Lanjut ke konten

Mari Dukung Komitmen Baru The Body Shop: Memperkaya Bukan Mengeksploitasi

09/05/2016

Hidupgaya – Sejak lama, saya menaruh hormat kepada perusahaan ini. Yup, The Body Shop bukan sekadar perusahaan yang menjual kosmetik atau skincare kepada pelanggan, namun bergerak jauh melampaui hal itu.

Ketika Anita Roddick mendirikan perusahaan The Body Shop 40 tahun silam, perempuan aktivis pencinta lingkungan itu ingin perusahaanya harus memiliki tujuan yang berbeda dengan perusahaan lain.

Media membubuhkan tanda tangan sebagai dukungan terhadap komitmen baru The Body Shop.

Media membubuhkan tanda tangan sebagai dukungan terhadap komitmen baru The Body Shop.

Tak sekadar berpikir meraup keuntungan, namun Roddick bertekad bisnis yang dibangunnya ini juga mampu berkontribusi bagi lingkungan, membawa perubahan positif bagi dunia.

Seperti dituturkan Suzy Hutomo, Executive Chairwoman The Body Shop Indonesia, Anita Roddick merupakan sosok yang unik. “The Body Shop di bawah Anita Roddick adalah yang pertama mengatakan bisnis tak bisa dijalankan tanpa prinsip-prinsip etika,” kata Suzy dalam temu media di Jakarta, beberapa waktu lalu menandai perayaan 40 tahun The Body Shop sekaligus meluncurkan pesan global ‘Enrich Not Exploit (It’s In Our Hands)’.

Suzy, yang juga dikenal sebagai pebisnis dan juga pembela lingkungan yang tangguh lantas mengisahkan, Anita sejatinya adalah aktivis, bukan pebisnis tulen. Karena anaknya ketika itu butuh biaya sekolah, sementara suaminya melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia,  Anita memutuskan membuka The Body Shop.

Jadi bisa dibilang membuka The Body Shop adalah keharusan untuk memenuhi kebutuhan. Di luar dugaan, The Body Shop mendapat respons sangat positif dari para pelanggan. “Spirit (semangat) The Body Shop adalah perubahan, about changes. Menjaga planet ini dan orang-orang lebih baik. Maka dari itu, Anita sangat menentang praktik bisnis yang tidak baik,” terang Suzy.

Jajaran direksi dan manajemen The Body Shop bersama bintang tamu Andien dan 3 pelukis mural dalam peluncuran komitmen baru The Body Shop.

Jajaran direksi dan manajemen The Body Shop bersama bintang tamu Andien dan 3 pelukis mural dalam peluncuran komitmen baru The Body Shop.

Anita Roddick merupakan komunikator yang baik. Dia misalnya, bisa menyampaikan pendapatnya tanpa kesan menggurui dan mampu menarik perhatian. “Anita pribadi yang lucu, mudah menarik perhatian orang lain. Dia komunikator yang baik,” aku Suzy yang beberapa kali bertemu dengan pendiri The Body Shop sebelum ia meninggal.

Lebih lanjut Suzy menambahkan, “Orang sering keliru antara Anita Roddick ini aktivis atau pebisnis. Namun dia bisa menjalani keduanya. Toko menurut Anita bukanlah hanya tempat transaksi jual beli. Di pasar tradisional dulu, para ibu sering berbagi pengalaman, sharing story. Toko jadi community space untuk menciptakan perubahan.”

Itulah makanya, semua toko The Body Shop seluruh dunia tak hanya sebagai tempat jual beli produk, namun sekaligus sebagai tempat untuk mengomunikasikan pesan kepada pelanggan.

Salah satu prinsip etika The Body Shop adalah melawan uji coba kosmetik pada hewan, yang terkenal dengan jargon ‘Against Animal Testing’. The Body Shop kukuh menjalankan nilai ini selama lebih dari 20 tahun. “Hingga suatu ketika Uni Eropa juga menyerukan hal yang sama. Mereka melarang uji coba kosmetik pada hewan,” beber Suzy.

Suzy Hutomo, Executive Chairwoman The Body Shop Indonesia.

Suzy Hutomo, Executive Chairwoman The Body Shop Indonesia.

Tidak mengeksploitasi hewan, juga lingkungan menjadi hal yang lumrah dilakukan perusahaan yang berkantor pusat di Inggris ini. The Body Shop memiliki produk ‘terlaris sepanjang masa’ yaitu seri White Musk. Nah, musk berasal dari kelenjar dari rusa yang dibikin wewangian.

Namun alih-alih menggunakan kelenjar rusa asli, The Body Shop memilih menggunakan bahan sintetis yang mirip dengan aroma musk ini. “Itulah makanya dinamakan White Musk. White artinya kurang lebih beretika. Musk yang beretika dibuat dari sintetis musk sehingga tak perlu merusak, atau mengorbankan rusa,”  jelas Suzy.

Anita Roddick, pendiri The Body Shop.

Anita Roddick, pendiri The Body Shop.

Kini, di tahun 2016, meski Roddick telah tiada, perempuan aktivis juga pebisnis itu telah meninggalkan sebuah perusahaan yang terus melakukan revolusi dengan berbagai pendekatan untuk  melindungi bumi, hewan, konsumen, dan karyawannya.

Komitmen The Body Shop tahun ini dilanjutkan dengan kampanye Enrich Not Exploit (I’ts in Our Hands) atau yang diterjemahkan sebagai “Memperkaya Bukan Mengeksploitasi”.

Dalam komitmen baru itu terdapat kata “It’s in our hand”, yang maksudnya adalah bukan The Body Shop saja yang ikut memelihara kesejahteraan alam, tetapi juga pelanggan The Body Shop.

“Di komitmen ini, kita juga mengajak costumer kita untuk ikut melindungi keanekaragaman alam,” kata Suzy.

Suzy pun berharap, dengan komitmen baru ini akan membantu The Body Shop untuk mencapai tujuannya menjadi bisnis global yang paling beretika dan berkelanjutan di dunia. The Body Shop berharap melalui komitmen baru ini akan dicapai di tahun 2020.

Produk wewangian terlaris sepanjang masa The Body Shop White Musk.

Produk wewangian terlaris sepanjang masa The Body Shop White Musk.

3 Pilar Enrich Our Planet, Enrich Our People dan Enrich Our Products

Setelah 40 tahun dengan 5 brand values utama: Protect The Planet, Against Animal Testing, Activate Self Esteem, Support Community Fair Trade, Defend Human Rights, The Body Shop merasa telah tiba saatnya untuk merangkum kembali misi dan spirit dari The Body Shop.

Komitmen baru ini akan diterapkan melalui 3 Pilar yaitu Enrich Our Planet, Enrich Our People dan Enrich Our Products. Ketiganya berada dibawah komitmen baru  ‘Enrich Not Exploit (It’s In Our Hands)’.

“The Body Shop selalu percaya bahwa bisnis bisa menjadi kekuatan untuk kebaikan dan juga untuk membuat perubahan yang positif. Komitmen baru ini akan diterapkan melalui tiga pilar, yaitu Enrich Our Planet, Enrich Our People dan Enrich Our Products,” ulas Suzy.

Komitmen  baru  ini dikatakan Suzy  membawa  semangat  baru  untuk  unusual  business  yang dijalankan The Body Shop. Komitmen ini menegaskan posisinya sebagai pionir dalam bisnis global yang paling beretika dan berkelanjutan di dunia.

Dengan berbelanja produk The Body Shop, pelanggan dapat terlibat dalam pelestarian keragaman hayati.

Dengan berbelanja produk The Body Shop, pelanggan dapat terlibat dalam pelestarian keragaman hayati.

Rika Anggraini, GM Corporate Communication The Body Shop Indonesia di kesempatan yang sama menambahkan, komitmen baru ini tidak mengubah 5 Value yang sudah diusung The Body Shop. “Dalam kampanye Enrich Not Exploit ada target global. Namun secara keseluruhan The Body Shop ingin memberikan janji sebagai perusahaan yang melakukan perubahan melebihi apa yang pernah dilakukan.”

Rika mencontohkan masing-masing aspek 3 Pilar yang dipegang The Body Shop. Contoh nyata aplikasi aspek Enrich Our People adalah The Body Shop mengharuskan seluruh pegawainya di penjuru dunia untuk melakukan kerja sukarelawan untuk masyarakat minimal satu tahun sekali dengan total waktu 250.000 jam pertahun. “Ini sudah kami lakukan. Para karyawan bisa melakukan inisiatif sendiri untuk kerja menjadi relawan ini,” kata Rika.

Untuk aplikasi komitmen Enrich Our Product, The Body Shop memastikan 100 persen bahan alami yang digunakan berasal dari sumber lestari yang melindungi hutan dan habitat di sekitarnya, serta melakukan penjelasan lengkap terhadap bahan yang digunakan.

Terakhir, pada komitmen Enrich Our Planet, The Body Shop sudah lama berkomitmen untuk menggunakan kemasan dari olahan limbah plastik dan mendaur ulang kemasannya sendiri.

Komitmen baru The Body Shop: Enrich Not Exploit (It's In Our Hands).

Komitmen baru The Body Shop: Enrich Not Exploit (It’s In Our Hands).

Sebagai perusahaan beretika dalam berbisnis, The Body Shop senantiasa mencari inovasi baru. Misalnya, kemasan produk The Body Shop selama ini terbuat dari recycled plastic (plastik daur ulang). “Namun sekarang ini ada teknologi yang lebih maju yang lebih ramah lingkungan. Nantinya plastik akan diganti dari gas metana yang dihasilkan oleh peternakan sapi. Kami sudah menguji dan ini bisa jadi kemasan yang cukup baik untuk wadah body lotion.  Kemasan baru ini akan rilis tahun depan,” ujar Rika.

Pelestarian Hutan Batang Toru

The Body Shop juga segera melakukan kampanye untuk pelestarian hutan Batang Toru di Sumatera Utara yang melupakan habitat hewan-hewan langka seperti orang utan, harimau, tapir, dan lainnya.

Mengomentari aktivitas ini, Suzy mengatakan, “Langkah perjalanan hidup kita tak dapat lepas dari kerusakan lingkungan dan kesenjangan sosial. Itulah mengapa kita harus memperkaya bumi, komunitas, dan negara kita, dan bukan malah mengeksploitasinya. Kami terus berharap agar kami dapat mendorong perubahan yang positif di atas bumi kita, di dalam komunitas kita, serta bagi Indonesia kita bersama.”

Ini untuk pertama kalinya inisiatif The Body Shop Indonesia dalam program  pelestarian keanekaragaman hayati. Program ini disusun dengan  konsep bio-bridges di Hutan Batang Toru, Sumatera Utara yang dijadikan sebagai proyek global oleh The Body Shop International.

Suzy Hutomo menjelaskan tentang program pelestarian Hutan Batang Toru di Sumatera.

Suzy Hutomo menjelaskan tentang program pelestarian Hutan Batang Toru di Sumatera.

Rika menjelaskan, program bio-bridges di Batang Toru, Sumatera Utara akan dimulai pada Juli 2016. Program ini adalah bagian penting dari  pelaksanaan komitmen baru di Indonesia karena akan membantu melestarikan keanekaragaman hayati di negara ini.

Pembakaran hutan Indonesia yang terjadi barubaru  ini  mengingatkan  kita  akan  pentingnya  usaha  perlindungan  hutan.  “Hutan Batang Toru merupakan rumah bagi orangutan dan harimau Sumatera yang hampir punah, juga fauna terancam lainnya seperti siamang, tapir dan pangolin (trenggiling),” ujar Rika.

Bio-bridges diterjemahkan sebagai sebuah koneksi dari dua atau tiga kawasan hutan. “Orangutan itu kalau kawin harus mencari pasangan dari luar wilayah, maka harus dibuat koneksi ke wilayah lain. Habitat mereka terpisah karena aktivitas pertambangan atau pembukaan lahan,” jelas Rika.

Rika Anggraini, GM Corporate Communication The Body Shop Indonesia.

Rika Anggraini, GM Corporate Communication The Body Shop Indonesia.

Dalam proyek ini, The Body Shop bekerja sama dengan mitra lokal, Orang Utan Land Trust dan Yayasan Ekosistem Lestari untuk membangun koridor konservasi yang penting bagi kelanjutan spesies ini.

Di dalam komitmen baru Enrich Not Exploit ( It’s In Our Hands), The Body Shop mengajak pelanggan untuk ikut melindungi keanekaragaman hayati hutan Indonesia. Rika menambahkan, dalam proyek konservasi Hutan Batang Toru, The Body Shop akan mengajak pelanggan untuk ikut serta dengan cara berdonasi melalui kasir mulai Juni 2016.

Secara global, The Body Shop International juga akan memberikan donasi sebesar 50.000 Poundsterling pada ini. Donasi tersebut  akan disalurkan melalui mitra lokal dan untuk tahap awal  akan  dialokasikan  untuk  upaya  pembentukan  Forest  Management  Unit,  investigasi  lahan  untuk pengembangan bio-bridges, dan proses hukum untuk memastikan status perlindungan bagi lokasi-lokasi kunci pengembangan bio-bridges.

“Program pelestarian keanekaragaman hayati di Hutan Batang Toru, Sumatera Utara telah disetujui untuk menjadi proyek  The Body  Shop secara global. Ini merupakan pertama kalinya isu di Indonesia yang masuk dan didukung ke ranah global. Kami memang bukan yang paling besar, namun untuk hal ini kami berada di depan. Terpenting, orang-orang yang memakai kosmetik The Body Shop bisa berbuat sesuatu bagi lingkungan,” tandas Suzy.

Mari kita dukung!

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: