Skip to content

Cara Desainer Busana Liza Supriyadi Bersahabat dengan Alam

02/04/2018

Hidupgaya – Hajatan Indonesia Fashion Week 2018 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) baru saja berakhir. Sekitar 200 desainer meramaikan perhelatan yang berlangsung lima hari, mulai 28 Maret – 1 April 2018.

Terdapat sejumlah muka baru yang menunjukkan karya. Salah satunya adalah Liza Supriyadi, desainer busana anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Daerah Istimewa Yogyakarta.

Busana Rancangan Liza Supriyadi di Indonesia Fashion Week 2018 (dok. ist)

Tampil di pergelaran busana bertajuk Peaceful Dream yang digelar di hari keempat IFW, Liza bersama 11 desainer lainnya menghiasi panggung runway dengan karya yang dominan dengan batik yang dikemas modern.

Busana Rancangan Liza Supriyadi di Indonesia Fashion Week 2018 (dok. hidupgaya)

Kecintaan terhadap keindahan alam Indonesia, salah satunya Labuan Bajo, membuat Liza Supriyadi menonjolkan motif batik yang menceritakan alam dalam koleksi ‘Sabda Alam’. Desainer yang tinggal di Semarang, Jawa Tengah ini memadukan batik dan tenun dalam koleksi yang anggun.

Busana Rancangan Liza Supriyadi di Indonesia Fashion Week 2018 (dok. ist)

Saat membuat pola batik, Liza berkolaborasi dengan perajin batik Yogyakarta. “Saya menggunakan batik yang saya desain sendiri. Coraknya dedaunan yang menggambarkan alam, seperti daun jati dan daun lainnya,” kata Liza.

Busana Rancangan Liza Supriyadi di Indonesia Fashion Week 2018 (dok. hidupgaya)

Desainer busana ini bertekad menggunakan motif batik yang dia desain sendiri. “Motif batik dalam satu set baju tidak sama. Untuk koleksi yang digelar di IFW saya menyoroti alam yang gersang. Ini semacam bentuk keprihatinan saya kepada alam yang kita huni, yang harus kita jaga. Mari jaga kehidupan di bumi,” ujar Liza dalam bincang-bincang dengan Hidupgaya.co usai pergelaran.

Busana Rancangan Liza Supriyadi di Indonesia Fashion Week 2018 (dok. ist)

Liza mengggunakan materi bahan sutera ATBM dan sifon. Warna dasar hitam dipilihnya agar warna dedaunan yang didominasi hijau dan oranye, terlihat kuat. Di tangannya, baju muslim tampil glamor dengan motif batik dipadu tenun yang kaya warna, seperti hitam, merah, hijau juga ungu. Liza juga menyematkan detail payet dan bordir untuk menambahkan nuansa glamour dalam rancangannya.

Busana Rancangan Liza Supriyadi di Indonesia Fashion Week 2018 (dok. ist)

Liza fokus ke busana muslim dengan menitikberatkan pada batik yang diberikan citarasa modern. “Ciri khas pada batik saya adalah adanya motif daun, yang kemudian dieksplorasi menjadi sesuatu yang cantik,” kata desainer yang baru saja ikut pameran Halal Expo di Sydney, Australia.

Rancangan Liza diperuntukkan bagi semua kalangan dan bisa dikenakan di acara resmi seperti menghadiri pesta pernikahan. Harga satu set busana ditawarkan mulai Rp1,5 juta hingga Rp5 juta. (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: