Hidupgaya.co – Kerontokan rambut menjadi hal yang meresahkan, karena bisa berujung kebotakan jika tak ditangani dengan tepat. Kapan kerontokan rambut dikatakan normal dan kapan harus ditangani agar tak berujung pada kebotakan?

“Kerontokan rambut dianggap normal antara 50-100 helai per hari. Bila kerontokan lebih dari 100 helai dianggap tidak normal. Kalau repot menghitung helai rambut, pakai sistem genggaman tangan saja. Kalau kerontokan rambut mencapai dua genggam rambut itu tidak nornal,” terang dr. Elisabeth Ryan, Sp.DVE, dermatolog yang berpraktik di Nallura Clinic Jakarta Selatan.

Dia menyampaikan, penyebab kerontokan rambut beragam, antara lain genetik dan hormon menjadi faktor terbesar dengan kontribusi 35 persen dari seluruh kasus. “Stres dapat berkontribusi pada kerontokan rambut hingga 24 persen. Selain itu kekurangan nutrisi, infeksi kulit kepala dan efek samping obat atau penyakit, kondisi pascamelahirkan dan PCOS juga turut menyumbang kerontokan rambut,” imbuh dr. Elisabeth di acara pembukaan Nallura Clinic, Selasa (9/6)

Lebih lanjut dr. Elisabeth mengungkap, pola kerontokan pada pria dan wanita pun berbeda secara klinis. Pada pria, kerontokan bermula dari garis rambut yang mundur dan penipisan di ubun-ubun, dan dapat muncul sejak usia 20-an akibat pengaruh hormon DHT/dihidrotestosteron.

Kebotakan pria juga bisa dipicu faktor genetik yang bahkan bisa berujung pada kebotakan total jika dibiarkan.

Ilustrasi rambut rontok

Adapun pada wanita, kerontokan lebih terlihat dari bagian tengah kepala yang semakin menipis melebar, dan dapat dipicu oleh ketidakseimbangan hormon seperti PCOS (sindrom ovarium polikistik), menopause, stres, hingga kekurangan nutrisi. “Kerontokan wanita umumnya tidak separah laki-laki karena masih ada hormon estrogen,” ujar dr. Elisabeth.

Namun demikian, kerontokan rambut pada wanita bisa juga parah jika terjadi ketidakseimbangan hormon, misalnya diet ketat yang membuat nutrisi tertentu hilang sehingga dapat mengacaukan hormon, atau kondisi penyakit tertentu yang memicu kerontokan rambut.

Untuk mengatasi kerontokan rambut, diagnosis perlu ditegakkan untuk mencari penyebabnya. “Tak semua kerontokan rambut cocok dengan satu jenis perawatan. Pemilihan perawatan yang keliru justru bisa memperburuk kondisi, buang waktu dan biaya,” cetusnya.

Di Nallura Clinic, sebut dr. Elisabeth, kerontokan rambut ditangani dengan pendekatan personal, dimulai dari diagnosis trikoskopi berbasis AI (kecerdasan buatan) hingga rangkaian perawatan seperti PRP (platelet rich plasma), laser Fotona, hingga Regenera Activa EVO Dermomine, teknologi cangkok mikro yang mengekstrak faktor pertumbuhan langsung dari kulit kepala pasien.

Menurutnya, folikel rambut yang masih aktif jauh lebih mudah dirangsang untuk tumbuh kembali sehingga kebotakan dapat diminimalkan.

Pasien yang akan menjalani perawatan rambut harus melalui sebuah proses atau perjalanan untuk mencapai hasil optimal. Langkah yang harus dilalui mencakup konsultasi, diagnosis fotofinder, dilanjutkan rencana terapi, kemudian perawatan dan masa tindak lanjut untuk mengecek pertumbuhan rambut.

“Perawatan rambut itu perjalanan. Di sini pasien tidak akan sendirian, kita lakukan konsultasi dan evaluasi rutin setiap bulan untuk memantau perkembangan,” tandas dr. Elisabeth.

The Art of Happy Aging

Kesempatan sama, ‎dr Pieter Andreas Lumban Raja memaparkan Nallura Clinic hadir sebagai klinik gaya hidup yang mengusung filosofi happy aging. “Maksudnya bukan sekadar tampil muda, melainkan tetap sehat, aktif, dan percaya diri di setiap fase kehidupan,” ujarnya.

dr. Elisabeth Ryan, Sp.DVE, dermatolog di Nallura Clinic menjelaskan rambut rontok dan terapinya (dok. Hidupgaya.co)

Happy aging berarti menikmati pertambahan usia dengan bahagia. “Tujuannya bukan hentikan pertambahan usia melainkan jaga kualitas hidup seiring bertambahnya usia,” terang dr. Pieter.

Tren kecantikan juga berubah. Kalau dulu muka tirus amat digemari, kini beralih fokus pada penampilan sehat alami. Lebih lanjutt dia menjelaskan, bahwa aging terjadi di semua lapisan wajah, bukan hanya di lapisan kulit luar. “Aging tak hanya di lapisan kulit, namun lemak juga berkurang, lapisan otot menurun, tulang juga mengalami perubahan,” ulasnya.

Untuk merawat wajah seiring bertambahnya usia, Nallura Clinic menggunakan kombinasi Thermage, untuk kulit bagian luar, dan Ultherapy untuk kulit bagian dalam sehingga pengencangan optimal.

Thermage adalah perawatan kecantikan non-bedah yang menggunakan teknologi Radiofrequency (RF) untuk mengencangkan kulit, mengurangi kerutan, dan merangsang produksi kolagen baru. Prosedur ini digunakan untuk mengatasi kulit kendur di area wajah, leher, sekitar mata, hingga area tubuh lainnya tanpa sayatan.

Adapun Ultherapy merupakan perawatan kosmetik non-bedah untuk mengencangkan dan mengangkat kulit wajah, leher, dan area dada menggunakan teknologi gelombang ultrasound.

Tim medis lintas disiplin menggawangi Nallura Clinic (dok. ist)

Prosedur ini menstimulasi produksi kolagen alami untuk menyamarkan kerutan dan memperbaiki kontur wajah tanpa waktu pemulihan.

“Kombinasi perawatan itu akan menghasilkan kualitas kulit lebih baik dengan hasil natural. Kulit terlihat makin sehat,” tandas dr. Pieter.

Integrasi teknologi, medis, dan wellness dalam satu pengalaman

Tren kesehatan dan kecantikan global saat ini telah mengalami pergeseran signifikan. Bila sebelumnya fokus masyarakat lebih banyak tertuju pada upaya untuk terlihat lebih muda, kini paradigma tersebut berkembang menjadi pendekatan yang lebih holistik: bagaimana seseorang dapat menua dengan sehat, aktif, produktif, dan tetap memiliki kualitas hidup yang optimal.

Menjawab kebutuhan tersebut, Nallura Clinic resmi membuka klinik di kawasan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan
mengusung konsep Happy Aging yang mengintegrasikan layanan wellness, kesehatan,
estetika, dental care, hingga pain intervention management dalam satu ekosistem layanan
medis yang komprehensif.

Dini Sagita, COO Nallura Clinic, mengungkap bahwa kehadiran Nallura merupakan langkah awal dalam menghadirkan pendekatan baru terhadap kesehatan, wellness, kecantikan, dan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Dini Sagita, COO Nallura Clinic (dok. Ist)

“Bagi kami, Happy Aging bukan hanya terlihat lebih muda, tetapi tentang tetap sehat, aktif, nyaman, percaya diri, dan bahagia di setiap fase kehidupan,” ujarnya di acara pembukaan Nallura Clinic.

Mengusung semangat Elevating Beauty, Redefining Wellness, Nallura Clinic berharap dapat menjadi mitra tepercaya bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani perjalanan menuju hidup yang lebih sehat, aktif, percaya diri, dan bahagia di setiap tahap
kehidupan. (HG)