Hidupgaya.co – Label Hian Tjen for Josephine Anni, kolaborasi berkelanjutan antara desainer couture, Hian Tjen, dan label ready-to-wear Josephine Anni, merilis koleksi ‘Memento’ di ajang Jakarta Fashion Week 2027.
Koleksi ini memadukan keahlian craftsmanship couture dengan siluet modern, sentuhan feminin yang elegan, serta desain yang nyaman dikenakan dalam keseharian.
Menurut Josephine Anni, kolaborasi ini hadir lewat koleksi ‘Memento’ yang terinspirasi filosofi Transform to Transcend.
“Koleksi kolaborasi ini mengeksplorasi bagaimana keindahan bunga calla lily yang lembut dapat ditransformasikan menjadi siluet yang tegas dan penuh kekuatan, sehingga mampu memancarkan kepercayaan diri bagi setiap perempuan yang mengenakannya,” terang Josephine.
‘Memento’ memaknai transformasi sebagai perjalanan untuk terus tumbuh dan berkembang.
Melalui perhatian mendalam terhadap siluet, fit, volume, dan detail, setiap busana dirancang untuk terus disimpan, dikenakan kembali, dan menjadi bagian dari koleksi yang tak lekang oleh waktu.

Transform to Transcend merupakan pesan yang disampaikan POND’S Age Miracle di JFW 2027, mengajak perempuan Indonesia berinvestasi pada cadangan kolagen kulit sejak dini sebagai bagian dari perjalanan merawat diri, membangun kepercayaan diri, dan melampaui batasan yang sering dikaitkan dengan usia.
Shakina Dharma, Beauty & Wellbeing Marketing Demand Creation Skin Care Lead Unilever Indonesia, mengungkap pesan ini diwujudkan melalui POND’S Age Miracle Runway menampilkan tujuh ‘Miracle Models’ bersama Jennifer Bachdim dan Patricia Gouw yang melangkah penuh percaya diri dalam balutan koleksi eksklusif ‘Memento’ dari Hian Tjen for Josephine Anni.
“POND’S Age Miracle percaya bahwa setiap fase kehidupan adalah kesempatan bagi perempuan untuk terus berkembang dan mengeksplorasi potensi,” kata Shakina.
Melalui pesan Transform to Transcend di JFW 2027, perempuan diajak melakukan transformasi yang nyata dan bermakna, salah satunya dengan konsisten berinvestasi pada cadangan kolagen kulit atau ‘collagen bank’ mulai dari sekarang.
“Dengan kulit terawat, perempuan dapat semakin percaya diri untuk terus melangkah dan berkarya, berapa pun usia mereka,” Shakina menandaskan.
Seiring bertambahnya usia, kulit perempuan secara alami mengalami berbagai perubahan. Sejak usia 20-an, kandungan kolagen dalam kulit mulai berkurang sekitar 1% setiap tahunnya, memengaruhi kekencangan dan elastisitas kulit sehingga tanda-tanda penuaan perlahan mulai terlihat.
Tak jarang, penampilan yang tak lagi muda masih sering menjadi batasan bagi perempuan untuk terus mengaktualisasikan diri, baik karena ‘penghakiman’ dari lingkungan sekitar, maupun karena keraguan dari dalam.
Semangat Transform to Transcend antara lain diwujudkan melalui pencarian Miracle Models 2026, yang menghimpun antusiasme lebih dari 500 perempuan usia 30 hingga 70 tahun.

Setelah proses seleksi, sebanyak 25 semifinalis mengikuti tahap kurasi luring berupa wawancara, pemotretan, dan penjurian catwalk, terpilih tujuh finalis yang melangkah di runway JFW 2027, yaitu Sandra Gunawan (70 tahun), Yocta Pratrista (36 tahun), Loemongga (35 tahun), Sheila Kanti Perucha Tejena (30 tahun), Tanisa Rizki (44 tahun), Niken Paramita Kusuma Wardani (39 tahun), dan Yosi Twentiarani (35 tahun).
Sandra yang berpofesi sebagai chef mengaku antusias bisa berjalan di catwalk, hal yang dia lakoni saat berusia belasan. “Senang bisa berada di sini, jalan di runway di mana saya pernah ada di bagian itu saat berusia 18 tahun,” ujarnya.
Rutin melakukan perawatan kulit menjadi salah satu kunci yang menjadikan Sandra tampil percaya diri di usia matang. (HG)