Lanjut ke konten

Cara Donita Mengajari Anak Berani Sejak Usia Dini

01/05/2017

Hidupgaya – Untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak di usia emasnya, orangtua perlu mengetahui 3 elemen yang menunjangnya, yaitu nutrisi, stimulasi dan cinta kasih sayang orangtua.

Sebagai seorang ibu muda, Donita paham mengenai hal ini. Ibu dari Athariz Alfarizqi Svarga Nugroho (1 tahun 4 bulan) melakukan berbagai cara untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anaknya.

Donita dan buah hatinya, Svarga.

Awalnya memang Donita ragu-ragu, namun dukungan sang suami, presenter Adi Nugroho yang besar membuatnya maju. “Adi selalu mendorong saya untuk berani membiarkan Svarga bereksplorasi. Saya mengajarinya berenang sejak usia dini. Itu karena Adi menekankan bahwa jika anak sehat, nutrisinya bagus, maka tak masalah dilakukan,” ujar Donita di sela-sela acara Nestle Dancow Advanced Excelnutri+ ‘Dukung Bunda Ayah Katakan Iya Boleh untuk Eksplorasi si Keci’ di Kota Kasablanka Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Presenter berusia 28 tahun ini paham bahwa sebagai orangtua ia harus berani melepaskan si kecil berkesplorasi. “Membebaskan anak bereksplorasi merupakan cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Anak balita kan ingin mencoba hal-hal baru. Yang penting kita awasi,” ujarnya. “Membebaskan anak bereksplorasi juga membuat dia lebih percaya diri dan tidak penakut.”

Donita mengaku lebih banyak menggunakan kalimat positif untuk mendorong buah hatinya mencoba hal-hal baru. “Sebisa mungkin tidak menggunakan kata jangan,” ujarnya.

“Kalau anak main gunting, biasanya aku bilang … mama pinjam ya mainannya (sambil minta guntingnya). Cari mainan lain yuk. Jadi, nggak bilang ‘jangan main gunting, nanti bisa blablabla’. Atau ketika naik tangga juga biasanya aku selalu bilang, ya hati-hati, mama jagain di bawah,” terangnya.

Donita tak menampik awalnya memang agak takut melepas anak untuk mencoba hal-hal baru karena ada kekhawatiran akan membahayakan si kecil. “Tapi kalau orangtua terlalu khawatir, penuh ketakutan, dan melarang anaknya untuk bereksplorasi maka akan berimbas pada si kecil. Si kecil malah jadi penasaran dan mencobanya saat tidak di bawah pengawasan. Ini malah bahaya,” ujarnya.

“Kalau orangtuanya takut, maka anaknya juga jadi penakut. Makanya, saya selalu berusaha bilang ‘iya boleh’ saja disertai dengan pengertian yang dipahami anak, juga dilakukan pengawasan saat anak melakukan eksplorasi,” pungkas Donita. (HG/dokterdigital)

Iklan
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: