Hidupgaya.co – Batik Keris menghadirkan perayaan batik yang memadukan mode, warisan budaya, dan aksi sosial menandai Hari Batik yang diperingati setiap 2 Oktober, dalam satu panggung pergelaran busana berikut pameran dan lelang amal.
Mengusung semangat menjadikan batik sebagai bagian dari kehidupan yang terus berkembang, perayaan ini menghadirkan batik tidak hanya sebagai warisan budaya Indonesia, tetapi juga sebagai medium kreativitas dan ekspresi mode, sekaligus ruang untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Batik merupakan bagian penting dari identitas dan perjalanan budaya Indonesia. Melalui perayaan Hari Batik Nasional, kami ingin menghadirkan batik dalam ruang yang lebih luas, tidak hanya sebagai warisan yang wajib dijaga, tetapi juga sebagai karya yang terus berkembang dan relevan dengan kehidupan masa kini,” uja papar Lina Kusyanto Handianto, CEO Batik Keris.
Sebagai generasi keenam penerus bisnis keluarga yang telah berjalan selama 80 tahun, memiliki lebih dari 125 gerai di Indonesia maupun mancanegara, Batik Keris terus bertumbuh.

Di panggung runway yang dihelat di Fairmont Jakarta beberapa waktu lalu, koleksi Batik Keris tersaji dengan interpretasi kontemporer terhadap batik dalam tema besar Rona Rempah. Koleksi ini terinspirasi dari kekayaan rempah Nusantara yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan alam, budaya, dan sejarah Indonesia.
Indonesia telah dikenal sebagai salah satu negeri penghasil rempah. Berbagai unsur seperti cengkeh, kecombrang, kemukus, dan kunyit merepresentasikan kekayaan alam yang lekat dengan kehidupan dan kebudayaan Nusantara.
Melalui Rona Rempah, kekayaan tersebut diterjemahkan ke dalam motif batik yang menghadirkan elemen rempah Nusantara dalam nuansa warna bumi. Setiap elemen dirangkai menjadi sebuah komposisi yang mempertemukan kekayaan alam dan tradisi dalam bentuk yang lebih kontemporer.
Koleksi ini menjadi refleksi atas hubungan antara alam, budaya, dan identitas. Sebagaimana rempah telah menjadi bagian dari sejarah panjang Nusantara, batik pun terus hidup dan berkembang sebagai warisan yang diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Selain pergelaran busana juga digelar Exhibition, hadirkan batik dalam perspektif yang lebih dekat dengan kekayaan budaya Indonesia. Pengunjung dapat menyaksikan bagaimana batik terus berkembang melalui eksplorasi motif, warna, craftsmanship, serta gagasan kreatif yang berangkat dari warisan Nusantara.

Acara yang terselenggara berkolaborasi dengan Perkumpulan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) juga melibatkan program Charity, hasil kegiatan akan didedikasikan untuk mendukung UMKM binaan PPLIPI sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat keberlanjutan usaha sekaligus membuka ruang bagi para pelaku UMKM untuk terus berkembang.
“Kami percaya bahwa kepedulian akan menjadi lebih berarti dan efektif ketika dilakukan bersama-sama. Melalui kolaborasi ini, sebagai organisasi sosial dengan visi dan misi pemberdayaan perempuan, kami berharap dapat memberikan manfaat yang nyata sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk ikut berbagi dan menciptakan perubahan positif melalui pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi,” ujar Indah Suryadharma Ali, Ketua Umum PPLIPI.
Aksi sosial yang dihelat dalam acara ‘Auction for Charity’ melibatkan karya enam desainer Indonesia, yaitu Denny Wirawan, Ivan Gunawan, Priyo Oktaviano, Danny Satriadi, Ayu Dyah Andari, dan Marini Zumarnis, melelang salah satu koleksinya. Hasil lelang akan didonasikan untuk program PPLIPI Peduli UMKM (Pemberian Bantuan Permodalan pada UMKM) yang akan dilaksanakan pada November 2026.
Acara dimeriahkan penampilan penyanyi Vina Panduwinata, Cakra Khan, dan Sania. (HG)