi muda seperti apresiasi terhadap kreativitas, keindahan, perpaduan warna, atau kecintaan terhadap alam.

Namun, memilih karya seni sebagai sumber investasi di Indonesia masih memiliki tantangan karena minimnya pemahaman sejarah seni dan harga yang tidak ada batasan. “Di sinilah peran kurator, pemilik galeri, kritikus, hingga pengamat seni sangat penting dalam penentuan nilai suatu karya seni dan Art Jakarta menjadi salah satu platform yang mampu menghadirkan semua pihak tersebut untuk meningkatkan apresiasi dan nilai terhadap suatu karya seni,” ujar Dedy.

Untuk dapat menikmati karya seni di Art Jakarta 2018 secara maksimal, disarankan pengunjung untuk mengikuti aturan sebagai berikut:

1. Menitipkan barang bawaan

2. Memperhatikan garis pembatas dan tidak menyentuh karya seni

3. Batasi mengambil foto dan tidak menggunakan flash

4. Selalu mengawasi jika membawa anak kecil

5. Hargai pengunjung lain yang sedang mengantre menikmati seni

6.  Jangan lupa membeli suvenir resmi Art Jakarta 2018 sebagai kenang-kenangan

“Kami berharap dengan hadirnya Art Jakarta ke sepuluh ini dapat meningkatkan apresiasi dan minat terhadap karya seni,” pungkas Ria. (HG)

 

Jakarta Aesthetic Clinic Sabet 3 Penghargaan Bergengsi

Hidupgaya – Angkat topi untuk keberhasilan anak negeri. Klinik estetika milik dr. Olivia Ong, Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) berhasil mendapatkan tiga penghargaan sekaligus, berupa dua penghargaan lokal dan satu penghargaan tingkat internasional, pada acara Golden Record Awards 2018 by Merz Aesthetics.

Founder Jakarta Aesthetic Clinic, dr. Olivia Ong (3 dari kiri) bersama CEO Jakarta Aesthetic Clinic, Kawi Salim (3 dari kanan) dan tim dokter, saat menerima tiga penghargaan Golden Record Awards 2018 by Merz Aesthetics yang diserahkan oleh Global CEO Merz Pharma GmbH & Co, Philip Burchard. (dok. ist)

Penghargaan yang sukses disabet JAC adalah juara I klinik dengan pasien terbanyak se-Indonesia untuk “Perawatan Ultherapy” (Ultherapy Award), juara I untuk “Perawatan Kombinasi Ultherapy dan Injeksi” (Merz Portfolio Award: Combination Treatment) serta juara II klinik dengan jumlah pasien terbanyak se-Asia Pasifik kategori B (hanya kalah dari Hongkong) untuk “Perawatan Kombinasi Ultherapy dan Injeksi”.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi yang tinggi dari Merz Aesthetics yang telah lebih dari satu dekade membuahkan berbagai teknologi kedokteran komprehensif tanpa pembedahan. Merz Aesthetics adalah perusahaan farmasi besar dan kredibel yang berpusat di Frankfurt, Jerman.

Diakui oleh Lawrence Siow, CEO Merz Asia Pasific, Merz ingin membawa kebahagiaan dan hal-hal positif pada lebih banyak lagi pasien serta membantu para dokter. Hal itu dikatakan Siow saat  membuka acara bersama Philip Burchard, Global CEO Merz Pharma GmbH & Co yang turut hadir di perhelatan ini.

Selain mendapat penghargaan tertinggi untuk perawatan ultherapy di Indonesia, tahun ini klinik JAC juga mendapatkan penghargaan baru yang sangat bergengsi untuk perawatan yang mengombinasikan ultherapy dengan keahlian penyuntikan filler serta Botulinum Toxin, yaitu menempati posisi pertama.

Terkait penghargaan ini,Dr. Olivia Ong mengatakan JAC berhasil membawa reputasi kedokteran estetika Indonesia bersinar di kancah Internasional.  “Melalui JAC, Indonesia menjadi negara dengan jumlah pasien perawatan estetik kombinasi kedua terbanyak se-Asia Pasifik kategori B,” ujarnya.

Negara-negara kategori B Asia Pasifik mencakup Hongkong, Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, India dan Vietnam.

“Penghargaan ini akan menjadi sejarah bagi tim JAC yang senantiasa penuh tekad membawa standar dan etik kedokteran estetika Indonesia tinggi, sejajar dengan negara maju,” ujar Olivia.

Teknologi canggih di tangan tim dokter yang tepat akan membuahkan hasil yang jauh berbeda dibanding berada di tangan yang kurang tepat, apalagi bila berkaitan dengan perawatan kombinasi ultherapy, filler dan botulinum toxin (Botox). “Masyarakat perlu jeli memilih klinik yang dapat memberinya rasa aman jangka panjang,” tandasnya.

Olvia menambahkan, di JAC, perawatan kombinasi ultherapy, filler dan Botox akan direkomendasikan sesuai kebutuhan di saat yang paling diperlukan pasien dengan urutan yang benar, sehingga pasien bisa mendapatkan hasil paling optimal dari perawatan kombinasi ini. “Tujuannya agar wajah dan tubuh kencang dan menarik dipandang,” urainya.

Founder Jakarta Aesthetic Clinic, dr. Olivia Ong (3 dari kiri) bersama tim dokter saat menerima tiga penghargaan Golden Record Awards 2018 by Merz Aesthetics yang diserahkan oleh Global CEO Merz Pharma GmbH & Co, Philip Burchard (paling kanan) dan CEO Merz Asia Pasific, Lawrence Siow (paling kiri). (dok. ist)

Ultherapy, adalah prosedur perawatan pengencangan kulit tanpa pembedahan (non-invasif) yang dinilai paling efektif saat ini. Penggunaan gelombang micro focus ultrasound yang langsung menyasar kolagen akan membuat kulit menjadi lebih muda dan kencang.

Terkait keamanan, ultherapy telah mengantongi sertifikasi dari Food And Drug Administration (FDA) Amerika Serikat yang membuat perawatan ini aman untuk dilakukan bahkan sejak usia dewasa muda, pria dan wanita. (HG)

‘Summer Break’ Cara Merayakan Liburan Sekolah Seru di Grand Indonesia

Hidupgaya – Grand Indonesia mempersembahkan program Summer Break untuk menyemarakkan liburan sekolah, terhitung mulai periode 6 – 29 Juli 2018. Ada tiga sorotan utama kegiatan untuk mengisi liburan sekolah di mal yang terletak di Jakarta Pusat ini, yaitu Summer Show, Shopping Program dan Social Media Program.

Menurut PR Manager Grand Indonesia Dinia Widodo, Summer Show diisi oleh penampilan Cotton Candy King Show dari Rusia dan Summer Retro Dance dari Australia. Kedua atraksi tarian ini berlangsung di Main Atrium Grand Indonesia mulai 6 – 15 Juli 2018, setiap Selasa – Jumat sebanyak dua sesi,pukul 17.00 dan 19.00 WIB. Sedangkan pada Sabtu dan Minggu berlangsung 3 sesi, pukul 15.00, 17.00 dan 19.00 WIB.

Dinia mengatakan, ini untuk pertama kalinya keduanya dihadirkan di Indonesia. Cotton Candy King Show menunjukkan seorang pria yang menari ala ‘moonwalk dance’ Michael Jackson sembari membuat cotton candy (rambut nenek) dari mesin dan menjadikannya beragam bentuk. Atraksi ini menarik perhatian anak-anak, karena selama atraksi Cotton Candy King alias ‘Raja Rambut Nenek’ membagikan kreasinya kepada penonton. Gratis tentu saja.

“Ini memang bentuk apresiasi kepada konsumen Grand Indonesia, untuk menawarkan sesuatu yang berbeda kepada mereka,” sebut Dinia seraya menambahkan tujuan utama konsumen datang ke Grand Indonesia untuk berbelanja kebutuhan fashion dan makan.

Yang tak kalah menarik, Shopping Program tentu dihelat Grand Indonesia, dimulai 6 – 29 Juli 2018. “Untuk bisa menikmati keseruan program ini caranya mudah, para G Card member hanya perlu melakukan transaksi senilai minimal Rp100.000 langsung bisa menikmati es krim gratis,” imbuh Dinia.

Nah, bagi konsumen yang ingin mengabadikan momen bersama keluarga dan orang terkasih, juga digelar program media sosial, yaitu Pose, Post & Win. Program ini berlangsung 6 – 29 Juli 2018. Caranya mudah: Cukup lakukan foto pada dekorasi ‘Instagramable Playground’ Summer Break Grand Indonesia yang berlokasi di Main Atrium East Mall lantai 1 dan Skybridge lantai 1, lalu unggah dan mention @grandindo. Pose terbaik dan dinilai paling kreatif akan mendapatkan hadiah voucher belanja.

“Di program Summer Break ini tak hanya dapat dinikmati anak-anak, namun juga remaja dan orang dewasa. Jadi jangan lewatkan event Summer Break di Grand Indonesia,” tandas Dinia. (HG)