Hidupgaya.co – Ada hal menarik dari laporan 2027 Asia Travel Pulse yang dirilis platform perjalanan digital Agoda: wisatawan Indonesia paling terpengaruh media sosial dan sangat berorientasi pada penawaran menarik di Asia.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa media sosial memengaruhi 73 persen keputusan perjalanan wisatawan Indonesia. Angka ini merupakan yang tertinggi di kawasan dan jauh melampaui rata-rata Asia sebesar 47 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube tidak hanya menjadi sumber inspirasi, tetapi juga turut memengaruhi keputusan mengenai destinasi yang dikunjungi, aktivitas yang dilakukan, tempat menginap, hingga cara mencapai tujuan.
Wisatawan Indonesia juga menjadi yang paling mempertimbangkan promo. Penawaran dan promosi masuk dalam tiga pertimbangan utama untuk perjalanan pada 2027, setelah destinasi dan akomodasi. Bahkan, 17 persen responden mengatakan bahwa penawaran menarik saja sudah cukup untuk menentukan perjalanan mereka.
Angka ini merupakan yang tertinggi di kawasan, dibandingkan rata-rata Asia sebesar 8 persen. Temuan tersebut menegaskan bahwa harga dan nilai yang ditawarkan berperan penting dalam mendorong wisatawan merealisasikan rencana perjalanan menjadi pemesanan.
Sementara itu, 17 persen responden mengatakan bahwa penawaran harga yang menarik saja sudah cukup untuk menentukan pilihan perjalanan mereka, persentase tertinggi di Asia.
“Bagi wisatawan Indonesia, perjalanan sering kali dimulai dari media sosial. Sebuah video atau unggahan dari teman dapat memantik ide untuk berwisata, dan menemukan penawaran terbaik yang mewujudkan ide tersebut,” cetus Gede Gunawan, Senior Country Director Indonesia di Agoda.
Laporan Agoda ini juga menunjukkan kembali meningkatnya minat terhadap perjalanan internasional, seiring dengan pesatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam perencanaan perjalanan dan meningkatnya minat terhadap pengalaman wisata yang sesuai dengan kegemaran.

Berdasarkan riset terhadap lebih dari 3.300 wisatawan dari 11 pasar di Asia, laporan 2027 Agoda Asia Travel Pulse juga mengungkap bahwa wisatawan kini semakin cermat dalam mengatur anggaran perjalanan.
Banyak di antaranya berencana melakukan perjalanan lebih sedikit, tetapi dengan durasi lebih panjang, sambil tetap mengutamakan harga yang sepadan dengan manfaat serta kemudahan di setiap tahap perjalanan.
Harga jadi pertimbangan utama
In this economy, harga bukan sekadar salah satu faktor pertimbangan, melainkan menjadi prioritas utama bagi pelancong Indonesia
Sebanyak 47 persen responden menempatkan harga sebagai pertimbangan terpenting saat memilih akomodasi, mengungguli lokasi dan ulasan. Angka ini merupakan yang tertinggi di Asia, di atas rata-rata regional sebesar 32 persen.
Sensitivitas terhadap harga juga terlihat dalam preferensi program loyalitas. Sebanyak 57 persen responden memilih diskon eksklusif bagi member sebagai manfaat yang paling penting, lebih tinggi dibandingkan manfaat lainnya seperti peningkatan kelas kamar (room upgrade) dan pembatalan gratis.
Angka tersebut melampaui rata-rata Asia sebesar 50 persen dan menempati posisi ketiga tertinggi di kawasan, setelah Thailand (66 persen) dan Jepang (59 persen).
Temuan ini menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia lebih menghargai penghematan secara langsung dibandingkan keuntungan yang berkaitan dengan status keanggotaan.
Dengan demikian, diskon eksklusif menjadi salah satu cara penting untuk mendorong pemesanan akomodasi sekaligus meningkatkan kemungkinan wisatawan melakukan pemesanan ulang.
Akomodasi terjangkau jadi prioritas
Temuan menarik lain dari laporan itu adalah harga akomodasi menjadi salah satu perhatian utama wisatawan Indonesia. Sebanyak 61 persen responden berencana menganggarkan US$50 (sekitar Rp907.000) atau kurang per malam untuk akomodasi, yaitu rentang harga terendah dalam survei.
Angka ini merupakan yang tertinggi kedua di Asia setelah Filipina (69 persen) dan jauh melampaui rata-rata Asia sebesar 33 persen.
Temuan ini mencerminkan strategi wisatawan Indonesia dalam menjaga biaya akomodasi tetap terjangkau agar anggaran dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain selama perjalanan atau memungkinkan mereka bepergian lebih sering.
Tren perjalanan hemat juga terus meningkat, dengan persentase wisatawan yang memilih kategori anggaran tersebut naik dari 30 persen menjadi 36% dibandingkan survei 2026.
Makin banyak wisatawan yang memilih anggaran akomodasi US$50 atau kurang untuk perjalanan pada 2027. (HG)