Hidupgaya – LENTERA Erajaya Peduli telah bekerja sama dengan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejak 2018 dalam melaksanakan program rehabilitasi kawasan hutan di Rumpin seluas 6 hektar yang disebut Wana Erajaya, berupa penanaman pohon di antaranya jenis trembesi, damar, mahoni, dan buah-buah produktif, telah dilakukan dalam tiga tahap dari tahun 2018 hingga 2020, dengan total pohon tertanam sebanyak 6.386 bibit.

Salah satu inovasi dalam program ini adalah pemanfaatan limbah organik yang berasal dari kawasan hutan dan rumah tangga petani penggarap untuk dijadikan eco-enzyme dan pupuk organik, cair dan padat.

Ilustrasi kegiatan Wana Erajaya (dok. istimewa)

Chief Human Capital, Legal dan CSR Jimmy Perangin Angin, menyampaikan komitmen Erajaya Group yang tersalurkan melalui program kepedulian sosial LENTERA Erajaya Peduli, diwujudkan kembali dengan program rehabilitasi hutan Wana Erajaya’ di Bogor dan pemanfaatan limbah organik yang digunakan untuk aktifitas agro-forestry oleh penduduk sekitar.

“Program ini adalah bagian dari salah satu pilar LENTERA, yaitu: Lentera Hijau. Melalui program ini, dampak jangka panjang yang diberikan yakni tidak hanya menanam pohon untuk reduksi karbon dan menjadi paru hijau di kawasan Rumpin, Kabupaten Bogor, sekaligus dapat meningkatkan produktvitas tumpang sari/agroforestry untuk kelompok tani dan edukasi “konsep organik” untuk mendukung kawasan hutan yang berkelanjutan,” beber Jimmy.

“Di tahun keempat menjalankan program ini, kami menegaskan kembali niatan untuk terlibat secara jangka panjang dalam memberikan dampak positif yang berkesinambungan kepada lingkungan dan masyarakat” ujarnya.

Eco–enzyme adalah larutan zat organik kompleks dari hasil fermentasi sisa organik, gula, dan air. Berbeda yang pupuk organik cair biasa, proses fermentasi eco-enzyme relatif lebih lama dan menggunakan bahan organik yang belum mengalami pembusukan.

Hasil pemanfaatan limbah organik ini nantinya akan menjadi ‘nutrisi’ organik bagi kawasan hutan yang sedang berkembang dan secara tidak langsung mengurangi penggunaan pupuk/pestisida kimia dalam perawatan hutan maupun aktifitas tumpang sari/agroforestry di Wana Erajaya. (HG)