Hidupgaya.co – Sebagai organ terbesar tubuh, kulit memiliki fungsi penting dalam melindungi tubuh dan menjaga keseimbangan, sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai aspek. Agar kulit terlihat sehat, batasi asupan makanan dan minuman yang mengandung gula.

Konsumsi gula berlebih dapat berdampak langsung pada kesehatan kulit, salah satunya melalui proses glikasi, yaitu ketika gula berikatan dengan kolagen dan menurunkan elastisitas kulit, sehingga mempercepat munculnya tanda penuaan.

Selain itu, lonjakan gula dalam tubuh juga dapat memicu peningkatan produksi minyak yang berpotensi menyebabkan jerawat, serta memperparah peradangan kulit.

Tak kalah penting adalah peran kolagen. Seiring pertambahan usia produksi kolagen alami dalam tubuh akan menurun, sehingga banyak orang mulai mencari cara untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut dari luar.

Tak dimungkiri, kolagen merupakan salah satu nutrisi yang saat ini paling banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan kulit. Namun sejatinya protein alami ini bukan sekadar menutrisi kulit, namun memiliki beragam manfaat lain yang tak kalah penting.

Kolagen merupakan protein alami utama dalam tubuh yang fungsinya serupa ‘lem’ untuk menyatukan jaringan tubuh, seperti kulit, tulang, otot, sendi, dan pembuluh darah.

Selain menjaga kesehatan kulit, kolagen juga berfungsi memperkuat tulang dan tulang rawan, sehingga membantu meredakan gejala nyeri sendi atau osteoartritis. Protein alami ini juga membantu menjaga kekuatan folikel rambut dan mencegah kuku menjadi rapuh.

Menurut dermatolog dr. Annisa Anjani Ramadhan, Sp.D.V.E kulit yang sehat berawal dari struktur kulit yang baik. Asupan kolagen bisa diperoleh dari makanan seperti kaldu tulang dan ikan berlemak, suplemen dan produk perawatan kulit topikal (skincare).

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa tidak semua jenis kolagen bekerja dengan cara yang sama di dalam tubuh. Untuk kolagen yang berasal dari makanan atau minuman misalnya, idealnya merupakan kolagen terhidrolisis, yakni kolagen yang telah dipecah menjadi molekul yang lebih kecil, sehingga lebih mudah diserap tubuh.

“Kolagen terhidrolisis itu adalah tipe kolagen yang sudah diproses yang terbukti secara ilmiah bisa diserap oleh tubuh dan bisa dimanfaatkan oleh tubuh,” ujar dr. Annisa di acara Wellness Day “Glow Up: Steal the Spotlight” yang digelar oleh Tropicana Slim di SANA Studio, Jakarta Selatan. “Untuk kolagen ukuran besar sulit diserap saluran cerna, sehingga mubazir.”

Kolagen yang dikonsumsi vs skincare

Terkait efikasi antara kolagen yang dikonsumsi dan kolagen yang dioleskan ke kulit dalam bentuk skincare, hal itu sudah diteliti secara ilmiah. Annisa menyebut beberapa penelitian pada 2024–2025, membandingkan penggunaan kolagen terhidrolisis dalam bentuk oral dan topikal. “Hasilnya menunjukkan, bahwa konsumsi kolagen memberikan peningkatan densitas kolagen yang lebih baik dibandingkan pengaplikasian langsung pada kulit,” terangnya.

Diskusi manfaat kolagen di acara Wellness Day “Glow Up: Steal the Spotlight” yang digelar oleh Tropicana Slim di SANA Studio, Jakarta Selatan

Lebih lanjut, dermatolog yang berpraktik di Klinik BAMED itu menyampaikan, kolagen juga punya peran penting menjaga hidrasi kulit agar tetap lembap dengan mempertahankan molekul air di dalam jaringan kulit. Caranya, molekul air itu ditarik oleh kolagen kemudian disimpan lebih lama. Semakin banyak kulit kita mengandung kolagen, akan semakin banyak pula molekul air yang bisa diretensi atau ditahan kulit.

Menjaga kesehatan kulit tharus dilakukan dari luar dan dalam, lewat nutrisi dan produk skincare. Berbagai perawatan yang dilakukan dari luar pada dasarnya bekerja dengan merangsang kulit, termasuk mendorong sel penghasil kolagen agar bekerja lebih aktif. Namun, proses tersebut tetap membutuhkan bahan baku berupa nutrisi yang cukup. “Karena itu nutrisi harus dicukupi, agar hasilnya optimal,” terang Annisa.

Terkait menjaga kesehatan dan kecantikan kulit dari dalam, Brand Manager Tropicana Slim Noviana Halim mengatakan Tropicana Slim Collagen mengandung 8.000 mg kolagen dan 250 mg L-Glutathione bebas gula sebagai bagian dari upaya mendukung perawatan dari dalam.

“Tampil percaya diri bukanlah hasil instan, melainkan proses yang dibangun dari kebiasaan kecil yang konsisten. Kami ingin mengajak perempuan Indonesia untuk lebih mindful dalam menjalani self-care secara holistik, termasuk dengan memilih produk yang lebih sehat dan bebas gula sebagai bagian dari perawatan dari dalam,” tandas Noviana. (HG)