Hidupgaya.co – Aktris Korea Ha Young yang tengah menjadi buah bibir berkat permainan apiknya di drama “Our Sticky Love” menyampaikan permintaan maaf secara terbuka menyusul kontroversi yang kian membesar terkait aktivitas pro-Jepang yang dilakukan oleh kakek buyutnya pada masa penjajahan Jepang (1910–1945).
Selasa lalu, agensinya, Bistus Entertainment, merilis pernyataan atas nama sang aktris—yang bernama asli Ahn Ha-young—yang mengungkapkan penyesalan mendalam atas penyangkalan awal dan pernyataannya di siaran televisi mengenai keluarganya.
“Terkait pernyataan kami sebelumnya yang menyebut tuduhan tersebut ‘tidak berdasar’, verifikasi lanjutan mengonfirmasi bahwa nama kakek buyutnya, Ahn Sang-ho, memang tercantum dalam daftar penasihat Asosiasi Persahabatan Daejeong tahun 1916,” ungkap pihak agensi dikutip media Korea.
“Ha Young merasa sangat berat hati karena secara tidak sengaja memicu kontroversi ini, dan kami memohon maaf yang sebesar-besarnya karena telah menimbulkan kebingungan akibat menepis klaim tersebut tanpa melakukan penyelidikan menyeluruh.”
Kontroversi ini bermula setelah Ha tampil dalam sebuah acara bincang-bincang KBS pada 7 Agustus, di mana ia berbicara dengan bangga mengenai latar belakang keluarganya di bidang medis.
Dalam acara tersebut, ia menyebutkan bahwa kakek buyutnya menempuh pendidikan kedokteran Barat di Jepang, mendirikan klinik medis Barat swasta pertama di Seoul, serta pernah mengobati Kaisar Gojong (1852–1919).

Warganet dengan cepat mengidentifikasi sosok kakek buyutnya sebagai Ahn Sang-ho—orang Korea pertama yang memperoleh lisensi medis Jepang pada tahun 1902—dan menyoroti aktivitas pro-Jepang yang pernah dilakukannya.
Menurut sebuah artikel bulan Desember 1918 di Maeil Sinbo—surat kabar resmi pemerintah kolonial Jepang di Korea—Ahn dikutip mengatakan bahwa keluarganya telah “berasimilasi sepenuhnya”; mereka mengenakan pakaian Jepang, ia menikahi wanita Jepang, dan melarang penggunaan bahasa Korea di rumah.
Pemerintah Jepang secara aktif menjadikannya contoh keberhasilan kebijakan kolonial mereka.
Catatan sejarah juga menunjukkan keterlibatan Ahn dalam Asosiasi Persahabatan Daejeong, sebuah organisasi bisnis yang didirikan pada tahun 1916 oleh tokoh-tokoh kolaborator Jepang seperti Lee Wan-yong dan Song Byeong-jun.
Kritik juga merembet ke mendiang kakeknya, Ahn Boo-ho, seorang mantan profesor kedokteran yang pernah bekerja di Rumah Sakit Nasional Sorokdo pada akhir tahun 1940-an hingga awal 1950-an. Pada masa itu, terjadi pelanggaran hak asasi manusia yang serius terhadap para pasien penyakit Hansen (kusta), meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan langsung dirinya dalam tindakan tersebut.
“Baik pihak agensi maupun Ha Young sangat menyadari betapa pentingnya proses verifikasi saat menyampaikan fakta sejarah kepada publik,” tambah Bistus Entertainment. “Mulai sekarang, ia akan menjalani kariernya dengan sikap yang lebih rendah hati dan lebih berhati-hati.”
Ha memulai debutnya lewat drama tahun 2019 berjudul “Dr. Prisoner” dan mulai dikenal luas berkat perannya dalam “Extraordinary Attorney Woo.”
Ia baru-baru ini membintangi serial Netflix tahun 2025, “The Trauma Code: Heroes on Call,” dan saat ini tampil dalam serial Netflix “Our Sticky Love” bersama aktor Jung Hae-in. (HG)