Lanjut ke konten

Penyandang Disabilitas Punya Hak Setara, Jangan Diam Jika Terjadi Diskriminasi

07/08/2019

Hidupgaya – Penyandang disabilitas tampaknya masih belum mendapatkan perhatian yang memadai padahal mereka adalah bagian dari warga negara Indonesia, yang mempunyai kewajiban yang sama untuk berperan aktif dalam pembangunan.

Penyandang disabilitas memiliki hak yang setara sebagaimana warga negara lainnya. Jumlah penyandang disabilitas di Indonesia berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 mencapai 21,5 Juta jiwa atau mencakup 8,56 persen dari total populasi penduduk mencapai 264 juta jiwa.

Namun demikian jumlah tersebut diyakini masih lebih kecil jika dari jumlah yang sesungguhnya yang dilaporkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), dimana 15% dari populasi global saat ini merupakan penyandang disabilitas.

Belum lama ini penyandang disabilitas yang berprofesi sebagai dokter gigi, Romi Syofpa Ismael, menjadi topik hangat di media sosial. Romi sempat ditolak menjadi pegawai negeri oleh Pemkab Solok Selatan, Sumatera Barat. Isu ini sempat memanas dan menjadi isu yang ramai diperbincangkan.

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) mengatakan kasus Romi menjadi pembelajaran pemerintah daerah dalam membuka lowongan CPNS bagi penyandang disabilitas, demikian disampaikan Ketua PPDI, Gufroni Sakiril dalam temu media di Jakarta, Rabu (7/8).

“Kami bersyukur dokter Romi akhirnya bisa dinyatakan lolos sebagai CPNS dan tinggal menunggu SK. Bagaimana pun, penyandang disabilitas punya hak yang sama dengan yang lain. Kuota penyandang disabilitas untuk menjadi pegawai negari itu 2 persen sedangkan swasta 1 persen sesuai ketentuan undang-undang,” ujar Gufron.

Apakah kasus Romi menjadi yang pertama? Gufron menjelaskan, banyak penyandang disabilitas yang gagal pada tahap kesehatan jasmani dan rohani. “Pemahaman kesehatan jasmani dan rohani selama ini keliru,” ujarnya.

Menurut keterangan Gufron, penyandang disabilitas mungkin gagal untuk jadi CPNS salah satunya adalah adanya peraturan sehat jasmani dan rohani. “Jadi ketentuan sehat jasmani dan rohani ini kadang-kadang dipahami disabilitas itu sama dengan sakit,” bebernya.

Menyikapi hal ini, PPDI mendorong Kementerian PANRB untuk mengubah definisi ‘sehat jasmani dan rohani’ dan sudah keluar juga surat edaran kalau disabilitas itu tidak sama dengan sakit.

Gufron mengapresiasi Dokter Gigi Romi yang secara berani menggugat atas ketidakadilan yang menimpanya. “Diharapkan juga teman-teman yang lain kalau mengalami diskriminasi bersuara. Selama ini mereka diam padahal punya hak untuk mendapatkan hak itu. Kalau terjadi diskriminasi kita dorong untuk menggugat atau mengadukan. Itu bisa bekerja sama dengan LBH, dan saya yakin akan sangat support. Jadi keberanian,” tandas Gufron.

Perlindungan Hak Penyandang Disabilitas

Pada tingkatan nasional, Indonesia telah mencapai sejumlah kemajuan yang cukup penting dalam upayanya untuk menjamin, memenuhi dan melindungi hak-hak penyandang disabilitas dengan disahkannya Undang-Undang No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Meskipun saat ini upaya perumusan 7 Rancangan Peraturan Pemerintah sebagai turunannya belum selesai, namun baik pemerintah maupun Organisasi Penyandang Disabilitas terus berupaya mendiskusikan hal ini secara konstruktif untuk menuntaskannya.

Saat ini, Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 memandang disabilitas secara lebih holistik dengan kerangka Hak Asasi Manusia. Disabilitas tidak lagi sekedar dilihat dari kondisi/jenis kedisabilitasan individu tetapi justru melihat bagaimana sulitnya/ketiadaan akses dan hambatan lingkungan sosial sebagai penghalang terbesar bagi pemenuhan hak-hak dasar mereka.

Undang-undang ini juga menegaskan bahwa seluruh sektor mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk mengarusutamakan isu disabilitas dalam kebijakan dan program kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Selaras dengan hal ini, pada tingkatan regional di Asia Tenggara pengarusutamaan disabilitas dalam pembangunan telah menjadi komitmen bersama dengan diadopsinya ASEAN Enabling Masterplan 2025: Mainstreaming the Rights of Person With Disability oleh negara-negara anggota pada 15 November saat ASEAN Summit ke-33, yang kemudian diluncurkan oleh ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) pada 3 Desember 2018 di Bangkok, Thailand.

Dokumen ini berisikan 76 Rencana Aksi yang direkomendasikan agar dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengarusutamaan disabilitas kedalam kebijakan dan program pembangunan masing-masing negara.

Gufron atas nama PPDI mengajak pemerintah, organisasi penyandang disabilitas, organisasi masyarakat sipil, organisasi mitra pembangunan, perguruan tinggi, pihak swasta dan media untuk bersama-sama melakukan sosialiasasi ASEAN Enabling Masterplan 2025 secara lebih luas dan berkontribusi semaksimal mungkin sesuai dengan peran dan bidang masing-masing. “Apalagi dengan mempertimbangkan jadwal Indonesia untuk melaporkan perkembangan implementasi Konvensi Persatuan Bangsa-Bangsa tentang Hak-hak Penyandang Disabilitas, yang akan dilakukan pada tahun 2020,” ujarnya.

Hal strategis lain yang mendesak untuk dilakukan, sebut Gufron, adalah penyelesaian 7 Peraturan Pemerintah sebagai turunan dari UU Disabilitas No.8/Tahun 2016 sebagai pedoman pelaksanaannya. “Sejumlah kasus yang mencuat belakangan ini antara lain seperti kekerasan seksual terhadap penyandang disabilitas oleh saudara kandung di Lampung, penganiayaan hingga tewas anak dengan disabilitas oleh dua temannya di Pusat Layanan Anak Terpadu Dinas Sosial Kota Pontianak Kalimantan Barat dan polemik pengangkatan CPNS seorang dokter gigi di Sumatera Barat– seharusnya lebih dari cukup untuk kita bekerja keras menuntaskan agenda ini yang telah tertunda lebih dari satu tahun dari kesepakatan awal,” tegasnya. (HG)

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: