Hidupgaya.co – Ruang pribadi di dalam rumah kini memiliki peran yang semakin penting. Sebutlah kamar mandi yang tidak lagi sekadar menjadi ruang fungsional, tetapi juga tempat untuk menghadirkan kenyamanan, relaksasi, kesehatan, dan mengekspresikan diri.
Perubahan ini mencerminkan meningkatnya apresiasi terhadap desain yang mampu memengaruhi cara orang menikmati dan berinteraksi dengan ruang di sekitarnya.
Project 6 menjadi salah satu daya tarik utama KOHLER di IndoBuildTech (IBT) 2026, hadirkan berbagai konsep kamar mandi yang dapat dinikmati langsung oleh para pengunjung.
Pengunjung diajak menyaksikan instalasi yang dirancang secara sinematik dan imersif, sehingga pengunjung tidak hanya melihat desain, tetapi juga merasakan suasana, emosi, dan pengalaman ruang yang dihadirkan.
Melalui pendekatan ini, KOHLER menunjukkan bagaimana kamar mandi dapat berkembang menjadi ruang personal yang mendukung gaya hidup modern.

Dalam Project 6, KOHLER memadukan inovasi, craftsmanship, estetika, dan storytelling untuk terus menghadirkan solusi desain yang relevan dengan gaya hidup modern.
“Melalui Project 6, kami berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang dengan ide-ide baru, mendorong kolaborasi kreatif, serta menghadirkan pengalaman desain yang lebih personal dan bermakna,” tutur Shreya Malik, General Manager, Kitchen and Bath, Indonesia, Malaysia, and Singapore dalam temu media di IBT 2026 yang berlangsung di ICE BSD Tangerang, Jumat (10/7).
Project 6, sebuah inisiatif kreatif jadikan kamar mandi sebagai ruang pribadi
Kolaborasi menjadi inti kehadiran KOHLER di IBT 2026 melalui Project 6, sebuah inisiatif kreatif yang mempertemukan tiga desainer interior dengan tiga kreator Indonesia.
Setiap kolaborasi menerjemahkan karakter, gaya hidup, dan kisah personal masing-masing kreator ke dalam konsep kamar mandi yang unik. Melalui pendekatan ini, KOHLER menunjukkan bahwa kamar mandi dapat menjadi ruang yang sangat personal, mencerminkan identitas dan perjalanan hidup penggunanya.
Rudy Dodo x Olivia Jensen: The Batavia 1700 Suite
Terinspirasi dari kenangan masa kecil dan ikatan emosional dengan rumah, kolaborasi ini merefleksikan karakter Olivia Jensen yang elegan serta apresiasinya terhadap kenangan pribadi dan makna sebuah hunian.

Rudy Dodo menerjemahkan karakter tersebut melalui konsep kamar mandi bergaya kolonial klasik modern, memadukan detail bernuansa warisan budaya dengan kenyamanan dan kemewahan hunian masa kini.
“Untuk kolaborasi ini, saya ditugaskan KOHLER menerapkan konsep klasik. Tidak mau terlalu Eropa atau Amerika, tapi mengambil tema klasik yang ada pengaruh kolonial di Batavia pada tahun 1970an. Saat itu populasi kebanyakan etnis Tionghoa,” ujarnya menjelaskan konsep kamar mandi yang menjadi salah satu instalasi di booth KOHLER.
Kamar mandi dengan pengaruh kolonial oriental itu tersaji cantik dalam desain yang menampilkan ukiran kawung. alih-alih menjadi satu ruangan besar, Rudy Dodo memilih menampilkan layout yang dibagi menjadi empat ruang kecil. “Tujuannya bukan bikin ruangan jadi kecil, tapi justru mengesankan area yang lebih besar yang bisa dirasakan,” terangnya.
Di kamar mandi dengan sentuhan kolonial peranakan ini, Rudy juga meliatkan material kayu dan panel kayu serta marmer hijau dan putih yang kian menambah kesan estetik.
Melati Danes x Ayudia & Ditto: The Royal Experience Suite
Terinspirasi dari kehangatan dan kisah kehidupan keluarga modern, kolaborasi ini memadukan karakterAyudia dan Ditto dengan filosofi desain Melati Danes yang mengedepankan craftsmanship serta nilai- nilai budaya Indonesia.
Hasilnya adalah ruang yang hangat dan elegan dengan sentuhan karakter klasik yang mewah namun tetap terasa nyaman.

Melati mengungkap inspirasinya datang dari ritual royak bathing di masa lalu. “Kehidupan royal (bangsawan) zaman dulu itu, bathing (mandi) menjadi suatu ritual spesial. Di zaman modern, pengalaman ini gampang ditingkatkan dengan kualitas lebih superior,” tuturnya.
Kamar mandi yang ditujukan untuk pasangan ini mengusung cita rasa maskulin dan feminin yang mewujud serasi. Melati menyampaikan desain modern klasik dengan kapabilitas craftmanship masih bisa dilakukan sebelum sepenuhnya digantikan mesin dan komputer. “Crafmanship lokal ada soul-nya di situ,” tandasnya.
Christin Castillo x Dion Wiyoko: The Nightfall Suite
Dirancang sebagai ruang relaksasi bagi pria modern, kolaborasi ini memadukan karakter Dion Wiyoko yang tenang dan elegan dengan pendekatan desain Christin Castillo yang imersif dan kaya akan detail.

Konsep ini mengusung estetika yang gelap, modern, dan sinematik, menghadirkan suasana yang tenang, privat, sekaligus reflektif.
“Desain kamar mandi tampil lebih maskulin untuk persona yang sangat sukses dalam karier diwakili Dion Wiyoko,” ujar Castillo.
Tema The Nighfall memiliki makna tersendiri, yakni setelah sibuk bekerja seharian, pria bisa menikmati solitude saat malam. “Saya menyebutnya masculine man cave. Man cave place to solitude,” bebernya.
Man cave merujuk pada ruangan atau area khusus di dalam atau di luar rumah yang didedikasikan bagi seorang pria untuk bersantai, menyendiri, dan melakukan hobi. Tempat ini dirancang dengan gaya maskulin sebagai tempat pelarian untuk melepas penat dan mengisi ulang energi.
Berdesain sleek kental nunasa hitam sbg simbol maskulinas, instalasi ini dinilai pas mewakili persona individu sukses seperti Dion Wiyoko.
Indonesia pasar yang menjanjikan
Kesempatan sama, David Kohler, Chair and Chief Executive Officer, Kohler Co menyampaikan selama lebih dari satu abad, KOHLER terus mengeksplorasi hubungan antara desain dan kehidupan sehari-hari dengan memadukan presisi rekayasa dan sentuhan artistik.
Tujuannya tak lain hendak menghadirkan produk serta ruang yang mendukung misi perusahaan membantu masyarakat menjalani kehidupan yang lebih nyaman, sehat, dan berkelanjutan.
Berlandaskan craftsmanship dan inovasi, KOHLER terus mengembangkan filosofi desain yang menyeimbangkan fungsi, keterhubungan emosional, dan relevansi yang bertahan lintas generasi.
“Selama lebih dari 153 tahun, KOHLER terus mengeksplorasi bagaimana desain dan inovasi dapat meningkatkan pengalaman sehari-hari, tidak hanya melalui produk yang kami ciptakan, tetapi juga melalui ruang yang kami bantu wujudkan,” ujarnya.
Dia menekankan, kolaborasi yang bermakna dengan arsitek, desainer, dan para kreator berperan penting dalam mengubah inspirasi tersebut menjadi karya desain yang berdampak.
David Kohler juga menyuarakan optimismenya terhadap pasar Indonesia yang menjanjikan di kawasan Asia Pasifik. “Indonesia merupakan wilayah penting bagi Kohler, terutama terkait dengan populasi penduduknya,” ujarnya.
Dia lantas membandingkan dengan Vietnam yang juga dipandang punya prospek bagus. “Indonesia punya kelebihan, populasi penduduk nyaris tiga kali lebih besar daripada Vietnam,” tandasnya.
Inovasi produk untuk pengalaman hidup lebih personal
Selain hadirkan instalasi desain, KOHLER juga menampilkan berbagai inovasi produk yang dirancang untuk menciptakan pengalaman hidup yang lebih personal dan berkelas. Antara lain Oriana Faucet Series, yang terinspirasi dari siluet kipas tradisional yang diinterpretasikan kembali melalui garis-garis geometris modern.
Koleksi ini menawarkan pilihan warna dan tekstur handle yang dapat dikustomisasi, sekaligus memanfaatkan material daur ulang sebagai bagian dari komitmen KOHLER terhadap keberlanjutan.

Adapun Spaviva Module Column menawarkan pengalaman spa di rumah melalui teknologi WaterMind milik KOHLER yang mengoptimalkan aliran air, dilengkapi semprotan untuk tubuh, kaki, dan telapak kaki guna memberikan relaksasi maksimal setelah beraktivitas.
Koleksi Melius mengusung desain modern minimalis yang dipadukan dengan fungsi ergonomis, menciptakan keseimbangan antara estetika, kenyamanan, dan kemudahan penggunaan sehari-hari.
Tak kalah istimewa adalah Artist Editions – Landshapes by Daniel Arsham, kolaborasi dengan artis kontemporer asal Amerika, Daniel Arsham, memadukan seni dan desain melalui penggunaan vitreous cina hasil cetak 3D serta elemen kuningan. Koleksi ini menghadirkan wastafel sebagai karya seni yang memperkaya pengalaman dan estetika ruang secara keseluruhan. (HG)