Lolos Tes EKG Belum Tentu Bebas Penyakit Jantung Koroner, Ini Alasannya

Hidupgaya – Penyakit kardiovaskular sejauh ini masih menjadi ancaman dunia dan menjadi penyakit yang berperan utama sebagai penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukkan angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya, 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung.

Penyakit jantung dan pembuluh darah paling sering menyerang kelompok usia produktif, sehingga tingkat kematiannya menyebabkan beban ekonomi dan sosial terhadap masyarakat. Ada beragam spektrum penyakit kardiovaskular di antaranya adalah penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, gagal jantung, gangguan irama jantung, dan penyakit katup jantung. 

Menurut Perkumpulan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), hingga saat ini penyakit jantung koroner masih berkontribusi sebagai spektrum penyakit jantung terbanyak di seluruh dunia dan menyebabkan tingkat kecacatan dan kematian yang tinggi. Diperkirakan untuk kasus global, penyakit jantung koroner pada tahun 2020 menjadi pembunuh pertama tersering yakni sebesar 36% dari seluruh kematian – angka ini dua kali lebih tinggi dari angka kematian akibat kanker. 

Di Indonesia, dilaporkan penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama dan pertama dari seluruh kematian, yakni sebesar 26,4%, atau empat kali lebih tinggi dari angka kematian yang disebabkan oleh kanker (6%). Dengan kata lain, lebih kurang satu di antara empat orang yang meninggal di Indonesia adalah akibat PJK.

Penyakit jantung koroner dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan. Namun jika cara ini tidak berhasil, maka diperlukan prosedur angioplasti (pemasangan ring). “Pemasangan ring jantung merupakan prosedur non-bedah dengan anestesi lokal dan sedasi ringan,” ujar Dafsah Arifa Juzar, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dalam webinar yang dihelat Heartology Cardiovascular Center secara daring, Sabtu (19/6).

Dafsah menjelaskan, akses ke pembuluh darah koroner sebagian besar melalui pembuluh darah di pergelangan tangan dan atau pembuluh darah di pangkal paha pada keadaan tertentu. “Selama tindakan berlangsung, pasien akan dalam keadaan sadar namun nyaman,’’ bebernya.

Bila pasien mengalami penyempitan sedang yang lebih dari satu indikasi pemasangan cincin, dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan iFR (Instant wave-free Ratio) ataupun FFR (Fractional Flow Reserve), sehingga pemasangan ring yang tidak berindikasi dapat dihindari dan juga untuk mengurangi risiko komplikasi akibat pemasangan ring yang tidak diperlukan.

Dafsah menjabarkan, pemasangan ring dilakukan pada pasien yang mengalami penyempitan pembuluh darah dengan tujuan untuk memperbaiki asupan darah secara memadai. Perlu diketahui, penyempitan pembuluh darah pun bisa terjadi secara tiba – tiba atau kronis. “Pada pasien yang mengalami penyempitan tiba-tiba, hampir seluruhnya perlu pemasangan ring segera untuk mengurangi risiko komplikasi jantung bahkan kematian,” ujarnya. Sedangkan untuk orang lainnya, tindakan pemasangan ring perlu investigasi terlebih dahulu untuk memastikan adanya penyakit jantung koroner.

Pemasangan ring yang optimal dibutuhkan konfirmasi dari alat pencitraan intravaskular. Alat intravaskular yang dimaksud adalah IVUS (IntraVascular Ultrasound), yang merupakan teknologi imaging dengan ultrasound untuk memberi gambaran di dalam pembuluh darah, termasuk plak dan kondisi pembuluh darah. “Informasi yang didapat dari hasil pencitraan ini akan memfasilitasi pemilihan metoda persiapan kelainan penyempitan pembuluh darah, agar dapat dipasang ring secara optimal,” urai Dafsah seraya menambahkan optimal dalam hal ini berarti berkurangnya risiko penyempitan dan komplikasi pada lokasi pemasangan ring tersebut.

Dafsah menambahkan, pada kelainan jantung koroner yang sudah lanjut, berat atau kompleks, penyempitan pembuluh darah jantung sudah mengalami pengapuran atau kalsifikasi. Apabila hal ini terjadi, maka diperlukan terapi tambahan agar pemasangan ring mencapai hasil optimal berdasarkan konfirmasi IVUS (ultrasonografi intravaskuler).

Lolos Cek EKG Belum Tentu Bebas Penyakit Jantung Koroner

Dafsah menambahkan, untuk mengetahui kondisi jantung pasien, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan, dimulai dari yang paling sederhana yaitu EKG )Elektrokardiogram), yang dilakukan untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung dan dapat memperlihatkan adanya kekurangan asupan oksigen atau bahkan kerusakan otot jantung akibat serangan jantung. 

Perlu diketahui bahwa pada orang yang tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan EKG saat istirahat, belum berarti aman dari penyakit jantung koroner. Hal ini disebabkan karena penyakit jantung koroner bersifat degeneratif. Penyakit jantung koroner atau proses aterosklerosis merupakan proses alamiah yang akan terjadi dengan bertambahnya umur. “Proses aterosklerosis ini akan terakselerasi bila didapatkan faktor-faktor risiko, seperti; tekanan darah tinggi, merokok, sakit kencing manis, hiperkolesterolemia, riwayat keluarga dengan penyakit jantung prematur, dan kebiasaan hidup tidak sehat,’’ jelas Dafsah.

Dafsah menekankan, pemeriksaaan EKG saat istirahat saja belum cukup untuk orang-orang yang mempunyai lebih dari satu faktor risiko jantung atau telah berumur di atas 30 tahun. “Performa jantung dalam mengatasi beban kerja perlu diuji dengan pemeriksaan stress test,” imbuhnya,  Pemeriksaan stress test bisa dilakukan dengan treadmill stress test, pemeriksaan stress echo (Dobutamine Stress Test) atau pencitraan lainnya.

Akurasi diagnosis dan penggunaan terapi tambahan dalam pemasangan ring merupakan kunci keberhasilan dan keamanan. ‘’Pemasangan ring yang optimal akan memberikan manfaat jangka panjang untuk meminimalisir terjadinya penyempitan ulang (restenosis), mengurangi rasa nyeri jantung dan memperbaiki kualitas hidup,’’ pungkas Dafsah. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s