Lanjut ke konten

Jeli Manfaatkan Peluang di Masa Pandemi Covid-19, Yuk Bisnis Kuliner

25/06/2020

Hidupgaya – Pandemi virus corona belum menunjukkan akan mereda. Di tengah pandemi corona, banyak yang kehilangan lapangan kerja karena bisnis tidak jalan. Di sisi lain, pembatasan aktivitas membuat orang lebih banyak di rumah. hal ini berdampak positif pada bisnis makanan beku (frozen food) yang justru menunjukkan tren naik di  di masa pandemi.

Menurut Shinta, pebisnis makanan beku MpekMoy, menuturkan perjalanannya merintis bisnis dengan modal minimal. Shinta memutuskan banting setir jadi pengusaha kuliner selepas resign sebagai karyawan. Bagaimana dia memiliki keberanian menjadi orang tidak gajian teratur? ”Intinya kalau hanya ide saja tanpa dieksekusi tidak akan jalan. Jadi, kita harus berani untuk melakukannya. Mudah atau susah itu proses,” kata Shinta di sela webinar “Ayo…Jadi Pebisnis Frozen Food” baru-baru ini.

Diakui Shinta, membangun  bisnis frozen food tidak mudah. Ia mengaku sudah kerap jatuh bangun. Namun, kegagalan yang dialaminya dijadikan sebagai bekal pembelajaran dari kegagalan yang lalu, sehingga ke depan tidak mengulanginya lagi.

Di awal produksi, perempuan berusia 48 tahun  melakukan promo di lingkungan terdekat. maupun lewat pertemanan di media sosial (medsos). Untuk meminimalkan risiko, dia memberlakukan sistem PO (pre-order). “Konsisten melakukan promosi, juga menjaga kualitas dan rasa. Pengolahan juga dilakukan secara baik, termasuk packaging dan pengiriman,” ujar Shinta.

Keunggulan frozen food antara lain bisa bertahan lama  maksimal hingga enam bulan. Saat ini, produk frozen food yang dikelola Shinta antara lain pempek, somay, pindang patin, pindang daging, tahu baso, dimsum, otak-otak, dan tekwan.

Di kesemoatan sama Chef Aston Priority Simatupang, Djoko Hendrasto, menambahkan saat ini merupakan peluang yang tepat bagaimana bisa memanfaatkan situasi di tengah pandemi Covid-19 agar tetap produktif, sehingga bisa mendapatkan penghasilan yang bisa jadi menjanjikan. “Jadi memang justru harus berpikir terbalik, menjadikan pandemi Covid-19 menjadi peluang,” papar pria yang telah menjadi juru masak selama 20 tahun.

Bagi yang tidak jago memasak, menurut Djoko, bisa belajar memasak melalui sarana internet. “Adik saya bisa memasak dari internet. Dia coba setahun, dan sekarang pintar memasak,” pungkasnya. (HG)

From → Money Talks

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: