Hidupgaya.co – Pemenuhan hak remaja, khususnya anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) hasil long form sensus penduduk 2020 (terbit 2024) menunjukkan lebih dari 75% anak disabilitas belum mendapat akses pendidikan yang memadai.

Kondisi ini turut berdampak pada keterbatasan akses informasi kesehatan reproduksi bagi remaja disabilitas. Padahal, hak atas kesehatan dan reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas telah dijamin dalam undang-undang.

“Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak mutlak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak, termasuk edukasi kesehatan reproduksi, manajemen kebersihan menstruasi, dan perawatan kebersihan diri,” ujar  dr. Hardi Hermawan, Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta seperti Unicharm sangat penting untuk menjangkau kelompok rentan ini agar tidak ada satu pun remaja putri yang tertinggal dalam menerima informasi kesehatan dasar.

Edukasi kesehatan reproduksi di di SLB B Tunas Harapan, Karawang, Jawa Barat (dok. ist)

Menyadari tantangan tersebut, sebagai produsen pembalut wanita yang peduli pada generasi muda, Unicharm mengambil inisiatif dengan menghadirkan program edukasi menstruasi yang ramah dan inklusif bagi siswi tuna rungu

Memperingati Hari Remaja Internasional, Unicharm Indonesia (Unicharm) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan menstruasi dan kebersihan diri bertajuk Love Your Possibilities: We Can!.

Berlangsung Rabu (12/8) di SLB B Tunas Harapan, Karawang, Jawa Barat, agenda ini diikuti oleh puluhan siswi tuna rungu beserta para guru pendamping.

Inisiatif ini digelar untuk memastikan bahwa setiap remaja putri mendapatkan akses edukasi kesehatan reproduksi yang memadai sejak dini.

Momentum tahunan ini menjadi pijakan penting untuk menyuarakan aspirasi remaja serta memastikan pemenuhan hak-hak dasar remaja secara adil, inklusif, dan berkelanjutan tanpa diskriminasi.

Agar proses belajar efektif dan mudah dicerna oleh siswi tuna rungu, kegiatan Love Your Possibilities : We Can! di SLB B Tunas Harapan Karawang dikemas secara interaktif. Kegiatan pembelajaran disesuaikan sedemikian rupa menggunakan alat bantu visual, media kaya gambar, serta didukung oleh penerjemah bahasa isyarat oleh guru pendamping.

Materi pembelajaran mencakup panduan cara memilih pembalut yang sesuai kebutuhan seperti pentingnya memilih pembalut yang sesuai untuk mencegah potensi kebocoran karena darah menstruasi yang menggumpal, tips menjaga kebersihan diri, serta pemahaman mitos dan fakta seputar menstruasi.

Terkait kegiatan ini, Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, menegaskan komitmen perusahaan untuk hadirkan kegiatan edukasi kesehatan yang inklusif.

Solusi gumpalan darah menstruasi

Hasil riset Unicharm (2025) mengungkap lebih dari 30% perempuan Indonesia memiliki kekhawatiran akan gumpalan darah menstruasi yang dapat menyebabkan kebocoran terutama saat tidur di malam hari.

Darah menggumpal memiliki tekstur hingga 80 kali lebih kental dibanding darah cair biasa, sehingga sering tertahan di permukaan pembalut dan menghambat proses penyerapan.

Menjawab kehawatiran tersebut, Charm mengembangkan pori serap berteknologi paten yang mampu menyerap darah menstruasi menggumpal/kental.

Tetap mempertahankan ketebalan lapisan penyerap, ukuran pori pada permukaan produk diperbesar hingga dua kali lipat, dengan kedalaman optimal sehingga mampu menyerap darah menstruasi yang menggumpal/kental.

Teknologi canggih ini dipersonifikasikan melalui karakter “Gumpy” yang lucu dan menggemaskan pada kemasan produk untuk mengubah persepsi negatif terhadap menstruasi.

Inovasi Pori Serap Hingga Gumpalan tersedia pada varian pembalut malam Charm Safe Night. (HG)