Hidupgaya.co – Industri makanan dan minuman (mamin) mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,04 persen pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan industri mamin membuka peluang bisnis yang semakin besar, sekaligus mendorong kebutuhan akan inovasi produk, bahan baku berkualitas, teknologi pengolahan modern, dan solusi yang mampu meningkatkan daya saing industri.

Selaras dengan momentum ini, pameran mamin Krista InterFood 2026 siap hadir di NICE PIK 2 selama empat hari, 4-7 Oktober 2026. Sebanyak 1.100 peserta dari 16 negara akan meramaikan pameran. Dari jumlah itu 100 peserta merupakan pelaku usaha kecil dan menengah (IKM).

“Krista InterFood 2026 hadir dengan skala yang lebih besar, menempati 11 hall dengan total area pameran seluas 60.000 meter persegi di NICE PIK 2,” ujar Daud D. Salim, CEO Krista Exhibitions dalam temu media di Kantor Kementerian Perindustrian Jakarta, Rabu (28/10).

Selain Indonesia, akan hadir peserta dari mancanegara, yakni Amerika Serikat, Cina, Prancis, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Inggris, Vietnam, Malaysia, dan Korea Selatan.

Partisipasi internasional makin diperkuat melalui kehadiran Paviliun Amerika Serikat (USA), Cina, dan Thailand yang membawa total 70 peserta.

“Membidik 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara, pemeran ini menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman untuk menjajaki peluang bisnis, membangun kemitraan, memperluas jaringan, serta membuka akses ke pasar nasional dan internasional,” imbuh Daud.

Temu media jelang pelaksanaan pametan makanan dan minuman Krista InterFOOD 2026

Tak hanya hadirkan produk dan teknologi terbaru, pameran ini juga membuka peluang kolaborasi nyata melalui pertemuan antara produsen, distributor, importir, eksportir, investor, dan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.

Melalui partisipasi pelaku industri nasional dan internasional serta lebih dari 40 program yang mencakup kompetisi berskala internasional, seminar, lokawicara dan business matching, pameran ini endorong terciptanya kemitraan strategis, perluasan akses pasar, dan peluang investasi berkelanjutan.

Ajang ini, sebut Daud, sengaja dirancang untuk mendorong inovasi, meningkatkan kompetensi profesional, memperluas wawasan industri, serta membuka peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis bagi pelaku usaha dari Indonesia maupun mancanegara.

Fokus pada pengembangan produk antara IKM

Reni Yanita, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyambut positif gelaran pameran mamin dengan peserta internasional ini.

“Kami menyambut baik dan juga apresiasi pameran InterFood ke-27. Harapannya nanti makin banyak lagi mitra yang tergabung di pameran. Jangan lupa untuk mempromosikan pameran ini ke tamu-tamu, konsumen lokal maupun mancanegara,” ujarnya.

Tahun ini, Kemenperin menggelar kembali Indonesia Food Innovation (IFI), kegiatan yang mengakselerasi usaha IKM yang bergerak di makanan dan minuman. Untuk IFI tahun ini, fokus pada intermediate product (produk antara), dalam hal ini Kemenperin meningkatkan daya saing IKM pangan melalui pengembangan produk antara berbasis sumber daya lokal.

Program IFI, sebut Reni, merupakan upaya Kemenperin mendorong inovasi dan peningkatan nilai tambah produk pangan nasional guna memperkuat pertumbuhan industri dan ketahanan pangan.

“Apabila sebelumnya Kemenperin mengakslerasi IKM pangan produk hilir, saat ini lebih fokus ke intermediate product, yang bisa meningkatkan ketahanan pangan, serta meningkatkan dari sisi kecukupan protein. Nah intermediate product ini sangat tepat,” bebernya.

“Jadi tahun ini keberpihakan dari Kemenperin untuk mengakomodir beberapa pengusaha industri kecil menengah lebih banyak lagi.”

Dia menekankan pengembangan produk antara memiliki posisi yang strategis karena dapat meningkatkan nilai tambah dari komoditas lokal, memperpanjang umur simpan, mengurangi kehilangan hasil pangan, serta membuka peluang pasar untuk bisnis ke bisnis.

“Jadi nanti tidak terbatas di industri besar, tapi nanti akan ada restoran, hotel, ada kafe. Nah, ini juga bisa membuka peluang untuk menjadikan produk IKM ini supply chain dari mereka tersebut,” imbuh Reni.

Di booth Kemenperin di Krista InterFood 2026 akan ditampilkan produk pemenang IFI tahun ini dan tahun sebelumnya.

Hal itu tak lepas dari peran para pihak, termasuk keberpihakan Krista Exhibitions pada penyelenggaraan pameran tahun ini untuk mengakomodasi pejuang-pejuang IKM yang sudah menampilkan inovasi terbaiknya melalui IFI 2026.

“Harapannya ke depan nanti akan semakin memotivasi IKM lainnya untuk menampilkan produk inovasinya,” pungkasnya. (HG)