Virus Corona Mengamuk, Membunuh Tiap 107 Detik

Hidupgaya – Virus corona ‘mengamuk’ di hampir semua bagian benua, yang memaksa Eropa kembali melakukan kuncian unuk mengendalikan penyebaran COVID-19. Akan halnya di Amerika, negara ini melaporkan lebih dari 70.000 kasus virus corona baru setiap hari, dan 41 negara bagian melaporkan setidaknya 10% lebih banyak kasus dalam sepekan terakhir daripada pekan sebelumnya.

Empat dari lima hari tertinggi terjadi selama seminggu terakhir, AS mencatat rekor dengan lebih dari 500.000 infeksi dalam periode 7 hari. Kematian harian juga meningkat di seluruh wilayah, dimana satu orang Amerika meninggal setiap 107 detik, menurut USA Today. “Tidak ada cara untuk menutupinya: Kami sedang menghadapi krisis yang mendesak, dan ada risiko yang mengancam semua orang, mereka yang kita sayangi,” kata Gubernur Wisconsin Tony Evers.

Evers dan tenaga kesehatan mendesak warga untuk tinggal di rumah dan menghindari pertemuan lebih dari lima orang, hanya meninggalkan rumah bila benar-benar diperlukan. 

“AS tidak dalam posisi yang baik,” ujar Anthony Fauci, MD, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, mengatakan selama sesi tanya jawab dengan JAMA, jurnal American Medical Association.

Lonjakan yang meningkat, dipasangkan dengan bulan-bulan musim dingin dan pertemuan liburan, menciptakan resep buruk untuk masa-masa sulit di masa depan,” katanya.

Andalkan Masker

Fauci mendukung mandat pemakaian masker nasional untuk mengurangi penyebaran virus corona dan meringankan beban bulan-bulan mendatang. Tetapi mandat nasional tidak mungkin datang dari Gedung Putih, kata Fauci. “Kita akan menjalani lebih banyak rawat inap, dan itu pasti akan menyebabkan lebih banyak kematian,” kata Fauci kepada CNBC. Ini adalah situasi yang tidak bisa dipertahankan.

Rawat inap COVID-19 juga meningkat di Midwest, dengan 13 negara bagian melaporkan puncaknya pada Rabu (28/10), menurut Proyek Pelacakan COVID. Indiana dan Wisconsin melaporkan hari-hari puncak mereka selama seminggu terakhir, dan Kansas melaporkan jumlah tertinggi pasien COVID-19 di unit perawatan intensif pada hari yang sama dengan jumlah kematian di negara bagian itu melampaui 1.000.

Illinois telah meningkatkan pembatasan di sebagian besar wilayah, menurut NBC 5 Chicago, yang mencakup penutupan tempat makan dalam ruangan dan batas pertemuan di bawah 25 orang. Daerah yang tersisa dapat menghadapi pembatasan baru akhir pekan ini karena kasus dan rawat inap terus meningkat.

“Illinois mendekati seluruh negara bagian yang menerapkan langkah-langkah mitigasi,” ujar Ngozi Ezike, MD, Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat negara bagian. “Ini bukan hanya peringatan tapi ajakan bertindak,” katanya. “Kita terus bergerak mundur, kehilangan semua landasan yang kita peroleh selama musim panas.”

Kasus virus corona juga melonjak di seluruh dunia, pekan lalu menandai penghitungan tertinggi kasus COVID-19 sejauh ini, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Beberapa negara Eropa telah mengumumkan pembatasan baru. Prancis, Italia, dan Spanyol telah membatasi bisnis yang tidak penting dan memberlakukan jam malam, dan Rusia mengumumkan mandat pemakaian masker. “Kita jauh tertinggal dari virus ini,” sesal Mike Ryan, MD, Direktur Eksekutif Program Darurat WHO,. “Kita harus mengatasi virus ini.  Mungkin membutuhkan pengorbanan bagi banyak, banyak orang dalam hal kehidupan pribadi mereka.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s