Hidupgaya – PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO Indonesia) mengadopsi model bisnis baru yang mengusung prinsip-prinsip keberlanjutan dengan membuat komitmen untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia melalui penggunaan sumber listrik dari pembangkit yang menggunakan energi terbarukan di seluruh toko.

Komitmen ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja sama Jual Beli Sertifikat Energi Terbarukan yang ditandatangani oleh Shigeru Kumano, CFO Fast Retailing Indonesia dan Edison Sipahutar, Executive Vice President Pelayanan Pelanggan Korporat dan Institusi Besar PT PLN, pertengahan Desember silam di Jakarta.

Dengan demikian, UNIQLO Indonesia menjadi perusahaan ritel pertama di industri pakaian Indonesia yang akan mendapatkan Renewable Energy Certificate (REC) sebagai bukti telah menggunakan listrik yang berasal dari Pembangkit Energi Terbarukan.

Ilustrasi toko UNIQLO (dok. istimewa)

Shigeru Kumano menyampakan, perusahaan menekankan kepedulian terhadap lingkungan dalam semua proses bisnis, mulai dari manufaktur hingga distribusi dan penjualan, mengurangi emisi gas rumah kaca dan limbah dengan menerapkan proses produksi yang ramah lingkungan.

“UNIQLO Indonesia mengambil peran melalui salah satu inisiatifnya yakni mengimplementasikan penggunaan listrik yang dihasilkan dari energi terbarukan di seluruh toko UNIQLO di Indonesia,” ujar Shigeru Kumano.

Untuk diketahui, Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN ini dihasilkan dari PLTP Kamojang di Jawa Barat dan dikirim melalui infrastruktur yang sudah ada. Dengan menggunakan REC, berarti UNIQLO Indonesia sudah menggunakan sumber energi terbarukan dari PLN.

Edison Sipahutar mengatakan bahwa pembelian Renewable Energy Certificate (REC) tersebut dimaksudkan untuk mendorong percepatan transisi peralihan Indonesia menuju energi terbarukan dengan memastikan kebutuhan konsumsi listrik dipenuhi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Energi Terbarukan.

“Renewable Energy Certificate (REC) ini merupakan bukti dihasilkannya tenaga Mega-Watt-hour (MWh) dari Pembangkit Listrik Tenaga Energi Terbarukan, yakni 1 REC sama dengan 1 MWh dari produksi energi,” ujar Edison.

Dia menambahkan, saat ini terdapat 70 perusahaan dari berbagai industri termasuk UNIQLO Indonesia yang mewujudkan industri berkelanjutan melalui penggunaan listrik dari energi terbarukan. “Semakin banyak industri dan perusahaan yang memiliki REC artinya Indonesia bisa menghemat penggunaan energi yang tidak dapat diperbaharui sehingga beban lingkungan lebih ringan,” jelas Edison.

Kerja sama antara UNIQLO Indonesia dan PT PLN (Persero) tersebut berlaku selama dua tahun sejak penandatangan Perjanjian Kerja Sama atau berakhir pada 13 Desember 2023.

Komitmen ini juga merupakan dukungan UNIQLO Indonesia untuk mewujudkan tujuan dari Perjanjian Paris mengenai Perubahan Iklim dalam hal pengurangan emisi gas rumah kaca pada 2050.

UNIQLO Indonesia senantiasa berusaha untuk melanjutkan upaya-upaya tersebut melalui rantai pasokan dan penggunaan produk-produk UNIQLO untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Secara global, Fast Retailing menargetkan 40% dari seluruh toko UNIQLO dan Perusahaan seinduk UNIQLO yaitu GU menggunakan Energi Terbarukan. Pada Agustus 2021, terdapat 64 toko UNIQLO dari sembilan pasar di Eropa yang telah beralih ke energi terbarukan. Pada akhir 2021, semua toko di Amerika Utara dan di beberapa negara di Asia Tenggara akan turut menyelesaikan peralihan ini. (HG)