Hidupgaya.co – Muhammad Yanuar Rizky (Yanu) terpilih sebagai First Male Face Icon untuk JF3 Fashion Festival 2026. Bagi seorang model pria, menjadi wajah utama dari ekosistem fesyen terkemuka di Tanah Air merupakan pencapaian membanggakan.
“Senang banget, excited, agak lumayan surprising juga terpilih sebagai First Male Icon. Bersyukur banget tim JF3 memilih saya sebagai Face Icon,” ungkap Yanuar di sela media media preview JF3 Fashion Festival 2026 di Gafoy Summarecon Mall Kelapa Gading Jakarta, baru-baru ini.
Acara fesyen tahunan yang paling banyak dinanti fashion enthusiast, JF3 Fashion Festival 2026, bakal digelar 23–29 Juli 2026 di Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Mengusung tema ‘Recrafted: Shaping the Future’ ajang ini menjadi kelanjutan dari komitmen JF3 untuk melihat fesyen bukan hanya sebagai ekspresi kreatif, tetapi sebagai ekosistem yang perlu terus dibentuk, diperkuat, dan diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan masa depan
Ajang JF3 bukan hal baru bagi Yanuar. Pria asal Jember, Jawa Timur, dengan postur 189 cm pernah berjalan di panggung catwalk JF3 pada 2024. Kemudian ia memutuskan mengikuti kompetisi JF3 Model Search, dan terpilih sebagai Face Icon.
Pria 27 tahun ini mengadu nasib ke Jakarta dari kota kelahirannya pada 2023. Cita-cita awalnya memang ingin menjadi model. “Cita-cita dari kecil memang jadi model, karena modal tinggi badan juga,” cetusnya.
Dengan postur menjulang, ternyata tak mudah untuk mengukuhkan diri di dunia model yang terkenal ketat. Saat awal merintis profesi model, Yanu harus berpindah dari satu tempat casting ke tempat casting lainnya tanpa kepastian.

Tak dimungkiri, Yanumemiliki daya pikat visual yang sangat kuat. Struktur wajahnya unik, dengan garis rahang tegas dan berkarakter kuat. Karakter wajah seperti itu dianggap laku keras untuk menembus pasar mode internasional, khususnya Eropa.
Bukan hanya berkiprah di dalam negeri, ia berharap bisa menembus dunia modeling mancanegara, khususnya Eropa. “Harapan aku ke depannya, semoga bisa terus berpartisipasi di ajang besar, bisa sampai ke pasar global di Eropa, dan mencapai level tertinggi dalam dunia modeling,” harapnya.
Terkait JF3 Model Search, Thresia Mareta, penasihat Jf3, model memiliki peran penting dalam membawakan koleksi busana desainer. “Model harus bisa merepresentasikan busana yang dipakainya saat berjalan di atas panggung. Makanya ada baju yang hanya cocok dikenakan model tertentu. Tak semua baju cocok dikenakan semua model,” ujarnya.
Model bukan semata profesional yang memamerkan pakaian dan aksesori dengan cara berjalan di atas panggung runway. Tujuan utama mereka adalah mewujudkan visi artistik perancang busana di hadapan para pembeli, media, dan penonton yang hadir di pergelaran busana.
Dengan kata lain, model runway tidak sekadar mengenakan pakaian; mereka adalah penampil yang harus mampu merepresentasikan suasana serta siluet yang diinginkan oleh sang perancang.
Model profesional dituntut untuk tetap tenang dan mampu menyesuaikan diri seperti bunglon agar tidak mengalihkan perhatian dari pakaian yang dikenakan, namun di saat yang sama harus memancarkan karisma dan sikap anggun di tengah lingkungan kerja yang penuh tekanan dan serba cepat.
Meskipun industri ini perlahan mulai merangkul keberagaman dan semangat body positivity, dunia model runway (khususnya segmen high fashion) masih menerapkan standar fisik yang ketat, untuk pria misalnya minimal memiliki tinggi 6 kaki 3 inci, setara 1,8 – 1,9 cm. (HG)