Lanjut ke konten

Memberdayakan Petani Perempuan untuk Perbaiki Perekonomian Keluarga

27/03/2018

Hidupgaya – Peran perempuan tak jarang masih dianggap sebelah mata, termasuk dalam bidang pertanian. Padahal perempuan memiliki kemampuan yang tak dimiliki oleh pria, misalnya dalam merawat ternak babi yang butuh ketelatenan luar biasa.

Namun, upah perempuan dalam bertani hanya separuh dari pria, demikian dikatakan Direktur Inklusi Sosial dan Gender Millennium Challenge Corporation (MCA) Dwi Rahayu Yuliawati di Jakarta.

“Diskriminasi dan ketidakadilan gender masih diterima dimana saja, tak terkecuali di sektor pertanian. Bahkan, upah perempuan itu jauh lebih rendah dibandingkan laki-laki,” kata Dwi dalam temu media di Jakarta, Senin (26/3).

Dwi menambahkan, dengan memberdayakan perempuan maka projek berjalan dengan baik, ada pemasukan bagi keluarga dan perbaikan sistem pertanian. “Kalau diberi kapasitas dan pengetahuan soal pertanian maka dampaknya akan lebih besar,” ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik pada 2013 menyebutkan 7 juta orang atau 23 persen petani di Indonesia merupakan perempuan.

Sebagian besar perempuan petani adalah buruh tani yang hidup di bawah garis kemiskinan. Penyebabnya antara lain karena sebagian besar perempuan buruh tani diberikan upah 50 persen lebih rendah dari pada petani laki-laki dengan jam dan beban kerja yang sama.

“Oleh karena itu, pemberdayaan petani perempuan yang mengedepankan pendekatan ramah lingkungan menjadi sangat penting, di samping untuk memastikan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh keluarga dan komunitasnya,” imbuhnya. “Juga secara lebih luas akan berdampak pada menguatkan daya lenting alam yang pada akhirnya mendukung ekonomi hijau yang berkelanjutan.”

Dwi mencontohkan di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mana antara laki-laki dan perempuan sama-sama bekerja keras. Akan tetapi laki-laki bekerja di tanaman yang lebih mahal seperti mede, sirih, pinang. Sementara perempuan diberikan kesempatan untuk bertanam jagung, umbi-umbian dan ternak babi.

“Jadi kalau laki-laki mengurus babi, itu seolah-olah laki-laki menyiapkan teh. Padahal babi di daerah sana merupakan aset dan mereka bekerja di ladang hanya untuk keluarga,” ujar Dwi.

Tak bisa dimungkiri, petani merupakan tulang punggung negara namun perhatian bagi petani masih sedikit, karena masalah yang sama yaitu pendanaan, pasar dan teknologi, demikian ditambahkan CEO dan Co-founder Crowde, Yohanes Sugihtononugroho. Crowde merupakan crowd funding di bidang pertanian untuk memberdayakan petani.

“Pendanaan untuk petani perempuan maka akan dikelola dengan baik. Biasanya kalau dikelola oleh laki-laki lebih diarahkan untuk konsumtif,” ujarnya.

Menurut Yohanes, pada dasarnya, bertani tak hanya mencangkul, menanam lalu mencabut akan tetapi lebih luas lagi perannya yaitu bagaimana mengelola lahan agar bisa produktif.

Dia menambahkan, saat ini skema pembiayaan bank-bank di Indonesia masih sulit dijangkau oleh petani, khususnya petani perempuan. “Situasi ini banyak dlmanfaatkan oleh lintah darat dan tengkulak dengan mengambil keuntungan dari petani melalui cara yang keliru. Karena itu. kualitas hidup sebagian besar petani sulit meningkat karena terlibat dengan permasalahan jerat utang berbunga tinggi,” beber Yohanes.

MCA-Indonesia dan Crowde sepakat bekerja sama mendorong crowd funding untuk makin memberdayakan para perempuan petani, termasuk mereka yang sebelumnya telah terlibat dalam kegiatan MCA-Indonesia. Crowde memfasilitasi pemberdayaan tersebut dengan menjadi wadah investasi bersama yang memungkinkan masyarakat untuk berinvestasi sekaligus memberdayakan perempuan petani di Indonesia. (HG)

Iklan

From → Money Talk

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: