Hidupgaya.co – Jalan terang terbentang bagi Arron Bryan untuk meniti karier mantap di industri fesyen, menyusul kemenangannya di ajang Future Fashion Designer (FFD) 2026 yang dihelat JF3.

Karya desainer muda asal Jayapura, Papua, sukses memikat dewan juri, terdiri dari 12 profesional industri fesyen, yakni Susan Budihardjo, Rinaldy A. Yunardi, Hian Tjen, Thresia Mareta, Caren Delano, Sofie, Yongki Komaladi, Sarie Febriane (jurnalis), Didi Budiardjo, Richard Hartono, Ary Juwono, dan Djafar.

Koleksinya berangkat dari eksplorasi budaya Papua yang diterjemahkan ke dalam pendekatan kontemporer. Di antara para finalis, Arron dinilai paling konsisten dalam menjawab setiap tantangan, dengan keseimbangan antara kreativitas, kemampuan teknis, kualitas eksekusi, dan kesiapan produksi.

Thresia Mareta, penasihat JF3 menyampaikan FFD dirancang untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan desainer muda melalui pengalaman yang menyerupai situasi industri sesungguhnya.

Sejalan dengan tema JF3 2026, Recrafted: Shaping the Future, FFD menjadi salah satu langkah nyata JF3 dalam mempersiapkan generasi penerus fesyen Indonesia.

“Tidak hanya sebagai kreator, tetapi juga sebagai profesional yang memiliki kedisiplinan, daya tahan, kemampuan teknis, dan kesiapan untuk berkembang di industri,” ujarnya dalam temu media di Gafoy Summarecon Kelapa Gading, baru-baru ini.

Arron Bryan, desainer muda Jayapura pemenang Future Fashion Designer (FFD) 2026 (dok. Hidupgaya.co)

Pendiri Lakon Indonesia itu menekankan FFD lebih dari sekadar kompetisi desain. “Program ini kami rancang untuk menguji bagaimana sebuah ide dapat diwujudkan menjadi karya yang nyata,” cetusnya.

Menurut Thresia, untuk memajukan industri fesyen Tanah Air, dibutuhkan desainer yang tidak hanya mampu menciptakan konsep, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengeksekusinya dengan baik. “Kemampuan tersebut hanya dapat dibangun melalui pengalaman, tantangan, dan proses yang nyata,” bebernya.

Program intensif 14 hari, dari ide hingga presentasi karya

FFD terwujud berkolaborasi dengan Susan Budihardjo Fashion Forward Institute, membidik lulusan sekolah fesyen dari berbagai daerah di Indonesia. Dari puluhan pendaftar yang mengikuti proses seleksi, delapan peserta terbaik terpilih untuk mengikuti program intensif yang berlangsung pada 12–26 Mei 2026.

Dalam waktu hanya 14 hari, para peserta ditantang menyelesaikan lima koleksi berdasarkan lima brief yang berbeda. Mereka harus melalui seluruh proses yang lazim dihadapi seorang fashion designer, mulai dari riset konsep, pemilihan material, penyusunan anggaran, pembuatan pola, proses produksi, styling, hingga presentasi di hadapan panel juri.

Di ajang ini, peserta dihadapkan lima tantangan berbeda, yaitu Prototype, The Curve, Re’Heritage, Multifunction, dan Opposite. Masing-masing dirancang untuk menguji aspek yang berbeda, mulai dari eksplorasi identitas desain, interpretasi budaya, inovasi, kemampuan beradaptasi, hingga penyelesaian masalah secara kreatif.

Arron mengakui dalam FFD dia seolah dihadapkan pada simulasi dunia kerja yang menuntut peserta untuk berpikir, bekerja, dan mengambil keputusan layaknya seorang profesional di industri fesyen. Total ada lima tema busana yang harus dikerjakannya sepanjang dua minggu proses seleksi tahap final.

Penilaian FFD tidak hanya berfokus pada kreativitas, tetapi juga mencakup kualitas produksi, kemampuan presentasi, pengelolaan proses kerja, serta konsistensi dalam menjawab setiap tantangan.

Selama dua minggu, para peserta harus menyelesaikan lima tantangan berbeda dengan waktu yang sangat terbatas. Setiap tantangan diberikan tanpa pemberitahuan sebelumnya, memaksa peserta berpikir dan mengambil keputusan dalam hitungan jam.

Arron Bryan saat mengerjakan karya dalam seleksi FFD 2026 yang berlangsung 14 hari (dok. ist)

Hari-hari selama program berlangsung diisi dengan irama kerja yang padat. Aktivitas dimulai sejak pagi dan kerap berakhir larut malam. Tidak hanya dituntut melahirkan ide, peserta juga harus mengeksekusinya menjadi karya yang siap dipresentasikan.

Setiap hari, Arron memulai pekerjaan sejak pukul 9 pagi hingga pukul 6 sore, dengan jeda satu jam untuk makan siang. “Selama dua minggu itu benar-benar di-challenge. Kita sebagai peserta tidak tahu apa-apa. Jadi benar-benar kita datang dengan pikiran yang kosong, tidak ada bekal ide, tidak ada bekal inspirasi apapun,” tutur lulusan Susan Budihardjo Fashion Forward Institute kepada media usai pengumuman kemenangannya.

Menurut Arron, pengalaman tersebut menjadi salah satu proses belajar paling intens yang pernah ia jalani sejak menekuni fesyen. Dia menyebut pelajaran terbesar dari kompetisi tersebut justru datang dari proses yang dijalani selama dua minggu.

Tekanan waktu, berbagai tantangan yang tidak terduga, hingga tuntutan untuk terus menghasilkan solusi membuatnya mengenal kapasitas dirinya dengan cara yang berbeda. “Saya jadi tahu posisi saya. Saya juga jadi tahu kemampuan yang sebelumnya saya pikir tidak bisa saya lakukan, ternyata bisa,” cetusnya.

Pengalaman itu memberinya keyakinan sekaligus bekal berharga untuk melangkah lebih jauh di industri fesyen. Arron menggenggam satu prinsip sederhana dalam berkarya: sebuah busana harus mampu menarik perhatian bahkan sebelum orang mengetahui cerita di baliknya.

Finalis Future Fashion Designer (FFD) 2026 (dok. Ist)

Karenanya, kesan pertama selalu menjadi hal yang penting. Untuk mewujudkan itu, setiap rancangan yang ia buat tidak hanya berupaya menghadirkan konsep yang kuat, tetapi juga tampilan yang bersih dan eksekusi yang matang. “Yang pertama kali dilihat orang adalah visual. Karena itu saya selalu berusaha membuat desain yang bukan hanya bagus, tetapi juga terlihat rapi dan memiliki tampilan yang kuat,” tandasnya.

Tentu saja kemenangan FFD barulah awal bagi seorang Arron Bryan. “Dunia fesyen sangat luas. Masih banyak hal yang ingin saya pelajari dan eksplorasi,” sebutnya mantap.

Atas kemenangannya, Arron berhak mendapat hadiah uang tunai Rp50 juta dan kesempatan tampil di runway JF3 2026. Syaratnya, ia harus menambah tiga busana lagi agar bisa tampil bersama di pertunjukan PINTU, rangkaian dari JF3. (HG)