Hidupgaya.co – Ratusan penampil memukau penonton di Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya 2026, di Indonesia Arena, GBK Senayan, Jakarta.

Mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara, pertunjukan tahun kelima ini membawa kekayaan seni dan budaya Indonesia ke dalam satu perjalanan panggung yang mempertemukan cerita, musik, tari, akting, busana, serta teknologi.

Penyanyi Yura Yunita (34) tampil mencuri perhatian dengan ‘terbang’ di tengah pertunjukan sembari melantunkan lagu Mahadewi bersama Padi Reborn.

Menggunakan bantuan sling, Yura melayang di atas tribun Indonesia Arena. Dia mendarat di tribun atas, kemudian menuju belakang panggung dalam hitungan detik dengan bantuan motor, selanjutnya naik ‘naga berkepala tiga’ yang menyemburkan api, kembali tampil di panggung pertunjukan.

Raisa (kiri) dan Yura Yunita di acara Pagelaran Sabang Merauke 2026 (dok. Hidupgaya)

Mengenakan busana bawahan hijau dipadu dengan jubah menyapu lantai, penampilan Yura terlihat magis.

Tampil kali ketiga di Pagelaran Sabang Merauke, Yura mengaku deg-degan karena scene yang dia bawakan menantang, semacam ‘gong’ dari pertunjukan yang mendapat tepuk tangan meriah dari penonton.

“Scene ‘Mahadewi itu adalah part yang paling menantang untuk seluruh tim, menurut aku,” ujar Yura dalam temu media usai pertunjukan di Indonesia Arena, Jumat (21/8).

Yang epik, Yura harus melakukan adegan terbang pakai sling mengenakan high heels. “Kalian bayangin nggak sih sebenarnya bagaimana caranya aku bisa begitu cepat dari lantai atas ke lantai bawah? Itu aku naik motor, guys. Baru pertama kali aku di tengah-tengah show aku naik motor,” ujarnya.

Salah satu penampil di Pagelaran Sabang Merauke 2026  (dok. Hidupgaya)

Penampil lain yang juga mencuri perhatian adalah Raisa (36), yang memerankan karakter Srikandi. Ini kali pertama ia terlibat dalam Pagelaran Sabang Merauke.

Pelantun Terserah itu mengaku harus menahan sisi asli dirinya demi tetap serius menjiwai karakter Srikandi dari awal hingga akhir pertunjukan. Bahkan, emosinya naik turun sebelum pertunjukan hingga sulit tersenyum.

“Emosi naik turun sejak pagi hari sebelum pentas dimulai. Maaf dari tadi Raisanya agak ditahan-tahan ya, jadi ini baru pertama kali senyum dari tadi pagi,” ujarnya.

Raisa menjelaskan bahwa peran Srikandi kali ini membawa pesan yang begitu berat namun penting untuk disampaikan.

Ia merasa pesan tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.

“Aku bangga karena bisa menyampaikan message yang begitu penting, terutama di keadaan Indonesia yang saat ini,” tandasnya.

Libatkan 1.700 pelaku seni, kreatif, dan tim produksi

Pagelaran Sabang Merauke Hanya Indonesia yang Punya 2026 merupakan pertunjukan seni budaya kolosal tahunan yang digagas oleh iForte bersama BCA, kini memasuki edisi ketujuh.

Acara ini mengusung tema Hikayat Srikandi Nusantara yang mengangkat kisah para tokoh perempuan dalam legenda rakyat Indonesia.

Pertunjukan digelar selama tiga hari, 21-23 Agustus 2026, bertempat di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, dengan kapasitas sekitar 6.000 penonton per pertunjukan.

Sepanjang pertunjukan, Indonesia Arena terus berubah mengikuti perjalanan cerita. Ratusan penari memenuhi panggung dalam koreografi berskala besar, lalu ruang yang sama berganti menjadi lebih intim ketika perhatian beralih kepada perjalanan para karakter.

Yura Yunita naik di atas ‘naga berkepala tiga’ saat scene Mahadewi bersama Padi Reborn di Pagelaran Sabang Merauke 2026 (dok. Hidupgaya)

Musik bergerak dari warna tradisional Nusantara menuju orkestra, paduan suara hingga lagu-lagu populer, sementara perubahan kostum, tata cahaya, visual, dan panggung membawa penonton berpindah dari satu bagian cerita ke bagian berikutnya.

Di balik pengalaman tersebut terdapat sekitar 1.700 pelaku seni, kreatif, dan tim produksi. Sebanyak 387 penari membawakan 104 koreografi karya 11 tim koreografer, bersama 15 penyanyi nasional dan satu grup band, 119 anggota paduan suara, 60 musisi orkestra, serta musisi yang memainkan 50 alat musik tradisional.

Lebih dari 1.500 kostum tradisional, kontemporer, dan etnik Nusantara yang melibatkan 16 desainer turut membangun perubahan visual sepanjang pertunjukan.

Bagi F. Aming Santoso, Presiden Direktur dan CEO iForte & Protelindo Group, perjalanan lima tahun Pagelaran Sabang Merauke menjadi bukti bagaimana kolaborasi berbagai pihak terus mendorong pertunjukan ini berkembang dari tahun ke tahun.

F. Aming Santoso, Presiden Direktur dan CEO iForte & Protelindo Group (paling kiri) di acara temu media usai Pagelaran Sabang Merauke 2026 (dok. Hidupgaya)

“Saya telah mengikuti perjalanan Pagelaran Sabang Merauke sejak lahir pada Maret 2022. Tiap tahun kita selalu bisa menjadi lebih baik, dan itu karena semua yang terlibat di dalam pagelaran ini,” ujarnya.

Berbeda dari rangkaian pertunjukan budaya yang berdiri sendiri, Hikayat Srikandi Nusantara dibangun sebagai satu perjalanan cerita.

Sosok Srikandi menjadi salah satu pintu masuk untuk membawa penonton pada kisah tentang keberanian, keteguhan, pengorbanan, cinta, serta berbagai nilai yang tetap dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Tiket Pagelaran Sabang Merauke dapat dibeli secara daring melalui platform MyBCA dan Tiket.com, dengan harga mulai dari Rp250 ribu hingga di atas Rp1,75 juta tergantung kategori tempat duduk. (HG)