Skip to content

Bring Back Our Bottle: Cara Cerdik Selamatkan Lingkungan ala The Body Shop

14/05/2016

Hidupgaya – Buat pencinta produk-produk The Body Shop, salah satu kebiasaan positif adalah mengumpulkan kemasan atau botol bekas. Bukan cuma dikumpulkan, karena sejumlah botol bekas ini bisa ditukarkan dengan produk The Body Shop dengan potongan harga.

The Body Shop mengajak pelanggan berpartisipasi dalam program BBOB dan mendapatkan potongan harga untuk pembelian produk.

The Body Shop mengajak pelanggan berpartisipasi dalam program BBOB dan mendapatkan potongan harga untuk pembelian produk.

Dalam program bertajuk Bring Back Our Bottle (BBOB), The Body Shop menerima botol-botol bekas dari pelanggan, untuk selanjutnya didaur ulang bekerja sama dengan komunitas lokal yang memiliki program pemanfaatan plastik untuk didaur ulang.

Dalam Sustainability Report The Body Shop Indonesia 2015/2016 disebutkan, saat ini perusahaan kosmetik yang didirikan Anita Roddick asal Inggris ini fokus mengelola BBOB di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, dan Bali, serta bekerja sama dengan Waste4Change, Pundi Sampah, Komunitas Nol Sampah, dan EcoBali Recycling.

Hingga tahun ini sudah sekitar 1.133.620 botol kosong yang dikembalikkan dari total produk jual atau 17,3 persen.

Kuartal pertama 2016 menandai titik balik yang positif atas inisiatif The Body Shop untuk mengajak konsumen untuk mengembalikan botol kemasan kosongnya sejak 2008. Atas prakarsa ini, The Body Shop Indonesia meraih penghargaan Inisiatif Produsen Dalam Pengurangan Sampah dari Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 5 Maret silam.

Penghargaan yang diberikan di Makassar ini diberikan untuk program BBOB yang didukung penuh para pelanggan loyal The Body Shop.

The Body Shop meluncurkan komitmen baru global Enrich Not Exploit (It's In Our Hands)

The Body Shop meluncurkan komitmen baru global Enrich Not Exploit (It’s In Our Hands)

Menurut GM Corporate  Communications The Body Shop Indonesia, Rika Anggraini, inisiatif program BBOB merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk mengelola kembali kemasan produk yang telah sampai di tangan pelanggan.

Setiap bulan, The Body Shop Indonesia rata-rata menerima 94.468 botol kosong di tokonya.

Rika mengatakan, saat ini The Body Shop tengah melakukan perubahan pada kemasan produknya. “Yang selama ini terbuat dari plastik yang bisa didaur ulang, nantinya kemasan itu akan dibuat dari gas metan yang dihasilkan dari peternakan sapi. Diharapkan kemasan baru ini siap rilis pada tahun depan,” ujarnya.

Yang tak kalah penting, dan hal ini diumumkan kepada media massa di Jakarta, April silam, adalah The Body Shop meluncurkan komitmen baru ‘Enrich Not Exploit’ (It’s In Our Hands) yang menandai babak baru perjalanan bisnis yang didirikan sejak 1976.

Menandai komitmen baru, The Body Shop merilis 'CHANGE' hand cream edisi terbatas yang desain kemasan dicptakan oleh seniman terkemuka, Ben Eine.

Menandai komitmen baru, The Body Shop merilis ‘CHANGE’ hand cream edisi terbatas yang desain kemasan dicptakan oleh seniman terkemuka, Ben Eine.

“Perubahan ini merupakan sebuah sinyal untuk sesuatu yang lebih baik, memperluas dan memperdalam program dan tentu saja tidak mengurangi apa yang telah kami upayakan saat ini,” Kata Executive Chairwoman The Body Shop Indonesia, Suzy Hutomo.

23 tahun lalu Suzy dan suaminya membawa bisnis The Body Shop ke Indonesia karena ‘tersentak’ oleh inspirasi dari Anita Roddick bahwa bisnis harus dijalankan dengan prioritas yang benar, yakni Planet, People dan Profit.

“Urutan prioritas dalam semboyan yang kami adopsi tersebut tak boleh dibalik,” kata Suzy.

Yang unik dari komitmen baru The Body Shop ini adalah juga melibatkan pelanggan. Menandai komitmen baru Enrich Not Exploit (It’s In Our Hands),  The Body Shop merilis  hand cream terbaru edisi terbatas ‘CHANGE’  Almond Hand & Nail Cream seharga Rp159.000.

Dengan membeli hand cream ini, konsumen sudah menyumbangkan Rp30.000  yang akan didonasikan kepada The Body Shop Foundation dan mendukung visi dan misi perusahaan untuk memperkaya planet, melindungi lautan dan satwa, pelestarian lingkungan, atau pemberdayaan manusia dan hewan.

Dengan membeli hand cream CHANGE, pelanggan telah menyumbang Rp30.000 untuk didonasikan kepada The Body Shop Foundation.

Dengan membeli hand cream CHANGE, pelanggan telah menyumbang Rp30.000 untuk didonasikan kepada The Body Shop Foundation.

Desain krim tangan ‘CHANGE’ ini artistik dan dirancang oleh salah satu seniman terkemuka dunia, Ben Eine.

Komitmen baru The Body Shop benar-benar mengajak pelanggan untuk menempatkan kekuatan, melakukan perubahan di telapak tangan untuk membuat perbedaan positif dalam kehidupan masyarakat di seluruh dunia.

‘Green Event’ yang Unik

Ada hal menarik dan sulit dilupakan saat menghadiri peluncuran komitmen baru The Body Shop di Jakarta, April lalu. Umumnya, para jurnalis akan mendapatkan materi acara dalam sebuah press release yang dicetak.

Saat acara, The Body Shop rupanya mengadopsi konsep ‘green event’ dengan meminimalkan penggunaan sumber daya, termasuk membatasi penggunaan kertas. Menu yang disajikan juga dipilih menu vegetarian dengan rasa lezat. Saat mencari tisu, kami bahkan tak menemukannya.

“Memang sengaja tidak disediakan tisu. Ini konsep green event yang sengaja dibikin untuk meminimalkan penggunaan kertas, juga plastik. Bahkan sedotan plastik juga tak disediakan di acara ini,” kata PR Manager The Body Shop Indonesia, Ratu Ommaya menjawab rasa penasaran media.

Yang menarik sekaligus unik adalah, panel-panel yang digunakan untuk acara konferensi pers dibuat dari bekas boks produk The Body Shop. Para jurnalis bahkan diminta mengisi semacam kuesioner, datang ke acara menggunakan moda transportasi apa, untuk selanjutnya pihak The Body Shop akan menghitung berapa konsumsi bahan bakar dan karbon yang dihasilkan.

Nantinya, kalkulasi karbondioksida yang dihasilkan akan ditukar dengan penanaman pohon.

Nah, keren bukan? (HG)

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: