Hidupgaya.co – Mengangkat tema persahabatan sejati, POND’S Bright Miracle hadir di Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 mengajak Erika Richardo, Rebecca Klopper, dan Gaby Saputra tampil membawakan koleksi dari tiga label mode MORAL, Tanah le Saé, dan Christin Wu.
“Bagi banyak perempuan, kulit wajah yang glowing adalah simbol transformasi menuju pribadi yang lebih percaya diri. Namun, di tengah perkembangan beauty culture yang begitu dinamis hingga beauty hacks terus bermunculan, hal ini membuat perempuan kerap terdorong untuk selalu mencoba tren terbaru,” ujar Rahmadina Dwitri Meldi, Brand Manager POND’S.
Mengangkat pesan Transform to Transcend, POND’S Bright Miracle ingin mengangkat bahwa transformasi kulit yang nyata menuju real glow tidak harus didapatkan dari mengejar beauty hype, melainkan dari sebuah proses yang dibangun melalui perawatan kulit secara konsisten.

Andandika Surasetdja, desainer MORAL mengungkap melalui koleksi ‘PULANG’ ia memaknai transformasi sebagai keberanian untuk mengenali, menerima, dan merayakan keunikan diri. Filosofi ini diwujudkan melalui perpaduan organza, tulle, dan satin yang berpadu dengan keteguhan denim yang menyeimbangkan kelembutan, transparansi, dan struktur tegas – layaknya kulit kedua.
“Koleksi ini semakin istimewa dengan kolaborasi bersama sahabat saya, Tania Kardin dari label aksesori KAR. Setelah MORAL mendukung debut KAR di JFW 2016 lalu, kali ini KAR melengkapi koleksi ‘PULANG’ dengan kreasi bunga anggrek sebagai simbol kesabaran, transformasi, dan keindahan yang langka,” terang Andandika.
Bersama-sama, kedua sahabat ini hendak menggambarkan persahabatan sebagai tempat untuk selalu diterima, didukung, dan kembali pulang, sekaligus menjadi kekuatan untuk terus berkembang.

Adapun label Tanah le Saé mempersembahkan koleksi ‘The Colour: Purple’ terinspirasi dari perpaduan warna merah yang melambangkan cinta dan semangat, serta biru yang merepresentasikan kebersamaan dan kepercayaan.
Perpaduan ini melahirkan konsep Purple Person, sosok yang hadir dalam kehidupan seseorang yang meninggalkan kesan begitu dalam, sehingga memori itu menjadi sebuah warna. Hubungan yang melampaui definisi hubungan yang konvensional.
“Kami percaya kita semua memiliki our purple person, seseorang yang mengenal kita apa adanya, memahami perjalanan kita, dan selalu mengubah kita dalam memandang kehidupan,” tutur Denniel Richard dan Andika Wiradiputra, dua desainer di balik label ini.
“Dalam proses kreatif, kami mengolah kembali vintage atau leftover fabrics dan material dari koleksi terdahulu dan ditransformasikan menjadi karya yang bermakna, karena transformasi bukan berarti meninggalkan masa lalu atau mengubah identitas diri, melainkan menemukan makna baru dari apa yang kita telah alami. Dan ketika dikelilingi oleh orang-orang yang tepat, kita pun akan lebih berani mengeksplorasi diri dan melampaui ekspektasi orang lain.”

Sementara itu, Christin Wu menghadirkan koleksi ‘Reminiscia’ sebagai perayaan satu dekade perjalanan berkaryanya. “Sepuluh tahun berkarya mengajarkan saya bahwa setiap pengalaman, pencapaian, dan tantangan merupakan bagian penting dari transformasi,” ujarnya.
Melalui ‘Reminiscia’ sang desainer menghidupkan kembali siluet dan detail ikonis dengan sentuhan yang lebih modern, sekaligus menantang diri untuk keluar dari zona nyaman melalui koleksi busana pertama saya.
“Berbagai fase perjalanan perempuan saya representasikan melalui elemen floral yang berani, mutiara sebagai simbol keindahan abadi, serta pita yang menghadirkan kelembutan dan dinamika,” ujarnya.
“Semua ini menjadi pengingat bahwa masa lalu adalah fondasi untuk terus berevolusi, terlebih dengan dukungan orang-orang terdekat yang selalu percaya pada kemampuan kita,” tandas Christin. (HG)