Lanjut ke konten

Inilah 50 Peserta Terbaik IndoHCF Innovation Award 2017

04/05/2017

Hidupgaya – Ajang penghargaan IndoHCF Innovation Award 2017 hampir mendekati paripurna. Saat yang dinantikan akan segera tiba, yaitu pengumuman pemenang. Sebanyak 194 peserta baik dari lembaga, pemerintah daerah, hingga individu mendaftar untuk ikut serta dalam ajang adu inovasi ini.

Namun karena sesuatu dan lain hal, sebanyak 4 peserta undur diri, 23 pesera gugur, sehingga tersisa 167 peserta yang lolos seleksi tim juri di tahap pertama. Selanjutnya disaring lagi menjadi 50 peserta terbaik.

Sebagai informasi, IndoHCF Innovation Award merupakan penghargaan kepada instansi dan individu/kelompok perorangan yang telah berhasil menjalankan program-program peningkatan pelayanan kesehatan khususnya Inovasi SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu) Pra-RS, Inovasi Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), Inovasi Alat Kesehatan, Inovasi E-Health, dan Inovasi Seni Kreasi Promosi Kesehatan.

Ketua IndoHCF Innovation Award Dr.dr. Supriyantoro,Sp.P, MARS, mengatakan peserta kategori SPGTD yang daftar 17 peserta lolos 13. Kategori KIA yang daftar 26, lolos 23. E-Health inovator yang daftar 55 namun yang lolos 46. Kategori Alat Kesehatan minatnya 54,yang lolos 46. Dan kategori Promosi Kesehatan 42 peserta teraftar, namun 39 yang lolos.

“Animo peserta sangat tinggi dan untuk penyelenggaraan award yang pertama ini cukup merata dari berbagai daerah. Bahkan, ada beberapa peserta yang tidak sempat terdaftar karena waktu yang memungkinkan,” kata Supriyantoro dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

“Ini award yang pertama, minat pesertanya cukup tinggi. Sebelum ajang IndoHCF, inovator lokal langsung mengikuti ajang lomba di level internasional, di sana mereka berhadapan dengan produk yang lebih tinggi kualitasnya. Jadi kita coba untuk mengangkat ke permukaan inovator lokal sehingga bisa dimanfaatkan secara lokal juga. Apalagi harganya terjangkau,” imbuhnya.

Dari seleksi tahap pertama yang meloloskan 167 peserta,Tim Juri IndoHCF Innovation Award langsung menyeleksi 10 peserta terbaik dari lima kategori yang dilombakan dan akan dibuat buku sebagai 50 karya terbaik di ajang IndoHCF Innovation Award 2017.

“Sementara lima terbaik dari 4 kategori, selain Promosi Kesehatan, akan melakukan presentasi, expo, dan wawancara pada 22-23 Mei mendatang, untuk ditentukan pemenang tiap kategori. Sedangkan kategori Promosi Kesehatan langsung ditentukan Juara 1,2,3 di malam final oleh 5 orang juri,” urainya.

Galau Munculkan Inisiatif

Di kesempatan yang sama, Tim Juri dari Ikatan Konsultan Kesehatan Inonesia (IKKESINDO), Prof. dr. Alex Papilaya, mengatakan, hampir semua inisiatif dari para inovator muncul karena galau dengan sistem kesehatan yang ada saat ini. “Tidak berjalan baik. Makanya mereka membuat terobosan,” katanya.

Dalam penilaian juri, ada sejumlah kriteria. Misalnya soal originalitas, bentuk produk, potensi manfaat produk, juga penerimaan masyarakat. “Intinya kalau hanya paper (hasil karya ilmiah) saja, itu bukan inovasi. Jadi ada paper, ada alatnya, sudah digunakan, dan diterima banyak kalangan tentu akan meraih nilai tertinggi,” ujar Alex.

Sementara Dr. Daryo Soemitro, SpBS, tim juri yang juga dari IKKESINDO, mengatakan bahwa kriteria pemenang juga dilihat dari efektivitas dan harga produk. “Contohnya ada alat kesehatan untuk mendeteksi penyakit jantung, portable, bisa dibawa ke mana-mana,” ujarnya.

Alat semacam ini menjanjikan di masa depan karena bisa mendeteksi gangguan jantung, yang saat ini merupakan pembunuh tiga besar di Indonesia. Harga deteksi jantung yang diciptakan peserta IndoHCF Innovation Award ini harganya relatif murah, yaitu Rp850 ribu per buah.

Berikut lima finalis untuk setiap kategori IndoHCF nnovation Award 2017 yang berhasil disaring dewan juri:

I. Inovasi SPGTD Pra RS

1. Erwan Subagyo, dengan judul karya: PSC 119 Kota Surakarta

2. Hanif Pandu Suhito, dengan judul karya: Si Cepat Ambulan Hebat Kota Semarang

3. PSC 119 Sepintu Sedulang Kab. Bangka, dengan judul karya: SENSASI SILET PSC 119 Sepintu Sedulang Pangkas Cemas Masyarakat Kab. Bangka

4. dr. Rezy Friyana, dengan judul karya: Si Pena Emas melalui Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng dari Kabupaten Bantaeng

5. Sujianto, S.Kep, Ners, MMRS, dengan judul karya: PSC Kabupaten Tulungagung

II. Inovasi Program KIA

1. dr. A. Nugroho P.L., M.Kes, dengan judul karya: Gerakan Peduli Keluarga (GARPU), dari Kabupaten Kediri

2. Dame S. Barasa, dengan judul karya: Gema Siaga, dari kabupaten Pakpak Bharat

3. drg. Hunik Rimawati M.Kes, dengan judul karya: Rindu KIA, dari Kabupaten Kulonprogo

4. Rosmawati, SKM,M.KES, dengan judul karya: SMS Bunda Cerdas, Bumil Pintar AKI, AKB Menurun, dari Kabupaten Bangka

5. dr. Sri Indriyani, dengan judul karya: Bergandengan Tangan Menyelamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Tangerang.

III. Inovasi Alat Kesehatan

1. Agri Suwandi, dengan judul karya: Customized Total Knee Replacement (TKR), dari Jakarta Selatan

2. Fariz Rifki Pranoto, dengan judul karya: Postwec, dari Kabupaten Sidoarjo

3. dr. Hasballah Zakaria, M.Sc., dengan judul karya: NIVA (Sistem Deteksi Dini Penyakit Kardiovaskular untuk Pencegahan Penyakit Jantung dan Stroke), dari Bandung

4. PT Sarandi Karya Nugraha, dengan judul karya: Solusi Deteksi Dini Gangguan Fungsi Ginjal dengan Renograf Terpadu, dari Sukabumi

5. dr. Soni Sunarso Sulistiawan, SpAn, FIPM, dengan judul karya: Inovasi Videolaryngoscope Kualitas Mercy seharga Panci: Black Box VL-Scope, dari Surabaya.

IV. Inovasi E-Health

1. dr. Ajeng Sekartiwi, dengan judul karya: Merealisasikan Pemrosesan Data Kesehatan Keluarga (Kesga) Program Ketuk Pintu Layani dengan Hati (KPLDH) dari 0% Menjadi 100%, dari Jakarta Selatan

2. Arrozaq Ave, dengan judul karya: Deteksi Dini Penyakit Kardiovaskular Menggunakan Sensor Photoplethysmogram, dari Jakarta Pusat

3. Budi Ari Bowo, dengan judul karya: MESES JAMUR (SMS Panjang Umur), dari Malang.

4. Firmansyah, dengan judul karya: LaCaK Malaria, Aplikasi pelaporan cepat penderita malaria melalui HP, dari Halmahera Selatan

5. DR.Dr.Tri Wahyu Murni Sulisetyowati,Sp.B., Sp.BTKV(K), MHKes, dengan judul karya: EMCIS (Emergency Medical System Information), dari Bandung

V. Inovasi Seni Kreasi Promosi Kesehatan

1. Asri Permata Sari, dengan judul karya: 1000 Jamban untuk Roro Jomplang, dari Depok

2. Mproject, dengan judul karya: Edan-Edanan Nginceng Wong Meteng, dari Semarang

3. Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, dengan judul karya: Promosi 10 Pedoman Gizi Seimbang untuk Anak Sekolah, dari Depok. (HG/dokterdigital)

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: