Hidupgaya.co – Pengelolaan sampah adalah isu yang harus ditangani dengan serius. Data Kementrian Lingkungan Hidup & Kehutanan (SIPSN KLHK), lebih dari 50% dari total timbulan sampah pada tahun 2025 berasal dari rumah tangga.
Tanpa pemilahan, sampah yang bercampur residu organik akan kehilangan nilai daur ulangnya, menjadi kotor, dan membebani tempat pembuangan akhir (TPA) yang sudah kelebihan beban.
Menyadari hal tersebut, PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) mengambil peran aktif sebagai produsen yang bertanggung jawab mendukung terciptanya ekosistem lingkungan yang lebih bersih, di antaranya dengan merilis program ‘Unicharm Green Action: Ayo Pilah Sampah 3R Bersama!’ di Kabupaten Karawang, akhir April silam.
Kegiatan ini sekaligus dukungan nyata Unicharm terhadap penerapan Extended Producer Responsibility (EPR).
Berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Karawang dan KSM Sahabat Lingkungan Desa Warung Bambu, kegiatan ini menyasar ibu rumah tangga (PKK dan kader Posyandu) sebagai pilar utama perubahan kebiasaan dari sumbernya.

Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, menekankan kegiatan itu bagian dari kepedulian perusahaan akan lingkungan dan masyarakat. “Di Unicharm, kami memiliki slogan Ethical Living for SDGs, yang bermakna menerapkan kebaikan kecil di kehidupan sehari-hari demi berkontribusi mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs),” ujarnya.
Sejak 2022, Unicharm telah melakukan kegiatan edukasi serupa dan menjangkau lebih dari 1.000 masyarakat termasuk siswa di berbagai jenjang sekolah di Indonesia.
“Unicharm akan terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan lingkungan serta memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan di Indonesia,” tandas Nishioka.
Dalam kegiatan itu, Unicharm tidak hanya melakukan penyuluhan langsung ke masyarakat, tetapi juga menggabungkan dengan filosofi EPR yang memperluas tanggung jawab produsen hingga pengelolaan sampah pascakonsumsi demi mendukung target nasional pengurangan sampah 30% pada tahun 2029.
Melalui langkah ini, Unicharm memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah langsung dari sumbernya, yaitu rumah tangga, sebagai upaya utama dalam mengurangi beban lingkungan dan kapasitas TPA.
Unicharm juga menyumbangkan sarana tempat sampah drop box EPR. Melalui edukasi dan pemberian sarana pembuangan sampah, diharapkan akan membantu warga membiasakan diri untuk memilah sampah dari rumah lalu dibuang ke drop box.
Kebiasaan ini dapat dilakukan dengan tiga langkah mudah yaitu kosongkan dan lipat, jaga tetap bersih dan kering, lalu masukkan ke drop box sesuai jenisnya (organik, bukan organik dan sampah plastik).

Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Muda/Ketua Tim Kerja Kelompok Sub. Substansi Pengendalian B3, Limbah B3 dan Non B3 dari DLHK Kabupaten Karawang, Agus Yuniarto menyampaikan apresiasi terhadap Unicharm yang bersedia turun langsung ke akar rumput untuk mengedukasi warga.
“Masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Butuh sinergi kolaboratif antara regulator, pihak swasta, dan masyarakat agar bisa betul-betul memulai upaya pemilahan sampah dari rumah. Dengan memilah sampah, masyarakat turut berkontribusi membantu pemerintah mengurangi sampah yang ‘lari’ ke TPA,” tandas Agus.
Dia berharap sinergi positif ini dapat terus terjaga demi bersama merealisasikan peta jalan pengurangan sampah nasional. (HG)