Hidupgaya.co – Sektor industri makanan dan minuman (mamin) menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan, semester 1 tahun 2026 tercatat tumbuh sekitar 6,77% dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 41,86%.

Adapun kinerja perdagangan menunjukkan daya saing yang kuat dengan nilai sekitar Rp34,65 miliar, yang membuktikan bahwa sektor ini memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Artinya dari data-data tersebut, industri mamin ini sudah tidak bisa dikatakan bahwa ini tidak berkontribusi besar, karena baik dari sisi konsumsi, sisi industri ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional,” terang Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Yulia Astuti di temu media jelang pameran makanan minuman Krista InterFood 2026 di Kantor Kementerian Perindustrian Jakarta, 28 Oktober 2026.

Menurut Yulia, peluang ini perlu dioptimalkan, meskipun memang berbagai tantangan di dalamnya tidak bisa dihindari. Misalnya saja tantangan bahan baku, biaya logistik, tuntutan internasional hingga berbagai dinamika yang patut diselesaikan secara bersama.

“Tentu saja butuh peran kita bersama, baik dari sisi pemerintah, pelaku usaha untuk sama-sama memberikan solusi yang nyata kepada tantangan-tantangan tersebut,” imbuhnya

Dalam konteks tersebut, pemerintah menargetkan eskpor sektor mamin sebesar US$83,68 miliar untuk 2029. “Tentu saja untuk memenuhi target tersebut perlu peran bersama, perlu keterkaitan antara pemangku kepentingan yang ada dalam konteks ini penyelenggaraan Krista InterFood,” tandas Yulia.

Dia menilai Krista InterFood ke-27 yang berlangsung 4-7 November 2026 di NICE PIK 2 Tangerang, Banten, punya nilai strategis. Menurutnya, ajang ini tidak sekadar menjadi tempat pameran, tetapi juga berfungsi sebagai platform strategis untuk mempertemukan produsen Indonesia dengan pembeli, distributor, dan mitra bisnis internasional (B2B) dan matchmaking.

Selain itu, Krista InterFood juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan, inovasi, serta perluasan jaringan perdagangan melalui konferensi dan seminar pendukung, termasuk membantu menjangkau penetrasi pasar ekspor lebih luas menuju pasar-pasar nontradisional seperti Uni Eropa, Kanada, Meksiko, Chili, India, Inggris, Mesir, Uni Emirat Arab hingga Afrika Selatan.

Yulia berharap semua pihak dapat memanfaatkan momentum Krista InterFood 2026 untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding Indonesia di kancah global, serta membangun industri mamin yang semakin kuat, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Temu media jelang pameran makanan minuman Krista InterFood 2026 di Kantor Kementerian Perindustrian Jakarta, (28/10)

Kesempatan sama, Sekjen Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPPMI), Stefanus Indrayana menyoroti peran sektor mamin sebagai pertahanan perekonomian di Indonesia. “Sektor ini tetap tumbuh, dan ini peluang untuk mendongkrak perekonomian di luar Pulau Jawa,” tuturnya.

Indra menilai Krista InterFood yang ke-27 bukan sekadar pameran makanan minuman, tapi menjadi ajang bertemu dengan para pemangku kepentingan, bahkan konsumen secara langsung.

Acara ini didukung penuh oleh para anggota GAPPMI karena memberikan manfaat nyata bagi seluruh pelaku industri pangan, kuliner, serta industri kecil dan menengah (IKM) untuk menjadi pemasok yang berkelanjutan.  

“Anggota GAPPMI banyak yang mendukung dan hadir di Krista InterFood 2026 karena aware bahwa acara ini juga membangun industri pangan, kuliner, industri kecil menengah, serta produk intermediate,” tandas Indra.

Hadirkan 1.100 peserta dari 16 negara, bidik 95 ribu kunjungan

Daud D. Salim, CEO Krista Exhibitions mengungkap, pameran Krista InterFood 2026 digelar empat hari, diikuti 1.100 peserta dari 16 negara. Dari jumlah itu 100 peserta merupakan pelaku usaha kecil dan menengah (IKM).

Membidik 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara, pemeran ini menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman untuk menjajaki peluang bisnis, membangun kemitraan, memperluas jaringan, serta membuka akses ke pasar nasional dan internasional.

CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim

“Krista InterFood 2026 hadir dengan skala yang lebih besar, menempati 11 hall dengan total area pameran seluas 60.000 meter persegi di NICE PIK 2,” ujarnya.

Selain Indonesia, akan hadir peserta dari mancanegara, yakni Amerika Serikat, Cina, Prancis, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Inggris, Vietnam, Malaysia, dan Korea Selatan.

Partisipasi internasional makin diperkuat melalui kehadiran Paviliun Amerika Serikat (USA), Cina, dan Thailand yang membawa total 70 peserta.

Tak hanya hadirkan produk dan teknologi terbaru, pameran ini juga membuka peluang kolaborasi nyata melalui pertemuan antara produsen, distributor, importir, eksportir, investor, dan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.

Nah, biar nggak ketinggalan momen dan kesempatan berharga, segera registrasi di
https://register.kristaonline.com/visitor/kristainterfood dengan tiket Rp250.000 untuk
akses 4 hari pameran. (HG)