Hidupgaya.co – Tren konsumsi minuman sehat berkembang sangat pesat, baik di tingkat lokal maupun internasional, dipicu oleh meningkatnya kesadaran gaya hidup sehat dan kegiatan olahraga, seperti lari dan bersepeda. Konsumen kini mencari minuman yang less guilty, rendah gula dan bernutrisi, tanpa mengorbankan rasa.

Setelah tren soy milk dan oat milk, produk susu nabati berbasis kelapa (coconut milk) diprediksi akan menjadi the next big thing dalam industri kopi/minuman di Indonesia. Hal itu diungkap Hendri Kurniawan, World Coffee Competition Certified Judge sekaligus Co-founder Jacoweek.

“Tren minuman dengan alternatif lebih sehat tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Tren healthier alternatives, seperti less sugar maupun penggunaan plant-based ingredients bukan lagi sekadar pilihan pelengkap, melainkan arah baru industri kopi global dan lokal,” ujarnya di sesi diskusi ‘Consumer Trend: Rising Healthier Alternative” di hari ketiga Ellenka Barista Festival (ELBAF) 2026 di Mal Puri Indah Jakarta Barat, Sabtu (31/10).

ELBAF merupakan platform kolaboratif yang dihadirkan oleh Ellenka Professional sebagai wadah bagi para barista, pemilik bisnis F&B, dan penikmat kopi untuk berkumpul, mengulik kreativitas, serta mengeksplorasi penerimaan pasar terhadap kreasi minuman yang inovatif.

Hendri menyampaikan bahwa di luar negeri, alternatif bukan susu sudah menjadi standar di gerai kopi. Di Indonesia sendiri, tren ini tumbuh pesat di kalangan urban dan generasi muda.

Kiri ke kanan: Hendri Kurniawan, Juwono Hartanto dan Enrico Himawan Saputra (dok. Hidupgaya)

Dia memprediksi produk susu nabati berbasis kelapa akan menjadi the next big thing di Indonesia. “Produk ini diciptakan karena sekarang orang cenderung mencari yang lebih sehat, yang lebih rendah lemak. Alternatifnya ke coconut milk, setelah soy milk atau oat milk sudah lebih dulu dikenal,” bebernya.

Soy milk telah hadir di pasaran dalam kurun lebih dari satu dekade, sedangkan coconut milk belakangan. “Coconut milk baru ramai 2-3 tahun ini. Jadi kita lagi nyusul lstilahnya. Sebenarnya kelapa produk Indonesia, memang produk unggulan, salah satu sumber terbesar di Indonesia itu menghasilkan kelapa,” imbuhnya.

Kelapa menjadi satu makanan atau produk konsumsi yang memang sudah familiar dengan masyarakat Indonesia. Mulai dari minuman dari cendol, camilan jajanan pasar, hingga kuliner rendang atau soto. Dengan alasan inilah, coconut milk dipandang lebih mudah diaplikasikan ke dalam produk minuman kekinian yang disukai konsumen.

“Jadi kelapa itu memang sudah sangat familiar di masyarakat. Ini sesuatu rasa lokal yang sebenarnya menjadi keunggulan kita. Di luar negeri ada soy, oat, dan kita punya kelapa,” tutur Hendri.

Menurut Hendri, beberapa kedai kopi sudah mulai menggunakan coconut milk, meskipun belum masif seperti latte atau Americano, namun ada tren peningkatan.

Alternatif ngopi lebih aman

Tak dimungkiri, perhatian konsumen terhadap gaya hidup sehat turut memengaruhi perkembangan industri minuman, termasuk kopi. Pemilihan bahan baku, kadar gula, hingga alternatif pengganti susu sapi menjadi sejumlah aspek yang diperhatikan dalam pengembangan menu minuman.

Enrico Himawan Saputra, pendiri Dr. Ells Coffee Roaster (dok. Hidupgaya)

Menurut Enrico Himawan Saputra, pendiri Dr. Ells Coffee Roaster, bahan baku yang digunakan dalam suatu kreasi menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika memilih menu. “Konsumen mulai mencari pilihan kopi dengan kadar gula lebih rendah serta alternatif pengganti susu sapi,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan preferensi ini membuka ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk yang selaras dengan kebutuhan konsumen. Dr. Ells Coffee Roaster merespons tren tersebut melalui pengembangan menu bernuansa sehat dengan mengurangi porsi gula, bahkan tanpa gula sama sekali.

“So far sih, secara umum setahun belakangan ini, pasar masyarakat kita sudah mulai mengarah ke yang lebih sehat. Yang bisa kita lihat dari data ada peningkatan penjualan dari ice black. Dulu kan kopi hitam jarang banget dibeli, tapi sekarang tuh setelah setahun setengah ini penjualan ice black kita bisa masuk top 5. Itu ice black tanpa gula. Memang ada yang pakai gula tapi mostly banyaknya tanpa gula,” bebernya.

Diakui, konsumen kalangan muda juga menunjukkan preferensi less sugar dalam pilihan minuman. “Opsi menu kita yang di-request less sugar dari kopi susunya, itu lumayan meningkat. Jadi pasar sudah mulai shifting, termasuk dalam hal penggunaan susu alternatif,” terang Enrico.

Agar tetap relevan, Enrico mengungkap Dr. Ells Coffee Roaster tengah bereksperimen menciptakan minuman dengan coconut milk yang akan segera rilis ke pasar.

Stan Dr. Ells Coffee Roaster di Ellenka Barista Festival (ELBAF) 2026 di Mal Puri Indah Jakarta Barat (dok. Hidupgaya)

Dari sisi penyedia bahan baku, Juwono Hartanto, Chief Commercial Officer LNK menegaskan kesiapan Ellenka Professional untuk menjadi Taste Solution Expert dalam memenuhi kebutuhan pasar saat ini.

“Konsumen saat ini memerlukan alternatif ngopi lebih sehat namun tetap enak. Melalui FiberCreme dan Ellenka Barista Series Coconut Milk, kami memfasilitasi F&B business owner untuk memberikan alternatif yang lebih rendah gula dan aman untuk penderita intoleransi laktosa,” ujarnya.

Produk itu diformulasikan khusus untuk segmen food service, seperti kedai kopi dan barista, sebagai campuran kopi dan varian lain.

Juwono menandaskan, produk LNK memang menyasar industri profesional F&B dengan menyesuaikan tren gaya hidup sehat konsumen saat ini yang mencari alternatif susu nabati yang lebih sehat dan rendah lemak tanpa menggunakan tambahan perisa atau pemanis buatan berlebih.

Salah satu peserta yang membuka stan di ajang Ellenka Barista Festival (ELBAF) 2026, menyajikan yogurt dengan variasi FiberCreme. Key (21), mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta menyajikan menu yogurt plain yang ditambahkan aneka topping, mulai dari buah hingga mochi yang digemari berbagai kalangan termasuk anak-anak. “Yogurtnya kaya serat dari FiberCreme, lebih ramah di lambung, dan rasanya enak, nggak asam,” tandasnya. (HG)