Gampang Banget Gemuk, Mungkin Kurang Vitamin D

Hidupgaya – Gampang gemuk meski makan cuma sedikit? Jangan-jangan akibat kekurangan vitamin D. Sebuah penelitian menyebut, bagi orang dengan asupan vitamin D rendah, menambah pasokan suplemen vitamin tersebut dapat membantu menurunkan berat badan.

Menurut tim Italia yang dipimpin oleh Luisella Vigna dari University of Milan, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dikaitkan dengan risiko obesitas yang lebih tinggi dan komplikasi yang berhubungan dengan obesitas.

Namun, penelitian tentang penggunaan suplemen vitamin D untuk mengekang obesitas sejauh ini tidak meyakinkan, kata tim.

Studi baru ini melibatkan 400 orang yang kelebihan berat badan dan obesitas dengan defisiensi vitamin D yang menjalani diet rendah kalori dan kemudian dibagi menjadi tiga kelompok. Satu kelompok tidak mengambil suplemen vitamin D, sementara dua kelompok lainnya mengambil suplemen masing-masing 25.000 unit internasional (IU) atau 100.000 IU vitamin D per bulan.

Setelah enam bulan, peserta dalam kedua kelompok suplementasi vitamin D telah kehilangan berat badan lebih banyak dan memiliki pengurangan yang lebih besar pada ukuran lingkar pinggangnya daripada mereka yang tidak mengambil suplemen, kata tim Vigna.

Penelitian ini dipresentasikan di European Congress on Obesity. Para ahli mencatat bahwa penelitian yang dipresentasikan di pertemuan medis biasanya dianggap sebagai penelitian awal sampai diterbitkan dalam jurnal peer-reviewed.

“Data ini menunjukkan bahwa pada orang gemuk dan kelebihan berat badan dengan kekurangan vitamin D, maka suplementasi vitamin D bisa membantu penurunan berat badan dan meningkatkan efek menguntungkan dari diet mengurangi kalori,” tulis tim Vigna dikutip WebMD..

Para peneliti menyarankan bahwa semua orang yang kelebihan berat badan dan obesitas harus mencegek kadar vitamin D di tubuhnya.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa sekitar 40 persen orang dewasa Amerika Utara kekurangan vitamin D.

Dua ahli di Amerika Serikat mengatakan temuan mungkin memiliki manfaat bagi beberapa orang. “Penelitian ini agak mengingatkan beberapa tahun yang lalu, ketika terjadi ledakan penelitian tentang pengaruh kalsium dalam membantu penurunan berat badan [dan membantu mempertahankan penurunan berat badan],” kata Dr Christopher Ochner, seorang ahli nutrisi, penurunan berat badan dan obesitas di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City. “Namun, sangat penting untuk dicatat bahwa efek dari vitamin D tampaknya dibatasi hanya pada orang-orang yang kekurangan vitamin D.”

Mendapatkan jumlah yang tepat dari vitamin dan nutrisi lainnya yang penting, kata Ochner. Namun, “Studi ini tidak menyarankan bahwa setiap orang yang ingin menurunkan berat badan harus mulai mengambil dosis besar vitamin D – atau suplemen lainnya,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa “kebanyakan orang tidak kekurangan vitamin D.”

Toni Marinucci, ahli gizi terdaftar di Staten Island University Hospital di New York City, mengatakan kekurangan vitamin D dapat merusak upaya untuk mempertahankan berat badan yang sehat.

Studi ini menunjukkan bahwa “orang dewasa kelebihan berat badan dan obesitas yang kekurangan vitamin D, bisa mendapatkan keuntungan dengan melengkapi upaya mereka pada diet mengurangi kalori dengan mengonsumsi suplemen vitamin D,” kata Marinucci.

Vitamin D dijuluki “vitamin sinar matahari” karena tubuh memproduksi nutrisi ini ketika kulit terkena sinar matahari. Orang juga bisa mendapatkan vitamin D melalui makanan seperti telur, susu, yogurt, tuna, salmon, sereal dan jus jeruk. (dokterdigital/HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s