Hidupgaya.co – Musisi grup pop Sheila on 7, Eross Candra, menata dan menggubah komposisi lagu Cahaya Hati, yang akan ditampilkan di pentas akbar Pagelaran Sabang Merauke pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Jakarta.

Lagu yang dibawakan Raisa Andriana itu memuat pesan tentang ketangguhan, keberanian, harapan, dan persatuan.

Bagi Silvi Liswanda, Vice President Director & Deputy CEO iForte sekaligus penulis lirik Cahaya Hati, proses kreatif lagu ini dimulai dari upaya menerjemahkan nilai-nilai yang diangkat dalam Hikayat Srikandi Nusantara ke dalam karya yang dapat dinikmati masyarakat luas, tanpa kehilangan makna yang ingin disampaikan melalui pertunjukan.

“Lagu ini lahir dari semangat keberanian, keteguhan hati, cinta dan pengorbanan, harapan, serta sinergi yang mana pada Pagelaran ini ada di sosok Srikandi-Srikandi Nusantara, di mana nilai-nilai tersebut masih relevan di kehidupan sekarang,” terangnya dalam temu media di sela rehearsal Pagelaran Sabang Merauke di Jakarta, Selasa (4/8).

Harapannya, siapa pun dapat menikmati lagu ini sebagai sebuah karya yang menyemangati dan menginspirasi, dan ketika menyaksikan pertunjukannya nanti, penonton dapat merasakan makna yang lebih utuh.

Eross Candra di di sela rehearsal Pagelaran Sabang Merauke di Jakarta (dok. Ist)

Dalam menggubah lagu itu, Eross Candra melakukan pendekatan yang memadukan karakter musik populer dan nuansa musikal Nusantara.

Proses itu dilakukan secara kolaboratif bersama tim kreatif sejak tahap awal sehingga perkembangan musik berjalan seiring dengan perkembangan cerita.

Dia mengakui tantangan terbesar dalam proses penciptaan lagu ini adalah menghadirkan karya yang mampu berdiri sebagai lagu, namun tetap memiliki ruang untuk berkembang mengikuti dinamika pertunjukan. “Cahaya Hati dibuat di tengah proses pengembangan cerita Hikayat Srikandi Nusantara. Sejak awal kami berdiskusi bersama tim kreatif mengenai karakter, emosi, dan perjalanan yang ingin dibangun di atas panggung,” ujarnya.

Karena itu, musiknya ikut bertumbuh bersama cerita. “Tantangan itulah yang membuat proses kreatif lagu ini berbeda dibandingkan ketika menciptakan sebuah singel,” imbuhnya.

Pendekatan tersebut kemudian diterjemahkan lebih lanjut oleh Elwin Hendrijanto sebagai komposer dan penata musik, yang mengembangkan keseluruhan lanskap musikal pertunjukan melalui perpaduan orkestra, paduan suara, musik pop, serta instrumen tradisional Indonesia.

Tidak hanya mengiringi adegan, musik juga dirancang menjadi penghubung emosi yang menyatukan setiap babak dalam Hikayat Srikandi Nusantara.

Selain Cahaya Hati, penonton juga akan mendengarkan sejumlah karya musik lain yang menjadi bagian dari perjalanan cerita, termasuk lagu Inspirasi Diri dan Lantunan Satu Bangsa, Maha Dewi, lagu pop bernuansa Nusantara yang sudah diaransemen ulang sesuai dengan konsep musikal Pagelaran Sabang Merauke tahun ini. (HG)