Hidupgaya.co – Sebagai sosok multitalenta sekaligus multitasking, Prilly Latuconsina (29) memiliki aktivitas sibuk, bahkan beralih peran dari pengusaha, aktor hingga rescue diver. Kesibukan itu tak jarang membuat kulit wajahnya bermasalah, sehingga butuh perhatian ekstra.
Pengusaha perhiasan yang juga menyukai olahraga menyelam ini mengaku pernah mengalami msalah kulit wajah belang karena terlalu lama di dalam air.
Sebagai seorang rescue diver, Prilly mengaku sering menghabiskan waktu hingga tiga jam di bawah laut tanpa kesempatan untuk mengoleskan ulang tabir surya. Imbasnya, kulit wajah aktor papan atas ini belang, dehidrasi hingga pecah-pecah sehingga riasan sulit menempel dengan baik.
“Selama di air tiga jam itu kulitku belang, karena selama menyelam kan pakai kacamata selam. Nah kulit di area dahi itu beda warna dengan kulit sekitar mata. Jadi belang gitu. Selain itu kulit juga kusam karena kelamaan di air,” terang Prilly di acara Cellbooster Night: Exclusive Talkshow with Prilly, Choose Beauty Wisely yang berlangsung di BSD Tangerang, Jumat malam (12/6).
Menyelam memang menyenangkan, namun dia harus mengembalikan kondisi kulit dalam kurun 10 hari demi menghadiri acara penting. Untuk mengembalikan elastisitas kulitnya, Prilly memilih terapi injeksi cellbooster yang hasilnya langsung terlihat, minim rasa sakit dan tanpa downtime (waktu pemulihan), sehingga langsung bisa beraktivitas usai perawatan.

Prilly mengaku memakai cellbooster karena merasa cocok dan menjadi solusi atas masalah kulitnya. “Aku sudah rutin pakai injeksi cellbooster dari Swiss sebelum diangkat jadi Duta Cellbooster,” terangnya.
Dia rutin menjalani terapi cellbooster dua minggu sekali, atau kalau jadwal padat, perawatan itu dilakukan sebulan sekali di klinik.
Cellbooster dirancang untuk mengatasi segala problematika kulit para perempuan sibuk, yaitu varian Glow, Lift, dan Shape. Menariknya, Prilly Latuconsina blak-blakan mengaku langsung menjajal ketiganya sekaligus demi mendapatkan hasil yang instan tanpa mengganggu jadwal syutingnya yang padat.
Varian Glow untuk mencerahkan wajah pasca-aktivitas luar ruangan, varian Lift untuk menyamarkan luka bekas jerawat, serta varian Shape untuk membentuk garis rahang agar terlihat lebih tegas di depan kamera.
Prilly tidak menerima sembarang produk untuk promosi. Ia mewajibkan produk tersebut harus sudah berizin BPOM, berkualitas tinggi, dan benar-benar ia gunakan sendiri dalam kesehariannya agar ulasan yang diberikan jujur. “Harus aman, ada izin edar, dan nggak mau ikut-ikutan FOMO (fear of missing out),” cetusnya.
Percaya diri dengan wajah alami
Prilly mengaku nyaman dengan bentuk wajah bulat, dan sejauh ini tidak tertarik untuk operasi plastik (oplas). Dia ingin mempertahankan karakteristik wajah bulatnya, meskipun dulu merasa insecure saat muncul di televisi atau film wajah bulatnya terlihat lebar.

Seiring waktu, Prilly memilih fokus merawat dan menjaga kesehatan kulit tanpa mengubah bentuk wajah aslinya, tidak tergoda oplas. “Alhamdulillah sama sekali tidak (tergoda oplas). Karena aku kan bekerjanya sebagai aktor, kita harus berakting dan perannya berganti-ganti. Jadi wajah memang harus natural,” bebernya.
Poin lain yang menjadi pertimbangannya mempertahankan wajah alami karena ekspresi wajah yang natural merupakan modal utama seorang aktor profesional saat mendalami berbagai karakter orisinal dari sutradara. Untuk mengoreksi wajah, Prilly lebih suka terapi minimal invasif tanpa pisau bedah, di antaranya lewat suntik cellbooster yang menjadi favoritnya.
Urusan kecantikan jangan FOMO
Dr. Timur Taskesen, MD, PhD, dermatolog sekaligus Global KOL Cellbooster dari Swiss menjelaskan bahwa tren kecantikan global saat ini mengarah pada prosedur minimal invasif dengan hasil alami. “Saat ini, orang-orang semakin mencari perawatan yang aman, membutuhkan waktu pemulihan minimal, dan memberikan hasil yang tampak alami,” terangnya.
Namun, langkah terpenting adalah memahami kebutuhan kulit melalui konsultasi yang tepat dengan dokter dan memastikan bahwa produk yang digunakan memenuhi standar keamanan dan kualitas yang jelas.
Dia menekankan bahwa keamanan harus menjadi prioritas utama sebelum memilih terapi kecantikan. Cellbooster® telah memperoleh Sertifikasi CE, juga terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, memperkuat keamanan, standar kualitas, dan kredibilitasnya sebagai produk suntik berstandar medis. “Hal ini memberikan kepercayaan yang lebih besar bagi dokter dan pasien dalam memilih perawatan estetika,” terang Dr. Timur.

Hal senada disampaikan dr. Chen ik Cen, M.Biomed (AAM), dokter ahli di bidang estetika dan anti-aging. Sebelum memilih perawatan kecantikan di klinik, perlu diperhatikan legalitas dan keamanan produk.
“Sebagai dokter, kami memiliki tanggung jawab untuk menggunakan produk yang jelas legalitasnya, memiliki data ilmiah yang kuat, dan telah terbukti aman. Karena hasil yang baik harus selalu diawali dari aspek keamanan yang baik pula,” ujarnya.
Kesempatan sama, pakar estetika medis Indonesia, dr. Phery Cendres, M.Biomed (AAM), mewanti-wanti agar Gen Z menyudahi kebiasaan FOMO, asal ikut-ikutan tren perawatan orang lain. “kunci utama dari perawatan kecantikan modern adalah pendekatan yang personal karena kondisi kulit setiap individu tidak pernah sama,” ujarnya.
Tiga varian Cellbooster® (Glow, Lift, dan Shape) dihadirkan agar para dokter bisa meracik tindakan yang paling pas sesuai dengan kebutuhan pasien di meja konsultasi.
“Saya merekomendasikan Cellbooster karena memiliki tiga varian yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap pasien, sehingga treatment menjadi lebih personal dan hasilnya lebih optimal,” tandas dr. Phery Cendres. (HG)