Skip to content

Dengan Dukungan yang Tepat Penyandang Down Syndrome Bisa Produktif

27/03/2018

Hidupgaya – Kelainan Down Syndrome (DS) pertama kali ditemukan oleh dokter dari Inggris, John Langdon Down, pada 1866. Normalnya, manusia memiliki 23 pasang kromosom, sehingga menjadi total 46 buah kromosom.

Pada penyandang Down Syndrome terdapat kelebihan satu kromosom pada kromosom nomor 21 dan menjadikan kromosom ini berjumlah tiga, dimana seharusnya hanya sepasang. Hal ini menyebabkan jumlah total kromosom menjadi 47 buah, yang biasa disebut sebagai trisomi 21. Kelainan kromosom ini menyebabkan lambatnya pertumbuhan fisik dan mental penyandang DS.

Menandai Hari Down Syndrome Dunia (HDSD) pada 21 Maret silam, POTADS (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) menyelenggarakan Fun Walk bersama Orangtua, Anak-anak Down Syndrome (ADS) dan juga masyarakat di Area Car Free Day Senayan, Jakarta, Minggu (25/3).

Dengan tema Aku Ada Aku Bisa, acara ini turut didukung oleh para pemerhati Down Syndrome. Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi DKI Jakarta, Adi Ariantara, mewakili Gubernur DKI Jakarta. Sementara Ketua Kadin Indonesia, Roesan Roeslani turut mengawali start fun walk yang diikuti oleh lebih dari 1000 peserta.

Kegiatan ini turut dimeriahkan dengan berbagai hiburan, seperti flashmob oleh Ari Tulang dan Indah CS. Selain itu artis-artis ibukota, seperti HiVi, Rick Karnadi, BID, Frelo dan Ghaniya yang peduli terhadap penyandang DS.

Ketua Pelaksana Hari Down Syndrome Dunia 2018 Bernadeta mengatakan melalui rangkaian kegiatan HDSD, diharapkan membuka mata masyarakatt bahwa banyak penyandang Down Syndrome yang berhasil menempuh pendidikan yang baik, berkarya, bekerja, dan menemukan potensi dirinya, bahkan hingga akhirnya membangun keluarganya sendiri.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini dapat menggugah berbagai pihak untuk lebih mengenal, peduli dan menerima keberadaan penyandang DS, serta dapat memberi kesempatan bagi mereka untuk berprestasi di tengah-tengah masyarakat,” imbuhnya.

Dengan bekal pengasuhan dan pendidikan yang baik dan tepat serta terbukanya kesempatan dari lingkungan sekitar, anak dengan Down Syndrome dapat beraktivitas dengan produktif. (HG)

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: