Hidupgaya.co – Enam tahun hiatus, desainer senior Billy Tjong kembali ke panggung mode dengan misi yang berbeda. Jika dulu ia lebih banyak mengambil peran fashion designer, dalam beberapa tahun terakhir fokusnya berubah ke arah fashionpreneur.
Desainer mode yang identik dengan garis rancang feminin ini menularkan ilmu yang dimilikinya kepada muridnya dari berbagai wilayah Tanah Air, bahkan sampai luar negeri, melalui Billy Tjong Fashion Lab. Dari hanya lima murid, kini telah berkembang hingga 3.000 dalam kurun 6 tahun.
Desainer yang sudah berkiprah selama seperempat abad itu kembali ke panggung runway bersama 12 muridnya, menampilkan 28 koleksi bernuansa fuchsia (magenta) di ajang JF3 Fashion Festival 2026 di Fashion Tent La Piazza Summarecon Kelapa Gading Jakarta, Jumat (24/7).
Koleksi bertajuk koleksi bertajuk FUCHSIA – A Journey of Growth merefleksikan perjalanan pribadi yang mendalam mengenai kreativitas, craftsmanship, dan ekspresi diri.
“Lebih dari sekadar warna, fuchsia selalu memiliki tempat istimewa dalam dunia kreatif saya. Fuchsia itu warna favorit saya sejak kecil,” urai Billy dai acara temu media di Gafoy Summarecon Mall Kelapa Gading.

Dia menambahkan, ketertarikan terhadap fuchsia awalnya karena melihat kemasan kosmetik waktu menjaga toko sang kakak. “Warna itu terus membekas. Sejak menjadi desainer, fuchsia selalu hadir di koleksi saya, meski kadang hanya sebagai detail kecil yang mungkin tidak terlihat,” cetusnya.
Fuchsia telah hadir secara konsisten dalam berbagai koleksinya selama bertahun-tahun, kadang sebagai detail, terkadang sebagai aksen. “Namun belum pernah menjadi fokus utama,” bebernya.
Untuk pertama kalinya, fuchsia menjadi pusat perhatian melalui sebuah koleksi yang sepenuhnya didedikasikan untuk menampilkan energi yang berani serta karakter kuat yang dimilikinya.
Koleksi bernuansa magenta bold ini mengulas kembali berbagai momen penting dalam perjalanan desain Billy. Setiap tampilan terinspirasi dari fase-fase berbeda dalam kariernya, merefleksikan ide, siluet, teknik, dan eksplorasi kreatif yang telah membentuk identitasnya sebagai seorang desainer.

“Beberapa rancangan itu interpretasi baru dari karya sebelumnya, melalui pendekatan yang lebih kontemporer,” Billy mengakui.
Presentasi koleksi ini juga mengusung semangat pertumbuhan melalui kolaborasi, mengaburkan batas antara mentor dan talenta muda.
Alih-alih membedakan satu karya dengan karya lainnya, FUCHSIA mengajak audiens untuk menikmati keseluruhan koleksi sebagai sebuah kesatuan. “Penonton mungkin akan bertanya-tanya, mana desain yang berasal langsung dari Billy Tjong dan mana yang lahir dari murid,” ujarnya.
Secara visual, FUCHSIA – A Journey of Growth mengeksplorasi warna fuchsia dengan sentuhan rona merah yang memperkuat karakter hangat sekaligus berani.

Koleksi ini didominasi siluet fit-and-flare, dipadukan dengan beberapa rancangan berbasis korset yang telah menjadi bagian dari identitas desain Billy selama bertahun-tahun.
Eksplorasi material diwujudkan melalui penggunaan jacquard, organza, tulle organza dengan sentuhan DTF metalik, lace, dan tulle.
Beberapa tampilan diperkaya dengan aplikasi bunga tiga dimensi, teknik beading embroidery, serta draping pada konstruksi dartless bustier, menciptakan permainan tekstur dan dimensi yang memperkuat karakter setiap rancangan.
Perihal keputusannya kembali ke panggung runway bersama anak didiknya, Billy hendak menunjukkan bahwa seorang desainer juga harus mampu bertahan sebagai pelaku bisnis.
“Saya kembali bukan karena ingin tampil lagi, tapi ingin memberi contoh. Kalau saya mengajarkan bagaimana menjual karya, saya juga harus membuktikannya lewat karya saya sendiri,” tuturnya.

Momen ‘comeback’ itu juga dipersembahkan Billy untuk sang ibu yang kini berusia hampir satu abad. Sosok yang, tanpa disadari, telah memperkenalkannya pada dunia fashion melalui kebaya-kebaya yang dijahit semasa muda.
Sebagai penutup peragaan, Billy menghadirkan sebuah kebaya rajut yang menjadi tampilan paling personal dalam keseluruhan koleksi. Karya tersebut dipersembahkan untuk sang ibu yang hadir menyaksikan peragaan secara langsung.
Kebaya itu hadir dengan siluet yang sederhana dan tenang. Sebuah pengingat bahwa perjalanan yang panjang pada akhirnya membawa seseorang kembali kepada akar, kepada keluarga, dan kepada nilai-nilai yang membentuk dirinya sejak awal.
Keseluruhan koleksi ini terwujud berkat dukungan penuh dari Dpalais Moda, Bandung, sebagai mitra penyedia material utama yang memungkinkan visi kreatif koleksi ini diwujudkan secara utuh. (HG)