Hidupgaya.co – Breakfast is the best meal of the day. Ungkapan bijak ini kerap kita dengar sayangnya masih banyak orang yang mengabaikan sarapan atau bahkan tidak bisa mengakses makan bagi karena berbagai sebab. Padahal, sarapan merupakan ‘bahan bakar’ penting bagi tubuh untuk beraktivitas hingga siang menjelang.

Memandang pentingnya manfaat sarapan, selaras dengan momentum Pekan Sarapan Nasional (PESAN) tahun ini, PT Heinz ABC Indonesia (bagian dari The Kraft Heinz Company) melanjutkan kolaborasi bersama FoodCycle Indonesia dalam program donasi sarapan ‘Semangat Pagi Indonesia’. Melalui program ini lebih dari 21.000 paket sarapan yang dibagikan secara rutin selama periode tiga bulan kepada 500 anak-anak di beberapa panti sosial di kawasan Jabodetabek.

Ilustrasi menu sarapan (dok. istimewa)

Head of Legal & Corporate Affairs Kraft Heinz Indonesia – Papua Nugini, Mira Buanawati, menyampaikan pihaknya ingin ambil bagian dalam upaya mengentaskan kelaparan dan malnutrisi. “Hal ini seiring dengan komitmen global kami. Untuk itu, kami akan terus membangun kolaborasi untuk menghadirkan dampak positif di mana pun kami beroperasi, termasuk Indonesia,” ujarnya dalam temu media daring, Rabu (16/2/2022).

Tantangan kelaparan dan malnutrisi di Indonesia, sebut Mira, bukanlah sesuatu yang ringan, karenanya dibutuhkan kolaborasi yang kuat yang melibatkan semua pihak. “Kami berkomitmen untuk terus mengambil langkah aktif untuk bersama-sama menjadi bagian dari solusi sekaligus menginspirasikan hadirnya gerakan-gerakan kemanusiaan yang lebih besar,” tuturnya.

Mira menambahkan, program itu sekaligus sebagai bentuk nyata dari komitmen Kraft Heinz secara global untuk ikut aktif berperan dalam memerangi kelaparan dan malnutrisi di seluruh dunia.

Dalam implementasi pembagian paket sararapan, PT Heinz ABC Indonesia berkolaborasi dengan FoodCycle Indonesia, sebuah yayasan nirlaba sekaligus salah satu ‘food bank’ di Indonesia, untuk bersama-sama menyalurkan donasi makanan secara rutin kepada para kelompok masyarakat rentan di Indonesia.

Disampaikan Mira, program ‘Semangat Pagi Indonesia’ memang ditujukan untuk membantu menyediakan sarapan pagi yang cukup bagi anak-anak yang kurang beruntung, sekaligus sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi dalam upaya meningkatkan tumbuh kembang mereka.

Kesempatan sama, General Manager FoodCycle Indonesia, Cogito Ergo Sumadi Rasan, mengakui isu kelaparan dan ‘menyia-yiakan’ makanan (foodwaste) masih menjadi tantangan bersama. Terutama di masa pandemi COVID-19 yang meningkatkan jumlah keluarga miskin di Indonesia, yang menurunan akses terhadap pangan bergizi.

“Sebagai bank makanan yang ada di Indonesia, kami menghadirkan program Semangat Pagi Indonesia dengan membawa misi untuk memberikan asupan nutrisi kepada anak-anak kita yang masih belum bisa mengonsumsi sarapan dengan layak,” ujar Cogito.

Imas, selaku pengurus Yayasan Adz Dzikri Bintaro sebagai salah satu mitra penerima bantuan mengungkapkan manfaat yang dirasakan selama mengikuti program donasi sarapan. “Masa pandemi ini sangat menyulitkan anak-anak didik kami yang kebanyakan yatim dan dari keluarga dhuafa. Bantuan paket sarapan bergizi dari FoodCycle dan PT Heinz ABC Indonesia sangat membantui. Mereka pun jadi semakin antusias sekali dalam mengikui pelajaran,” bebernya.

Untuk diketahui, PT Heinz ABC Indonesia telah memulai kolaborasi bersama FoodCycle Indonesia dalam program Semangat Pagi Indonesia sejak 2021 dan telah mendistribusikan setidaknya 16.800 paket sarapan pagi bagi 400 anak. Mengawali tahun ini, PT Heinz ABC Indonesia akan melanjutkan dukungannya pada program donasi sarapan gelombang ketiga dengan cakupan yang lebih luas.

Dalam program ini akan disalurkan 21.000 paket sarapan yang terdiri dari Susu Kedelai ABC, Biskuit Bayi Farley, produk kemasan Ikan Sarden ABC, serta minuman rasa buah Mr. Jussie ABC. Pendistribusian akan dilakukan tiga kali dalam seminggu selama tiga bulan kepada lebih kurang 500 anak dari 7 mitra Front Line Organization (FLO), baik panti asuhan maupun yayasan sosial kemasyarakatan di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

Tentu saja, sebagai bagian dari komitmen terhadap kualitas dan transparansi, seluruh proses distribusi dilakukan dengan mengikuti standar keamanan pangan yang ketat serta sistem pendataan penerima yang lengkap dan terukur. (HG)