Teropong Kondisi Bagian Dalam Tubuh dengan Endoskopi, Seperti Apa Prosedurnya?

on

Hidupgaya –  Perkembangan ilmu kedokteran yang semakin maju telah menghadirkan teknologi endoskopi yang dapat menghasilkan prosedur diagnostik yang cepat dan akurat. Dokter dapat menggunakan teknik mutakhir ini untuk mendiagnosis penyakit dalam dan menunjang beberapa tindakan medis.

Endoskopi merupakan suatu alat yang digunakan untuk memeriksa organ dalam tubuh (khususnya saluran cerna) secara visual melalui layar monitor sehingga dapat dilihat dengan jelas setiap kelainan organ yang diperiksa. Singkat kata, dengan endoskopi dokter bisa mendapatkan informasi lebih banyak dan akurat dibandingkan dari hasil yang diperoleh menggunakan cara tidak langsung seperti menggunakan X-ray maupun pemindaian.

Hal inilah yang mendasari RSIA Bunda Jakarta menghadirkan Bunda Endoscopy Center, yaitu pusat layanan medis terbaru yang digadang menjadi pusat pemeriksaan endoskopi terintegrasi melayani kasus-kasus kompleks seperti pertolongan pertama pada anak yang menelan benda asing, kerongkongan atau faring yang sempit, kasus pencernaan seperti GERD (refluks asam lambung), kasus endoskopi dewasa dan sebagainya.

Dikatakan CEO Bundamedik Healythcare System (BMHS), Ivan Sini, dengan kemajuan teknologi saat ini, endoskopi banyak digunakan untuk memberikan intervensi medis tanpa harus melalui pembedahan. “Dengan sistem terintegrasi diharapkan masyarakat tidak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk pengobatan yang butuh endoskopi. Cukup di RSIA Bunda Jakarta,” ujar Ivan Sini, dokter spesialis kebidanan dan kanduangan yang memiliki spesialisasi di teknologi bayi tabung (IVF) saat memberikan sambutan di peresmian Bunda Endoscopy Center, baru-baru ini.

Manfaat Endoskopi untuk Anak

Menurut dokter spesialis anak konsultan, Ariani Dwi Widodo, tindakan endoskopi dilakukan untuk sejumlah kasus anak, misalnya menelan koin atau bahan berbahaya lain yang butuh pengambilan segera karena tersangkut di perut dan bisa berbahaya jika tak diambil. “Untuk bisa mengetahui posisi benda asing yang tak sengaja tertelan anak, harus dilakukan endoskopi. Baru setelah tahu posisi yang pas, dilakukan tindakan pengambilan non-invasif alias tanpa operasi,” kata salah satu ahli yang menggawangi Bunda Endoscopy Center.

Prosedur ini memungkinkan dokter untuk mendeteksi gangguan atau masalah di dalam tubuh anak, sehingga dokter dapat mengobatinya dengan tepat. Endoskopi dapat membantu  menghentikan perdarahan saluran cerna, melebarkan saluran cerna yang sempit, mengangkat polip (daging tumbuh), memasang akses, makan melalui lambung untuk anak yang memerlukan pemasangan selang makan ke lambung (NGT) dalam waktu sangat panjang, hingga mengambil benda asing.

Kapan sebaiknya anak perlu dilakukan tindakan endoskopi?  Kenali sejumlah tanda berikut ini:

1. Sakit perut yang sudah berlangsung lama.

2. Anak kesulitan menekan.

3. Nyeri ulu hati yang berulang atau sudah berlangsung lama dan kurang responsif terhadap pengobatan.

4. Sembelit yang berat dan berlangsung lama.

5. Anak dengan muntah darah atau terdapat darah saat buang air besar.

6. Anak dengan kembung berulang , mual atau muntah berulang.

7. Tertelan benda asing seperti koin, kelereng, mainan, dan sebagainya.

Prosedur Endoskopi Tanpa Operasi

Menurut Ariani, sebelum melakukan tindakan endoskopi, anak akan diminta puasa dan dilakukan bius ringan. Setelah anak tertidur dan dipastikan keadaannya stabil, pada evaluasi saluran cerna atas mulut akan disemprot spray anti nyeri, kemudian endoskopi  akan dimasukkan melalui mulut dan perlahan-lahan dimasukkan sampai ke tenggorokan, lambung, dan usus dua belas jari. “Lamanya endoskopi  tergantung pada kasus anak dalam bentuk saluran cerna, namun secara umum prosedur ini  memerlukan waktu sekitar 10-15 menit. Sedangkan endoskopi bawah sekitar 30-45 menit,” bebernya.

Kasus yang ditangani oleh tim dokter pun beragam mulai dari kasus yang sederhana hingga kasus yang rumit. “Kasus sederhana seperti napas yang berbunyi, sebaiknya jangan diabaikan karena hal seperti ini mengindikasikan sesuatu,” ujar dokter spesialis THT, Elvie Zulka.

Sementara dokter spesialis penyakit dalam Rabinnu Rangga menambahkan, karakteristik pasien RSIA Bunda Jakarta ini banyak pasien IVF (bayi tabung) yang diberikan obat pengencer darah, namun tidak semua bereaksi baik. “Pernah ada satu kasus dimana pasien ini mengalamai perdarahan setelah mengonsumsi obat ini, sehingga perlu segera ditangani dengan endoskopi,” bebernya.

Rabinnu menambahkan banyak pasien datang untuk melakukan endoskopi terkait penyakit saluran cerna GERD. “Namun umumnya selama bulan puasa keluhan mereka malah membaik karena makannya lebih teratur, tentu didampingi pengobatan yang tepat,” pungkasnya. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s