Ketua Umum IAI Ajak Apoteker Lakukan Praktik Kefarmasian secara Profesional

Hidupgaya – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Nurul Falah Eddy Pariang mengajak apoteker di seluruh Indonesia untuk melakukan praktik kefarmasian secara profesional, demikian jjuga dalam berperilaku, bertindak dan membangun reputasi apoteker.

‘’Saya mengajak sejawat semua untuk berkomunikasi dengan pasien dan klien atau bahkan pemerintah secara profesional, menyampaikan pendapat, menulis pernyataan di media sosial secara profesional demikian juga dalam bersikap,” ujar Nurul Falah ketika membuka rapat kerja nasional (rakernas) yang diikuti tidak kurang dari 330 orang pengurus IAI. Rakernas diselenggarakan  1-4 November dan dilanjutkan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) pada 5-7 November secara virtual.

Dalam sambutannya Nurul menyampaikan 4 hal penting. Selain masalah profesionalisme, hal penting lain adalah persoalan perundang-undangan yang disebutnya cukup mengganggu bagi para apoteker di Indonesia. Hal berikutnya adalah peluang masa pandemi Covid 19 yaitu mega pekerjaan vaksinasi Covid-19 dan peluang obat herbal  yang pada saatnya tidak hanya sebagai obat alternatif tetapi obat utama asli Indonesia.

Hal selanjutnya disampaikan Nurul adalah memanfaatkan forum rakernas IAI untuk melakukan perbaikan berkelanjutan atas berbagai program IAI. “Program yang baik, dipelihara untuk ditingkatkan lagi contohnya adalah program SIAP, advance pharmacists, peningkatan kompetensi melalui pendidikan berkelanjutan, peningkatan kualitas organisasi serta yang berkaitan dengan membantu peningkatan kualitas pendidikan apoteker,” ujarnya.

Ketua Umum PP IAI Nurul Falah Eddy Pariang (dok.ist)

Sedangkan program yang masih perlu perhatian, perlu dievaluasi dan carikan jalan keluar agar bisa lebih baik lagi contohnya adalah program yang berkaitan dengan kesejahteraan apoteker dan program yang berkaitan dengan advokasi perundang-undangan serta peningkatan kepemimpinan para kader IAI.

Menurut Nurul, RUU Kefarmasian yang masuk dalam prolegnas tahun 2021 memang masih harus terus diperjuangkan. Menjelang tahun 2021, maka PP IAI akan terus melakukan upaya penyempurnaan draft RUU Kefarmasian yang telah disusun.

‘’Upaya penyempurnaan ini akan dipimpin langsung oleh Chairul Anwar, Wakil Ketua PP IAI yang juga anggota DPR RI Komisi VI yang mitranya adalah kementrian BUMN, Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UKM, Investasi dan standarisasi Nasional. Masuknya RUU Kefarmasian dalam prolegnas 2020 adalah atas perjuangan beliau, jadi penyempurnaannya pun saya serahkan kepada sejawat Chairul,’’ ungkap Nurul.

Selain RUU Kefarmasian, menurut Nurul perundang-undangan yang cukup mengganggu dan mengecewakan adalah terkait PMK 3/2020 yang telah dilakukan upaya advokasi dan belum mendapatkan hasil. Sementara judicial review oleh tiga apoteker secara individu juga belum mendapatkan hasil.

Sedangkan untuk PMK 26/2020 PP IAI masih melakukan kajian lebih mendalam, danbersama Hisfarkesmas untuk mencari solusi lebih lanjut. ‘’Perundang-undangan mau bergerak ke mana pun jika apoteker profesional, in sha Allah profesi kita tetap mashur dan mensejahterakan sepanjang masih ada Pasal 108 UU 36/2009 tentang Kesehatan dan PP 51/2009 tentang pekerjaan kefarmasian. Terkait perundang-undangan, saya berharap sejawat apoteker bersabar dan berhati-hati serta mengedepankan etika,’’ harap Nurul. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s