Lanjut ke konten

Avrist Prime Protection Bukan Sekadar Asuransi Biasa, Ini Kelebihannya

Hidupgaya – Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin modern tak bisa dimungkiri juga mempengaruhi pola hidup masyarakat yang membutuhkan perencanaan keuangan dan proteksi di setiap fase kehidupan.

Keamanan finansial dibutuhkan untuk melindungi dan menjamin masa depan anggota keluarga memiliki dana yang cukup saat terjadi suatu keadaan yang tidak diinginkan. Hal ini termasuk biaya pendidikan, cicilan tanah dan rumah, dana antisipasi untuk kebutuhan darurat, biaya pengobatan, juga dana untuk kebutuhan usia lanjut.

Asuransi menawarkan perlindungan terhadap hal-hal yang tidak diharapkan terjadi di masa mendatang. Nah, bicara tentang perlindungan, Avrist Assurance meluncurkan produk asuransi terbaru, Avrist Prime Protection (APP), produk asuransi jiwa tradisional yang memberikan perlindungan hingga usia 80 tahun dengan premi terjangkau serta uang pertanggungan yang maksimal.

Direktur Avrist Assurance Makki Ibrahim Kusuma mengatakan produk teranyar ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan bisa menjadi sebuah solusi guna mengantisipasi risiko kehidupan yang mungkin terjadi di masa depan sehingga masyarakat bisa melangkah dengan bebas dan yakin tanpa perlu khawatir. “Avrist Prime Protection memiliki manfaat kematian dan manfaat jatuh tempo berupa 100% uang pertanggungan, masa bayar yang pasti 5, 10, atau 20 tahun dengan premi tetap, serta berbagai manfaat perlindungan tambahan lainnya,” kata Makki saat peluncuran APP di Jakarta, Senin (12/11).

Makki menambahkan, untuk melengkapi keunggulan produk tersebut, Avrist juga meluncurkan dua manfaat tambahan (rider) yang khusus dikembangkan untuk melengkapi dan menambah kekuatan produk APP, yaitu Avrist Medimax+1, dan Avrist Perintis+1.

Avrist Medimax+1 merupakan produk asuransi jiwa tambahan yang memberikan manfaat asuransi berupa penggantian biaya rumah sakit apabila Tertanggung menjalani rawat inap di rumah sakit sedangkan Avrist Perintis+ 1 merupakan asuransi tambahan yang memberikan manfaat asuransi apabila nasabah menderita penyakit kritis baik dari stadium awal sampai stadium akhir.

Avrist Prime Protection beserta dengan rider Avrist Medimax+ 1 dan Avrist Perintis+ 1 dipasarkan melalui jalur pemasaran keagenan di beberapa kota di Indonesia.

Avrist Luncurkan Aplikasi Digital

Guna meningkatkan daya kompetisi serta menunjang produktivitas agen asuransi di era digitalisasi, pada kesempatan yang sama diluncurkan aplikasi digital MyAvrist Application (MAPS) dan Avrist Agency Portal.

MyAvrist Applications (MAPS) adalah sebuah platform digital di system operasi Android untuk memudahkan kegiatan operasional para Agency Sales Force (agen asuransi) d ilapangan khususnya dalam melakukan penjualan, membagikan e-brochure dan menjelaskan e-ilustrasi. “Calon pemegang polis akan semakin mudah dalam mengisi dan menandatangani langsung formulir permohonan asuransi jiwa (SPAJ) serta melakukan e-submission secara online,” kata Makki.

Sedangkan Agency Portal adalah sarana pendukung bagi Agency Sales Force dalam hal pengelolaan informasi yang terkait dengan nasabah dan pertanggungannya agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabah.

Selain itu portal ini juga menyediakan informasi bagi para agen asuransi Avrist dalam memonitor produktivitas selama kurun waktu tertentu.

Saat ini Avrist juga sedang melakukan proses pengembangan aplikasi digital baru lainnya, Avrist Customer Portal sebagai sarana digital untuk mengakses informasi secara online bagi nasabah Avrist.

“Ini merupakan salah satu transformasi digital yang dilakukan oleh Avrist dalam menghadapi tantangan dan persaingan bisnis asuransi di era digital sekarang ini. Kami berharap melalui aplikasi dan portal ini, para Agency Sales Force semakin mudah melakukan penjualan dan mengakses informasi dimanapun dan kapanpun dalam memberikan solusi terbaik atas kebutuhan asuransi jiwa bagi masyarakat Indonesia,” tandas Makki.

PT Avrist Assurance terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. (HG)

Iklan

Biyan Rilis Koleksi Berdaya Pakai Tinggi untuk Anak Muda

Hidupgaya – Desainer Biyan Wanaatmadja, merilis koleksi Juxtaposition untuk merek keduanya, Biyan Studio 133, yang mengangkat semangat kain modern dan tradisional yang mengutamakan fungsi dan daya pakai. Koleksi ini memang memiliki daya pakai dan padu-padan tinggi, baik untuk kesempatan resmi maupun kasual yang menyasar konsumen muda.

Didukung oleh marketplace JD.id, perancang mode yang sudah berkiprah selama 36 tahun di Indonesia, menampilkan beragam koleksi menawan, misalnya kebaya ringan dari bahan organsa, blouse kaftan atau blouse cheongsam dengan detail sulaman dan taburan manik-manik.

Biyan mengatakan, koleksi teranyar Biyan Studi 133 mengisahkan mengenai penyandingan, percampuran, bahkan clashing antara banyak elemen, material, corak ataupun garmen yang dirangkai dalam semangat yang muda. “Perpaduan kontras antara sesuatu yang tradisional dengan twist yang modern, motif floral yang dipadu juga ditabrak dengan motif geometris, silk print dipadukan dengan renda,” kata Biyan dalam temu media di The Dharmawangsa Jakarta, baru-baru ini.

Untuk koleksi ini Biyan mengumpulkan beragam inspirasi. Motif batik Buketan yang umumnya ditemukan di area pesisir Jawa misalnya, dipakai sebagai inspirasi dan diterjemahkan di atas satin silk dengan komposi retro, dan warna yang lebih vivid.

Koleksi teranyar Biyan Studi 133 ini bisa diperoleh secara online di JD.id. Koleksi Biyan kali ini memang playful dan ceria ya? (HG)

CHI Award 2018 Berikan Penghargaan untuk Pahlawan Warisan Budaya Indonesia

Hidupgaya – Indonesia dikatakan sebagai taman sari puspa ragam budaya. Sekira 17 ribu pulau di negeri ini, sebagian didiami oleh lebih dari 300 kelompok etnis, dengan lebih dari 1.300 suku bangsa dan memiliki 652 bahasa daerah.

Kekayaan yang luar biasa ini sudah sepatutnya dilestarikan dan dikembangkan oleh bangsa Indonesia sendiri, dari generasi ke generasi.  Yayasan Al-Mar, melalui salah satu divisinya, Divisi Budaya yang disebut The Culture Heritage of Indonesia (CHI), bertujuan turut berperan dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya Indonesia.

Kepedulian CHI pada kelangsungan warisan budaya Indonesia ini antara lain dituangkan dalam bentuk pemberian penghargaan kepada para pahlawan warisan budaya Indonesia.

Wiwit Ilham Panjaitan, inisiator dan pendiri CHI Heritage mengatakan, untuk kali pertama penghargaan ini diberikan kepada para pejuang di balik bertahannya industri batik. “CHI Award 2018, merupakan sebuah apresiasi kepada para pahlawan warisan batik di Indonesia. Dari awal hingga selesai, proses batik merupakan pekerjaan tangan yang penuh cita rasa seni dengan keteguhan hati dalam melaksanakannya,” ujar Wiwit dalam temu media sesaat sebelum pemberian penghargaan CHI Award 2018 di Plaza Indonesia, Sabtu (10/11), bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Dalam kesempatan yang sama, Musa Widyatmodjo, Dewan Pemerhati Seni Budaya untuk CHI Award 2018, mengutarakan keprihatinan terkait dengan makin berkurangnya pembuat alat membatik canting.  “Pembuat alat membatik canting tulis kini hanya tinggal hitungan jari tangan jumlahnya, pembuat canting cap juga memprihatinkan, demikian pula dengan pembuat ‘malam’ atau lilin yang digunakan untuk membatik yang semakin sedikit,” ujarnya.

Musa bahkan prihatin mendengar kabar bahwa ada perajin yang mengekspor alat membatik banting cap hingga satu kontainer ke Malaysia. “Bukan salah perajin cantingnya, karena mereka butuh dana untuk bertahan. Harga canting tulis di tingkat perajin hanya Rp3 ribu per buah, sementara canting cap Rp15 ribu,” ujar Musa.

Dan yang menyedihkan belum banyak atau berkurangnya ketertarikan dari generasi muda untuk meneruskan kepandaian membuat alat utama dalam membatik, yaitu canting dan malam. Kepada merekalah penghargaan CHI Award 2018 kategori pelestari diberikan.

Insana Habibie, sebagai pemerhati budaya, mengungkapkan generasi muda bisa dipaparkan kekayaan Nusantara, dengan menyematkan ke dalam gaya berpakaian harian. “Keberlangsungan bisnis juga harus lancar, misalnya untuk perajin canting dan malam. Karena kalau bisnis menukik turun, perajin bisa dengan mudah banting stir ke profesi lain,” ujar Insana, pemilik merek batik Limaran.

Insana juga menyoroti tentang perajin batik alusan (tulis) yang eksis namun pasarnya tidak ada. “Kalau ada batik alusan namun pasarnya tidak ada, bagaimana akan bertahan. Batik alusan memang tidak bisa murah karena dari prosesnya memang rumit. UMR di Indonesia juga tidak murah,” imbuhnya.

Batik adalah craft yang memegang status sosial penting dan jadi budaya. “Hal ini yang harus dipahami,” beber Insana.

Wiwit menambahkan, CHI Award 2018 juga akan diberikan kepada Kategori Penerus, Inovator, dan juga Penghargaan Khusus (Legacy).

Untuk Kategori Penghargaan Khusus diberikan kepada Go Tik Swan atau Panembahan Hardjonagoro. Go Tik Swan adalah orang yang mendapat tugas dari Presiden Soekarno untuk membuat Batik Indonesia.

Seperti diungkap dalam Jawa Sejati: Otobiografi Go Tik Swan Hardjonagoro (2008), Batik Indonesia yang dibuat Go Tik Swan pada dasarnya merupakan hasil perkawinan batik klasik keraton—terutama gaya batik Surakarta dan Yogyakarta—dengan batik gaya pesisir utara Jawa Tengah, terutama Pekalongan.

Tentang CHI Heritage

Perkumpulan The Culture Heritage of Indonesia (CHI Heritage – Warisan Budaya Indonesia) merupakan divisi budaya dari Al Mar Foundation. Yayasan yang sekretariatnya ada di Jakarta ini bergerak di bidang sosial, keagamaan, kemanusiaan, pendidikan dan budaya. Duduk sebagai pendiri Al Mar Foundation adalah Wiwit Ilham Panjaitan; Insana Habibie; Tri Sudwikatmono; Pinta Solihin Kalla, dan; Ayu Dyah Pasha.

Yang duduk di dewan eksekutifnya adalah Dian Muljadi; Fatimah Kalla, dan; Anitasa Richir. Anggotanya Inne Sudomo; Nanny Tjandra; Rika Thohir; Lala Hamid; Dewi Makes; Tias Pribadi; Nani Koespriani; Musa Widyamodjo; Melyana Tjahyadikarta, dan; Amy Wirabudi. (HG)

Indonesia Punya Mimpi Besar Jadi Tujuan Wisata Medis Anti-Aging

Hidupgaya – Indonesia digadang-gadang bisa menjadi pusat anti-aging dunia yang bisa membawa dampak positif bagi perekonomian dalam negeri. Untuk mewujudkan mimpi besar ini Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Badan Akreditasi Anti-Aging Dunia (World Council of Preventive Medicine atau WOCPM) meneken perjanjian kerja sama terkait terapi anti-aging.

Penandatanganan MOU tersebut dilakukan di Vinski Tower oleh Ketua IDI, Dr. Daeng M Faqih, SH, MH dan Presiden WOPCM Prof. Dr. Deby Vinski, MScAA, PhD. Dengan kolaborasi ini ada harapan besar Indonesia dapat mengembangkan pengobatan anti-aging sehingga bisa menjadi tujuan wisata medis. Masyarakat tak perlu lagi mengupayakan pengobatan ke luar negeri untuk tujuan terapi anti-aging.

“Ada potensi Rp110 triliun dari pengobatan anti aging, yang selama ini lari ke luar negeri,” ujar Deby Vinksi di Jakarta, baru-baru ini.

Prof. Dr. Deby Vinski MSCAA PHD yang dikenal sebagai dokter pertama dalam anti-aging di Indonesia. Dia menyebut, selama ini Indonesia mengalami kendala sulitnya mengimpor alat untuk pengobatan anti-aging.

Perempuan yang mendapat julukan “Queen of Anti-Aging” ini menilai sulitnya regulasi soal alat merugikan dikaitkan dengan potensi wisata medis. Pasalnya, alat kesehatan yang dibutuhkan tersebut justru bisa masuk ke negara tetangga, Singapura.

Daeng menambahkan, pemerintah telah mendorong industri kesehatan untuk mengejar ketertinggalan dalam revolusi industri 4.0. “Salah satunya melalui alih teknologi dan inovasi. Hal itu bisa dilakukan melalui riset yang akan meningkatkan pelayanan kesehatan di Tanah Air,” ujarnya.

Deby tercatat sebagai dokter Indonesia pertama yang lulus dengan predikat “Magna Cum Laude” dalam Anti-Aging Medicine Speacialization di Paris. Dia meraih gelar Master dalam Preventive & Anti aging Medicine di Dresden International University, Jerman.

Ibu dari satu putri yang juga menjadi dokter ini telah merilis 2 buku dengan penjualan laris, yaitu Perfect Beauty Anti Aging book dan The Power of A Man yang membahas kesehatan pria dan vitalitasnya. Tahun depan, buku besutan Deby akan dirilis dalam versi bahasa Inggris.

Tahun ini, Queen of Anti-Aging itu  akan menerbitkan text book Preventive, Regenerative and Anti-aging Medicine yang akan digunakan mahasiswa master anti-aging seluruh dunia. “Ini kehormatan sekaligus pencapaian buat saya. Saya butuh waktu hampir dua tahun untuk menuntaskan text book itu,” pungkasnya. (HG)

Memberdayakan Pedagang Bakso Menjadi Pengusaha Tangguh

Hidupgaya – PT Miwon Indonesia merilis program Pedagang Tangguh Miwon 7 di kantor Miwon Pulo Gadung (Jakarta Timur) dan Driyorejo (Jawa Timur) untuk menandai ulang tahun ke 45.

Gagasan inisiasi Pedagang Tangguh dilatarbelakangi oleh kepedulian dari Miwon dan Dompet Dhuafa terhadap kondisi para pedagang bakso skala mikro yang masih terbatas dalam aspek produksi, managerial dan pemasaran.

Keterangan gambar dari depan (berbaju batik): Presiden Direktur Miwon Indonesia Lim Duk Jin, Direktur Cornstrach Han in Cherl, Direktur CSR Dompet Dhuafa Herdiansah, dan Direktur PT Daya Dinamika Niaga Slamet Mulyadi (dok. ist)

Keterbatasan ini menjadikan mereka jauh tertinggal dan kalah kompetitif dibandingkan dengan pedagang lainnya. Apalagi saat ini hadirnya daging bakso impor di Indonesia semakin menambah keterpurukan pedagang bakso kecil, padahal mereka adalah para pedagang hebat yang mempunyai keahlian, kompetensi dan semangat besar untuk menjadi pedagang sukses.

Program yang digagas sejak tahun 2011 merupakan program pemberdayaan masyarakat yang difokuskan terhadap pedagang bakso sebagai sasaran program. Khusus tahun 2018, bantuan program diberikan kepada 40 pedagang bakso dengan sebaran wilayah 20 Jakarta dan 20 Surabaya, sehingga total mitra pedagang yang sudah dibina dari awal sampai saat ini sebanyak 390 orang.

Lim Duk Jin selaku Presiden Direktur PT. Miwon Indonesia berharap dengan program ini para pedagang bakso dapat lebih mandiri secara finansial. “Dengan begitu diharapkan dapat memperbaiki taraf hidup keluarganya dengan tetap menyajikan makanan halal, sehat dan layak konsumsi – bebas boraks, formalin dan pewarna tekstil,” ujarnya.

Miwon dan Dompet Dhuafa berkomitmen untuk membantu menguatkan eksistensi para pedagang bakso supaya tetap bertahan, mandiri, dan dipercaya oleh publik. Bentuk bantuan yang dilakukan berupa pemberian modal usaha (1 set gerobak dorong dan sarana penunjang), penguatan kapasitas mitra serta pendampingan usaha regular selama satu tahun.

Mengenai penguatan kapasitas, diimplementasikan melalui beragam pelatihan yang dapat menambah pengayaan dan pemahaman mitra mengenai aspek keamanan pangan, strategi pengembangan wirausaha, pengelolaan keuangan dan penguatan kelembagaan lokal.

Direktur CSR Dompet Dhuafa Herdiansah menambahkan, Dompet Dhuafa dalam program ini adalah sebagai mitra pelaksana program mulai dari seleksi pedagang, pengadaan perlengkapan usaha, sampai pendampingan intensif terhadap aspek kemajuan dan kemapanan bisnis pedagang bakso.

“Supaya program tepat sasaran, kami memiliki prosedur terkait seleksi dan verifikasi mitra melalui assessment yang komprehensif. Dengan terpilihnya mitra yang tepat maka efektivitas dan keberhasilan program berupa kemandirian ekonomi dapat terwujud,” ujarnya.  Hal ini sudah dibuktikan dengan peningkatan omzet dan penambahan daya beli oleh mitra pedagang yang sudah menerima bantuan program sebelumnya.

Herdiansyah melanjutkan, sasaran dari pedagang ini tidak hanya bagi laki – laki namun juga menyasar kaum wanita. Untuk tahun ini, dari total 40 pedagang yang dibantu terdapat 2 orang perempuan yang berdomisili di Surabaya. “Mereka sudah lama berjualan dan hasilnya digunakan untuk membiayai sekolah anak,” ujarnya.

Tujuan lain dari pogram ini memang untuk meningkatkan dan menguatkan peran perempuan sebagai pelaku usaha, sehingga tidak ada diskriminasi gender. (HG)

Web Series Perjaka Tong-Tong Raup 12 Juta Views, Apa Rahasianya?

Hidupgaya – Masyarakat dewasa tak bisa dipisahkan lagi dari media sosial, termasuk YouTube. Memanfaatkan momentum ini, majalah Popular dan Sensitif VIVO merilis “Perjaka Tong-Tong” web series yang mengisahkan seorang jomblo akut dan kaku, Vito (diperankan Adit Insomnia), yang bekerja sebagai akuntan di majalah dewasa itu.

Sassha Carissa bermain sebagai sosok model Sassha di web series Perjaka Tong-Tong

Pria ‘cupu’ berkaca mata ini belum pernah sekalipun merasakan yang namanya pacaran akibat terlalu malu dan tak pernah punya keberanian dalam menghadapi wanita. Namun diam-diam Vito terobsesi pada Sassha (diperankan Sassha Carissa), seorang model yang mempunyai jutaan penggemar lewat program “Tips Malam Jumat” di YouTube majalah dewasa Indonesia itu.

Hidup Vito yang membosankan dan tanpa harapan mendadak berubah total saat berkenalan dengan pegawai baru bernama Razi, fotografer playboy sekaligus anak dugem tulen, yang hidup dari pesta ke pesta. Bagi Razi, tiada akhir pekan tanpa pesta bersama gadis-gadis cantik hingga lepas kendali dan lupa hari.

Melihat kondisi Vito, Razi pun membuat misi super berat, yakni mewujudkan mimpi Vito untuk dekat dan party semalam suntuk bersama wanita impiannya, Sassha Carissa.

Web series bergenre komedi romantis ini tayang setiap Kamis jam 7 pagi di channel YouTube Popular Magazine Indonesia. Dibintangi oleh Adit Insomnia (Vito), Sassha Carissa (Sassha), Angga Desaputra (Razi), Putri Zairah (Dara), Siva Aprilia (Astri), Jazzy Calvina (Tari), Diora Dior (Lala), dan Nadya Pasha (Bu Bos).

Memasuki episode ke-6, Perjaka Tong-Tong ternyata mendapat sambutan luar biasa dari audiens dengan capaian lebih dari 12 juta total views dan terus bertambah secara signifikan.

Menurut Pemimpin Redaksi Popular, Faisal Rahim, salah satu keunikan web series ini adalah para penonton diajak terlibat dalam menebak dan menentukan jalan cerita antara episode satu dengan yang lain. “Di bagian akhir beberapa episode ada semacam voting tentang langkah apa yang akan diambil Vito selanjutnya, ini sangat menarik bagi viewers karena mereka merasa terlibat dalam menentukan jalan cerita selanjutnya,” kata Faisal dalam temu media di Jakarta, Rabu (7/11).

Web series ini terwujud berkat kolaborasi dengan Sensitif VIVO. Terkait hal itu Yoevan Wiraatmaja selaku Direktur Utama PT Danpac Pharma yang menaungi Sensitif VIVO menjelaskan strategi ini dilakukan sebagai upaya membangun brand awareness Sensitif Vivo melalui media audio visual yang lebih ekspresif, serta memiliki jalan cerita yang mudah dipahami.

“Diharapkan melalui kerja sama ini, penonton web series “Perjaka Tong-Tong” tidak hanya mendapatkan hiburan, namun dapat lebih memahami tentang nilai-nilai persahabatan, asmara, dan tanggung jawab untuk selalu menjaga kesehatan reproduksinya,” kata Yoevan di kesempatan yang sama.

Sassha Carissa bermain sebagai sosok model Sassha di web series Perjaka Tong-Tong

Dalam menggarap web series ini dipercayakan kepada rumah produksi Limelight Pictures, yang telah menelurkan karya seperti TV Series Cinta dan Rahasia dan Kesempurnaan Cinta.

Omar AA, Sutradara “Perjaka Tong-tong” mengaku tertantang untuk membuat adegan yang intense, seksi, namun tidak vulgar. “Ada ruang imajinasi yang diberikan untuk penonton di setiap scene-nya. Saya rasa ini adalah salah satu pelopor web series dengan konten dewasa dan lifestyle-millenial, namun tidak berlebihan dan masih sopan,” ujarnya.

“Karakter Vito dalam film ini adalah perwakilan dari mimpi setiap pria untuk bisa mendapatkan cewek cantik dan seksi. Kalau angkatan dulu punya American Pie, kalau generasi sekarang punya Perjaka Tong-Tong,” tandasnya.

Bersamaan dengan skrining Perjaka Tong-Tong, VIVO Sensitif juga merilis rangkaian produk terbarunya, antara lain berupa produk pelumas, aksesoris cincin elastis yang dapat membantu menunda ejakulasi secara alami, cincin getar yang dapat membantu menstimulasi pada saat berhubungan dengan pasangan, juga kondom dengan tingkat ketipisan hingga 0,03 mm beraroma teh hijau. (HG)

Teknologi Daur Ulang di Indonesia Masih Tertinggal

Hidupgaya – Industri makanan dan minuman (F&B) saat ini mengalami pertumbuhan pesat, salah satunya berkat inovasi pengemasan produk.

Menurut riset dari Euromonitor Internasional, penggunaan plastik saat ini makin popular di Indonesia, khususnya untuk sektor F&B dan consumer goods. Apalagi, Indonesia juga menjadi produsen karet terbesar kedua di dunia, sekaligus pemasok karet utama untuk pasar global, demikian menurut Indonesia Investment.

Ketua Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) Triyono Prijosoesilo mengatakan, tak hanya menjaga kualitas produk, pengemasan juga menjadi salah satu inovasi pemasaran yang membuat sebuah merek menonjol di pasaran.

“Agar bisa terkoneksi dengan setiap tren kemasan terkini, penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dengan berfokus pada pengembangan keterampilan dan peningkatan jumlah kemasan ramah lingkungan untuk keberlangsungan bisnis,” kata Triyono di sela-sela temu media menjelang dihelatnya pameran Plastics & Rubber Indonesia 2018 yang akan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, mulai 14 November mendatang.

Di kesempatan yang sama Direktur Eksekutif IPF Henki Wibawa, menambahkan isu global sustainability saat ini telah menjadi perhatian yang sangat penting. “Karena alasan itulah kita perlu kreatif melahirkan inovasi kemasan baru, dengan berpedoman pada 4R (reduce, reuse, recycle, recover),” bebernya.

Selain itu, Henki menambahkan, penting juga untuk terus meningkatkan produktivitas mesin lewat otomatisasi, mengingat saat ini kita menyasar pada generasi baru yang selalu update dengan teknologi terkini.

Sayangnya, teknologi daur ulang di Indonesia saat ini masih cukup tertinggal, demikian dilontarkan Ahmad Nuzuludin Business Development Director IPR. “Penting untuk kita terus mengupayakan kemajuan bersama, khususnya bagi pendaur ulang dan para pemilik bisnis. Hasilnya, bukan saja menghindarkan pencemaran lingkungan dari plastik, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi penyedia layanan teknologi informasi,” ujar Ahmad.

Nah, terkait dengan beragam isu tersebut, maka akan digelar Plastics & Rubber Indonesia 2018, pameran untuk industri pengolahan plastik dan karet berskala global di Indonesia.

Bersamaan dengan Drinktech Indonesia, Plaspak Indonesia, Mould & Die Indonesia, serta Printech Indonesia; pameran yang berlangsung selama empat hari, yaitu 14-17 November, menyajikan berbagai tren terkini di industri plastik, pengolahan minuman, serta teknologi dan solusi pengemasan.

“Pameran ini juga akan menghubungkan lebih dari 470 perusahaan dengan lebih dari 13.000 buyers dan profesional, lewat berbagai macam teknologi plastik dan karet yang komprehensif, serta seminar yang menampilkan inovasi dan peluang di industri terkait,” ujar Wiwiek Roberto, Project Director Pamerindo Indonesia, selaku penyelenggara pameran.

Wiwiek menambahkan, ratusan profesional di industri plastik dan karet, mulai dari proses pengolahan, pembuatan bahan baku, hingga pengemasan minuman akan hadir di acara ini. “Peserta pameran ini berasal lebih dari 20 negara. Termasuk Cina, Indonesia, Taiwan, Italia, Jepang, Singapura, dan Jerman. Karenanya, ratusan buyers dan supplier yang hadir akan mendapatkan banyak pilihan teknologi untuk memenangkan kompetisi bisnis, khususnya di pasar global,” jelasnya.

Pameran ini didukung penuh oleh berbagai asosiasi di bidang plastik dan karet serta F&B, seperti Indonesian Packaging Federation (IPF), Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), dan Perkumpulan Pelaku Daur Ulang Plastik Indonesia (IPR).

Selama pameran, mereka juga berbagi pengetahuan kepada para pengunjung, mengenai tantangan dan pengaplikasian teknologi terbaru untuk proses pengemasan yang berkesinambungan. (HG)