Hidupgaya.co – Tidur lelap penting untuk menunjang tumbuh kembang bayi dalam jangka panjang. Hal penting yang tak boleh diabaikan agar tidur bayi lelap dan nyaman adalah pemilihan popok, yang langsung kontak dengan kulit bayi yang rentan.
Popok yang tidak nyaman, misalnya kasar, bisa memicu gesekan pada kulit sensitif. Adapun daya serap popok yang buruk yang membuatnya menggumpal, basah, terutama jika dibiarkan semalaman, membuat bayi mudah terbangun dan rewel.
Ketidaknyamanan fisik yang merusak kualitas waktu tidur akan berdampak langsung pada penurunan suasana hati anak keesokan harinya.

Disampaikan dermatolog dr. July Iriani Rahardja, SpDVE, MM, FINSDV, kondisi popok yang penuh kotoran dan dibiarkan berjam-jam,berpotensi memicu rasa panas dan ruam yang mengacaukan stabilitas emosi anak, salah satunya dengan melakukan gerakan tutup mulit (GTM) alias mogok makan. “GTM alias mogok makan adalah sinyal awal anak merasa terganggu,” ujarnya di sela acara peluncuran popok Makuku Slim Luxury Silky di Jakarta, baru-baru ini.
Apabila gangguan tidur itu diabaikan, efeknya bisa merugikan bagi anak. Pasalnya, fase istirahat yang tidak memadai berpotensi menghambat capaian proses tumbuh kembang secara keseluruhan. “Anak jadi gangguan tumbuh kembang karena nggak bisa tidur,” cetus dr. July.
Untuk minimalkan gangguan tumbuh kembang akibat tidur terganggu, dia menyarankan orang tua agar proaktif mencari tahu penyebab utama anak sering terbangun di malam hari. “Cek area lipatan kulit yang tertutup, pastikan selalu kering. Itu bisa bikin dia nggak nyaman (jika basah), jadi kerap terbangun,” saran dr. July.
Tak lupa, pastikan memilih popok yang lembut, menyerap cairan dan membuat permukaan yang bersentuhan dengan kulit bayi tetap kering.

Nikita Willy, ibu dua anak, sepakat bahwa memberikan rasa nyaman lewat produk yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi demi mencegah anak terbangun di malam hari dan rewel, merupakan hal yang tak bisa ditawar. “Jadi ketika anak tidurnya sudah maksimal, tumbuh kembangnya pun juga maksimal,” cetus Duta Makuku.
Dia mengakui, tidur anak yang tidak nyaman akibat pemilihan popok yang keliru dapat memicu anak cranky. Bahkan, suasana hati anak yang buruk akibat kurang tidur membuat mereka kehilangan antusiasme melakukan rutinitas harian, termasuk melakukan GTM.
Untuk mencegah GTM yang berujung pada kekurangan nutrisi akibat anak mogok makan, Nikita menyarankan para orang tua peka terhadap gejala awal ketidaknyamanan yang dialami anak. (HG)