Hidupgaya.co – Genap dua dekade di industri kopi, Espresso Italia hadirkan wadah persiapan bagi brewer menuju kompetisi
nasional Maret 2027.
Berkolaborasi dengan Rumah Sangrai Bloom, Espresso Italia, distributor peralatan kopi dan gelato premium asal Eropa berbasis di Jakarta, menggelar kompetisi manual brewing Try Out UN 2027 pada 14 – 15 November 2026 di Espresso Italia Coffee & Gelato Training Center, Jakarta.
Direktur PT Espresso Italia, Ana Lukman, menyebut kompetisi ini sebagai bagian dari perjalanan 20 tahun Espresso Italia di Indonesia.
“Tahun 2006, saat Indonesia mulai mengadakan kompetisi kopi, kita masih memanggil juri dari luar. Hari ini kita bangga, juri-juri kita sudah world judge certified,” tutur Ana.
“Lewat Try Out UN ini, saya ingin para brewer merasakan atmosfer kompetisi nasional yang sesungguhnya, dan ke depannya lahir juara dunia dari Indonesia.”
Mengusung tema Unlocking the Next, ajang ini menjadi wadah latihan bagi brewer menuju kompetisi nasional Maret 2027.
Hal yang harus dikuasai brewer
Kompetisi menggunakan format Compulsory dan Open Service dengan standar penilaian RNR WBRC 2026, sama seperti kompetisi resmi.
Di babak Compulsory, semua kompetitor menyeduh kopi yang sama, sehingga hasilnya murni menunjukkan keterampilan brewer.
Adapun di babak Open Service, kompetitor
membawa kopi pilihan sendiri.
Penilaian Compulsory dilakukan tanpa mengetahui siapa brewernya. Menurut Sendydjaja, National Judge Coordinator yang aktif di kompetisi brewing Indonesia sejak 2016, babak Compulsory punya bobot
50% di tingkat nasional. “Ini setara dengan babak final Open Service,” bebernya.

Menurut Sendy, Compulsory itu tentang keahlian, pengalaman, dan pengetahuan. “Brewer yang baik, diberi beans apa pun, bisa beradaptasi, membaca beans-nya, lalu menghasilkan brew terbaik,” ujarnya.
“Kami tidak melihat siapa yang membuat, bahkan tidak tahu apa yang mereka lakukan terhadap kopinya. Penilaian ini sangat jujur,” imbuhnya.
Karena itu, brewer perlu menguasai fundamental seperti suhu, grind size, ekstraksi, dan agitasi.
Sendy mencontohkan, untuk kopi yang kurang manis, bagaimana membuat lebih manis. Atau terlalu asam, itu perlu diredam.
“Kemampuan decision making dan adaptasi itulah yang dibutuhkan. Event ini menjadi platform untuk latihan sekaligus benchmark dari umpan balik juri yang kompeten,” tandas Sendy.
Kebutuhan latihan Compulsory juga dirasakan kompetitor. Alif, pendiri Publish Coffee asal Bandung yang finis di peringkat keempat nasional 2025, mengaku sempat tertinggal jauh di babak ini.
“Sayangnya, tidak banyak kompetisi selain nasional yang punya babak Compulsory. Dengan adanya Try Out UN, kami bisa latihan dan menyiapkan metode untuk nanti diaplikasikan di nasional,” ujarnya.
Juri-juri yang sering ditemui di nasional juga menilai di sini, jadi score sheet yang didapat valid, Alif menambahkan.
Dia juga juga mengapresiasi persiapan panitia. Rules and regulation dan detail juri sudah diinformasikan jauh-jauh hari, dan peserta bisa mencoba grinder WPM lebih awal. “Itu jarang terjadi di kompetisi brewing. Salut untuk Espresso Italia,” imbuh Alif.
Jadwal dan lokasi Try Out UN 2027
Ajang ini berlangsung selama dua hari. 14 November 2026: Babak Compulsory Open Challenge untuk 24 kompetitor. Tanggal 15 November 2026: Final Stage dengan format Open Service
Lokasi: Espresso Italia Coffee & Gelato Training Center, Jl. Tanah Abang 5 No. 33, Jakarta.
Kompetisi dinilai oleh 11 juri bersertifikasi nasional dan internasional, yaitu Sendydjaja, Cindy Tjoe, Keniko Roostanto, Adhimas Aulia, Handersen Setiawan, Resiantri Triane, Andrew Drumac, Hendra Susanto, Ikbal Ramdhani, Risjad Yehezkiel, dan Rico Damona.
Pendaftaran dibuka untuk umum dengan biaya Rp950.000 per kompetitor dan kuota terbatas 24 kompetitor.
Daftar melalui link ini atau Instagram @espressoitalia_id. (HG)