Hidupgaya.co – Saat anak naik kelas, bukan hanya kebutuhan sekolah anak yang berubah, tetapi juga kebiasaan keluarga di rumah. Menjelang tahun ajaran baru, banyak keluarga mulai menata ulang ruang, menyesuaikan rutinitas dengan kebutuhan anak, dan mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut fase yang baru.

“Momen ini bukan hanya tentang menciptakan rumah yang lebih rapi dan rutinitas yang lebih lancar, tetapi juga kesempatan untuk melibatkan anak, membangun kemandirian, dan menyambut fase baru mereka bersama sebagai keluarga,” ujar Muhammad Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia di IKEA Jakarta Garden City, baru-baru ini.

Berangkat dari pemahaman tersebut, IKEA mengajak keluarga Indonesia melihat bahwa kembali ke sekolah bukan hanya soal perlengkapan baru, tetapi juga soal rumah yang ikut bergerak mengikuti kebutuhan keluarga.

Inspirasi penataan ruang belajar anak (dok. Hidupgaya.co)

“Berdasarkan pengamatan Life at Home IKEA, kebutuhan keluarga saat kembali ke sekolah sering kali tidak hanya berkaitan dengan apa yang perlu dipersiapkan untuk anak di sekolah, tetapi juga bagaimana rumah beradaptasi dengan ritme yang kembali berubah,” terang Attorik.

Aktivitas belajar, bermain, beristirahat, dan berkumpul perlu berjalan berdampingan dalam kehidupan sehari-hari keluarga, yang sering kali di ruang yang sama dan dengan kebutuhan yang terus berevolusi.

Attorik menyampaikan, perubahan-perubahan sederhana di rumah dapat membantu mendukung keseharian tersebut. Mulai dari menciptakan area belajar yang lebih nyaman, menghadirkan penyimpanan yang memudahkan anak lebih mandiri, hingga memilih perlengkapan sehari-hari yang membantu rutinitas keluarga berjalan lebih teratur.

Bagi keluarga dengan hunian minimalis, tak perlu ruangan khusus untuk menciptakan anak belajar dengan nyaman. Attorik mengatakan ada sejumlah cara agar anak tetap belajar nyaman di area keluarga, antara lain pastikan meja dan kursi sesuai dengan postur tubuh anak.

Apabila tak cukup ruang untuk meja dan kursi belajar, sediakan bantal lantai yang nyaman agar anak fokus belajar.

Inspirasi penataan ruang belajar anak

Selanjutnya simpan perlengkapan sekolah di tempat yang mudah dijangkau dan dirapikan kembali. Pastikan area penyimpanan ini aman, misalnya posisi lemari penyimpanan kokoh menempel di tembok.

Selain itu, pastikan pencahayaan cukup untuk menunjang kegiatan belajar, serta kurangi gangguan visual agar anak lebih fokus belajar.

Kesempatan sama, Angela Krisyanti, Business Leader IKEA Indonesia menyampaikan beragam pilihan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran masing-masing keluarga tersedia di IKEA.

“Mulai dari meja dan kursi belajar, solusi penyimpanan, pencahayaan, hingga perlengkapan makan dan bekal, kami ingin membantu keluarga menemukan solusi yang fungsional, berkualitas, dan terjangkau untuk mendukung kehidupan sehari-hari,” ujarnya. (HG)