Lanjut ke konten

Menunggu Pagi, Potret Kehidupan Kekinian Anak Metropolitan

14/10/2018

Hidupgaya – Jika ingin melihat potret kehidupan anak metropolitan ‘zaman now’ silakan tonton film Menunggu Pagi besutan sutradara Teddy Soeriaatmadja. Setelah vakum selama 3 tahun akhirnya Teddy merilis film yang menyorot kehidupan anak Jakarta yang lekat dengan hura-hura, bahkan hingga cinta satu malam.

Karya Teddy kali ini agak kurang menggigit dibanding film sebelumnya, katakanlah Something in The Way (2013) yag mengangkat isu seksualitas pekerja seks komersial dan dan kaum miskin terpinggirkan, atau bagaimana dia dengan apik mengemas ayah transgender dengan putri muslimnya dalam Lovely Man (2011).

Menunggu Pagi, yang memajang Mario Lawalata sebagai DJ juga pengedar narkoba, menyajikan musik ingar bingar, yang kental dengan seksualitas khas anak muda. Melakukan seks sebelum menikah, atau cinta satu malam dengan orang lain sementara tengah menjalin hubungan dengan seseorang, tampaknya menjadi hal lumrah. Agak ngeri-ngeri sedap, namun itulah faktanya.

Pijat plus-plus juga dibicarakan dalam salah satu adegan, dan tentu saja dipraktikkan. Mungkin sebagian adegan akan jengah, dan tak disarankan ditonton anak yang belum cukup umur.

Perilaku negatif remaja milenial perkotaan seperti mengonsumsi narkoba dan minuman keras juga dipertontonkan dalam film tersebut. Soal akting, bolehlah acungan jempol diarahkan ke Mario Lawalata.

Mario memerankan DJ, yang memakai narkoba sekaligus pengedar. Tokoh yang diperankannya memiliki karakter sangar, egois, dan mudah marah.

Menurut adik desainer fesyen terkemuka Oscar Lawalata, tantangan dalam memerankan peran tersebut adalah mempelajari perilaku pengguna dan pengedar narkoba. “Agak sulit juga, karena belum punya pengalaman memakai, apalagi jadi pengedarnya,” ujar Mario di sela-sela press screening Menunggu Pagi di Jakarta, baru-baru ini.

Mario mengatakan film ini membawa pesan anak muda sebaiknya jangan larut dalam dunia hura-hura semata.
Menunggu Pagi mulai tayang di sejumlah bioskop pada 11 Oktober 2018. (HG)

Iklan

From → Movie Review

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: