Hidupgaya.co – Dewasa ini, cara orang menggunakan rumah berubah lebih cepat dari desainnya. Desain yang terlalu spesifik dianggap sulit mengikuti penggunaan sehari-hari yang lebih praktis. Faktanya, di banyak rumah, satu ruang kini dipakai untuk bekerja, makan, dan beristirahat dalam waktu yang sama.
Muhammad Yusuf Attorik (Torik), Interior Design Leader, IKEA Indonesia menyampaikan, rumah adalah tempat sebuah sistem yang akan terus beradaptasi. Hal itu berdasarkan pengamatan bahwa kebutuhan di pagi hari tentu berbeda dengan malam hari, penggunaan ruang saat hari kerja akan berbeda dengan akhir pekan.
“Satu ruang harus mampu mengikuti berbagai perubahan tersebut tanpa perlu diatur ulang setiap saat,” ujarnya di acara forum arsitektur ARCH:ID 2026 yang dihelat di ICE BSD Tangerang Selatan, baru-baru ini.

berdasar fakta di lapangan, yang teBlihat bukan sekadar ruang berubah fungsi, tapi beberapa kebutuhan hadir dalam waktu yang sama. “Di situ, desain tidak lagi cukup hanya untuk satu hal saja, tapi harus bisa menampung perubahan tanpa harus repot karena banyak penyesuaian atau membuat friksi pada alur sebuah ruang,” cetusnya.
Perubahan yang sama juga terlihat di ruang publik. Area duduk yang awalnya tertata untuk satu kebutuhan, akan berubah ketika ada orang yang mulai menunggu lebih lama, berpindah-pindah, hingga dijadikan tempat berkumpul. “Ruang tetap digunakan sesuai fungsi awalnya, tetapi dalam waktu yang sama menampung kebutuhan lain yang muncul,” imbuh Torik.

Seiring banyaknya kebutuhan yang muncul, ruang tersebut lama kelamaan dapat terasa semrawut. Bukan karena ukurannya terbatas, tetapi karena cara pemanfaatannya berubah. Desain interior yang terlalu spesifik akan sulit menampung beberapa kebutuhan sekaligus.
Banyak situasi seperti ini terlihat jelas di rumah dengan zona khusus. Misalnya, ruang makan yang terlihat lapang bisa langsung terasa padat saat digunakan untuk bekerja sambil mendampingi anak. Area duduk yang rapi dapat kehilangan alur ketika orang mulai menggeser posisi untuk penggunaan baru seperti bekerja atau kegiatan lainnya.
Poinnya, sebut Torik, desain bukan tentang membuat ruang selalu terlihat rapi atau sempurna, tidak peduli apapun aktivitas yang dilakukan di dalamnya. “Yang lebih penting adalah bagaimana ruang itu tetap bisa digunakan, bahkan ketika dipakai dengan cara yang berbeda setiap hari,” pungkasnya. (HG).