Hidupgaya.co – Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam, akses pendidikan di sejumlah wilayah Indonesia dengan keterbatasan akses dan tantangan geografis, masih perlu terus diperkuat.
Di beberapa wilayah tersebut, anak-anak masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan serta akses terhadap media pembelajaran yang beragam.
“Berbagai upaya terus dilakukan untuk memperluas akses terhadap fasilitas pendidikan, media pembelajaran, serta penguatan kapasitas guru agar mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif dan menyenangkan,” ujar Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T Rita Pranawati di acara peluncuran OREO Berbagi Seru di Jakarta, baru-baru ini.
Di sisi lain, sebut Rita, peran orang tua juga terus didorong melalui peningkatan literasi dan dukungan sumber daya agar semakin optimal dalam mendampingi anak.
Tak dimungkiri, kesenjangan ini telah mempengaruhi hasil belajar, terutama di bidang Literasi, Numerasi, dan Sains. Data Program for International Student Assessment 2022 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-69 dari 80 negara di dunia dalam hal kemampuan membaca, matematika, dan sains.
Untuk itu, Kemendikdasmen RI terus berfokus untuk mendorong pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program. “Salah satunya dengan penguatan kolaborasi lintas pihak dalam mendorong pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan menyenangkan bagi lebih banyak anak Indonesia,” imbuhnya.

Guna mendukung program itu, OREO kembali melanjutkan kontribusinya pada dunia pendidikan, memberikan kesempatan setara bagi 7.000 siswa di 7 provinsi termasuk di wilayah 3T, untuk menjadi bagian dari Generasi SERU melalui rangkaian kegiatan edukasi dan pendistribusian alat-alat pembelajaran seru yang dikembangkan dengan metode belajar sambil bermain.
Anggya Kumala, Direktur Pemasaran Mondelēz Indonesia menyampaikan, OREO secara konsisten berkomitmen untuk berkontribusi di bidang pendidikan sebagai salah satu bekal penting yang mendukung kemajuan bangsa.
“Komitmen ini antara lain terwujud melalui penyelenggaraan program OREO Berbagi sejak 2024, berupa rangkaian inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan komunitas, khususnya orang tua, guru dan anak, melalui kegiatan edukasi serta penyaluran donasi,” ujarnya.
Tahun ini OREO ingin berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di beberapa wilayah 3T dan marginal, agar para siswa bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan seru secara lebih merata dan inklusif sehingga mereka memiliki kesempatan setara untuk berkembang.
Kesempatan sama, psikolog Irma Gustiana menyoroti perkembangan teknologi yang pesat, arus globalisasi, serta perubahan sosial yang terus terjadi telah membentuk dunia yang bergerak jauh lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya.
“Kondisi ini menuntut anak memiliki keterampilan yang lebih kompleks, seperti penguasaan karakter-karakter solutif, eksploratif, responsif, dan unggul, agar mereka mampu bertahan dan berkembang di masa depan,” terang Irma.
Dalam hal belajar, imbuh Irma, teori psikologi dari Piaget menekankan bahwa anak bukan hanya menerima informasi, tetapi mereka membangun pengetahuan secara internal melalui interaksi dan eksplorasi.
Untuk itu, dibutuhkan dukungan pendidikan yang relevan dengan dunia mereka yaitu melalui serunya bermain, sekaligus peka terhadap perkembangan zaman agar anak dapat mengasah kemampuan kognitif, sosial, dan emosional secara seimbang serta tumbuh menjadi individu yang tangguh dan berdaya saing.

Menjawab kebutuhan tersebut, program OREO Berbagi Seru bermitra dengan Indonesia Mengajar secara khusus mengembangkan seperangkat alat-alat pembelajaran di bidang literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris untuk dimanfaatkan oleh seluruh ekosistem pendidikan di berbagai penjuru Indonesia.
Seluruh alat pembelajaran dikembangkan dengan pendekatan belajar sambil bermain agar mampu memberikan pengalaman belajar yang seru bagi siswa, guru maupun orang tua.
Dirancang selaras dengan kurikulum nasional yang menekankan pada prinsip deep learning (pembelajaran yang meaningful, mindful, dan joyful), alat-alat pembelajaran ini akan didistribusikan ke 7 provinsi untuk menunjang proses belajar 7.000 siswa di wilayah tersebut. (HG)