Lanjut ke konten

Ini Alasan Mengapa Penting Pilih Kosmetik Halal

06/05/2016

Hidupgaya – Kosmetika merupakan salah satu cara untuk mendukung kecantikan perempuan. Namun, tak jarang bahan-bahan yang digunakan dalam kosmetik itu mengandung kimia, yang belum jelas kehalalannya.

PT Tempo Scan Pacific, melalui PT Barclay Products mengadakan sosialisasi produk kosmetik halal bertajuk ‘Marina #SaatnyaBersinar #HalalItuSehat’.

Kosmetik halal

Kosmetik halal

Kesadaran perempuan Indonesia dalam memilih produk kecantikan yang aman digunakan kini semakin meningkat. Salah satu kriteria produk aman tersebut adalah produk yang mengandung bahan alami, berkualitas, serta terdaftar pada  BPOM dan bersertifikasi halal dari MUI.

Hal tersebut diketahui melalui survei yang diadakan oleh brand kecantikan Marina. Pada awal 2016, Marina mengadakan riset yang melibatkan 1.188 wanita Indonesia berusia 15 hingga 35 tahun.

Hasil riset menunjukkan, 97 persen responden mengaku bahwa produk kecantikan yang memiliki sertifikasi halal MUI (Majelis Ulama Indonesia) serta nomor BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) adalah hal yang penting demi menjamin keamanan.

Dari riset tersebut juga diketahui bahwa empat dari lima perempuan menganggap bahwa produk kecantikan halal harus mengandung bahan-bahan yang alami.

“Hasil riset kami menunjukkan bahwa halal tidak hanya dipersepsikan sebagai suatu produk yang bebas dari bahan non halal, tetapi juga dipersepsikan sebagai bahan yang alami, aman, dan bisa digunakan untuk jangka panjang,” kata Melani Dwi Astuti, Deputy General Manager Marina di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Pusat, kemarin.

Lebih lanjut Melani mengatakan, proses halal diawali dari pemilihan bahan-bahan yang dijaga dalam proses produksinya sehingga hasilnya menjadi produk yang aman digunakan.

Dengan demikian, label halal pada produk kecantikan bukan hanya milik golongan tertentu saja, karena saat ini semakin banyak perempuan yang membutuhkan keamanan dan kualitas yang terjamin dalam produk kecantikan yang dipakainya.

Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis kulit dan kelamin Dewi Inong mengatakan, status halal bagi suatu produk kecantikan dinilai atas dua hal. Yaitu pemilihan bahan baku serta proses pembuatannya yang sangat dijaga.

Dokter yang praktik di RSIA Permata Cibubur itu bercerita, banyak pasiennya yang bertanya-tanya tentang produk kecantikan halal. Lantas mengapa sebuah produk yang tidak dikonsumsi atau non pangan harus memiliki sertifikasi halal?

“Salah satu bahan kosmetik yang tidak aman adalah gliserin dan merkuri. Gliserin ada di setiap kosmetik dan banyak dibuat pakai bahan yang non halal. Kalau merkuri saat dipakai, dia akan meresap lewat pori-pori dan masuk ke dalam darah. Kalau dipakai oleh ibu hamil, saat melahirkan anaknya bisa berpotensi autis,” kata Dokter Inong.

Untuk itu, Inong menyarankan agar para perempuan lebih cermat memilih produk kecantikan yang aman digunakan. Salah satunya adalah pilih produk tanpa kandungan bahan kimia.

“Pilih juga yang ada kandungan antioksidannya. Misalnya jeruk untuk melindungi kulit agar lembap, dan mulberry untuk mengurangi pembentukan pigmen kulit,” kata ibu dua anak ini.

Kampenye Marina ini merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilih kosmetik halal dengan bersertifikasi langsung dari BPOM dan MUI.

Cantik Tak Harus Putih

Inong lebih lanjut menjelaskan, banyak pasien yang datang kepadanya karena salah memilih kosmetik. Kebanyakan perempuan ingin tampil lebih putih, karena menurut anggapan mereka putih itu cantik.

Menurut Inong, untuk menjadi cantik, perhatian utama harus berfokus pada hal-hal yang diperlukan kulit dan bahan yang terkandung dalam kosmetik, sebelum diaplikasikan ke tubuh. Kosmetik berbahan alami, menurut Inong, masih jadi pertimbangan utama konsumen.

Cantik yang baik itu, menurut dokter kulit ini, adalah cantik yang sehat. Banyaknya kasus penyakit kulit turut menimbulkan perhatian banyak pihak agar lebih berhati-hati memilih kosmetik.

Berdasarkan pengalamannya sebagai dokter spesialis kulit, Inong banyak mendapati konsumennya menjadi korban bahan berbahaya yang terkandung dalam kosmetik. Ia menuturkan banyak kosmetik mengandung bahan merkuri dan hidrokinon. Keduanya berbahaya karena bisa merusak jaringan sel kulit. Lebih parah lagi, bisa menimbulkan kanker kulit.

Merkuri dan hidrokinon bisa merusak melanin yang ada di permukaan kulit. Sedangkan melanin berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.

Inong menandaskan, konsumen harus teliti sebelum membeli produk kecantikan. Bukan mengutamakan agar kulit menjadi putih, tapi utamakan kulit cantik karena kandungan yang terdapat dalam kosmetik pun baik dan sehat. (HG)

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: