Hidupgaya.co – The Pixel Project telah menangguhkan status pemimpin BTS, Kim Nam-joon (RM), untuk waktu yang tidak ditentukan dari daftar kehormatan panutan pria yang mendukung upaya menghentikan kekerasan terhadap perempuan.
Keputusan ini diambil menyusul kontroversi seputar foto di belakang panggung bersama Chris Brown, baru-baru ini.
Organisasi tersebut juga mengumumkan akan meninjau dan merevisi artikel Hari Ayah tahun 2025, yang sebelumnya menampilkan Kim Nam-joon (RM) sebagai contoh panutan pria yang positif meskipun tidak sempurna.
Keputusan ini muncul setelah Kim Nam-joon (RM) dan Jung Ho-seok (J-Hope) menghadiri konser Chris Brown dan Usher di Toronto pada 12 Agustus silam.
jung Ho-seok (J-Hope) membagikan rekaman dari pertunjukan tersebut, sementara Chris Brown kemudian mengunggah foto di belakang panggung bersama kedua anggota BTS itu.
Kehadiran mereka memicu reaksi beragam di kalangan penggemar; pihak yang mengkritik menyoroti rekam jejak hukum Chris Brown yang terdokumentasi, termasuk vonis bersalah atas tindak pidana kekerasan (penganiayaan berat) terhadap Rihanna pada 2009, saat masih berstatus pasangan.

Pada Juli 2026, Chris Brown juga mengaku bersalah atas tuduhan perkelahian di tempat umum terkait insiden penyerangan di sebuah kelab malam di London pada tahun 2023, dan dijadwalkan akan menerima vonis hukuman pada Oktober mendatang.
The Pixel Project menyatakan bahwa mereka telah menunggu selama satu minggu agar Kim Nam-joon (RM) memberikan tanggapan publik terkait kontroversi tersebut sebelum mengeluarkan pernyataan resmi, seraya menggambarkan sikap diam yang berkepanjangan itu sebagai sesuatu yang ‘memekakkan telinga.’
Organisasi tersebut menegaskan bahwa mereka tidak menuntut kesempurnaan dari sosok panutan, namun berpendapat bahwa akuntabilitas sangatlah penting ketika pilihan tindakan di ruang publik menimbulkan dampak yang merugikan.
Pada akhirnya, kelompok tersebut mendesak Kim Nam-joon (RM) dan Jung Ho-seok (J-Hope) untuk memberikan dukungan kepada tempat penampungan serta layanan hotline bagi korban kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual, baik di Korea Selatan maupun di setiap kota dan negara yang dikunjungi selama tur ARIRANG BTS. (HG)