Hidupgaya.co – Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat, jamu kembali mendapat perhatian. Jamu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia selama ratusan tahun.

Dari generasi ke generasi, jamu diwariskan bukan hanya sebagai ramuan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari budaya, pengetahuan, dan kearifan lokal bangsa.

Bukan sekadar menjaga kesehatan, jamu memiliki potensi yang jauh lebih besar sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus identitas budaya Indonesia yang relevan hingga saat ini.

Tak kalah penting, sosok jamu gendong yang tetap menjaga tradisi dan identitas budaya di tengah perubahan zaman menjadi inspirasi bahwa warisan leluhur dapat terus hidup sekaligus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat modern.

Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar menyerukan pelestarian jamu perlu dilakukan melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman agar semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Selain itu, dibutuhkan transformasi besar jamu Indonesia dari warisan budaya menjadi produk kesehatan berbasis sains yang mampu bersaing di pasar global.

“Jamu adalah warisan budaya yang telah teruji oleh waktu. Tugas kita hari ini adalah memastikan warisan tersebut naik kelas menjadi produk kesehatan berbasis sains yang mendunia, tanpa kehilangan akar tradisi dan jati dirinya sebagai kebanggaan bangsa Indonesia,” ujar Taruna di acara Jamu Festival 2026 di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (7/6).

Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar didampingi Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu), Jony Yuwono hadir di acara Festival Jamu 2026 di Hutan Kota GBK Jakarta, Minggu (7/6)

Berangkat dari semangat tersebut, Acaraki Jamu Festival 2026 hadir mengusung tema The Rise of Jamu Culture, sebuah gerakan untuk mengajak masyarakat kembali mengenal, menikmati, dan membanggakan jamu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Taruna menyampaikan, Jamu Festival 2026 menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat kembali mengenal dan mencintai jamu sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diwariskan lintas generasi. “Festival ini juga menunjukkan bahwa jamu mampu beradaptasi dan terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman, sehingga tetap relevan bagi generasi muda saat ini,” ujarnya.

Kepala BPOM mengatakan, dengan kekayaan biodiversitas dan pengetahuan tradisional yang dimiliki Indonesia, jamu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus penggerak ekonomi nasional.

Dia berharap inisiatif seperti ini dapat mendorong jamu semakin diterima masyarakat luas, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga semakin dikenal dan dihargai di tingkat global.

Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan herbal dan jamu. Dari sekitar 40.000 spesies tanaman yang ada di dunia, sekitar 30.000 spesies tumbuh di Indonesia.

Kekayaan alam tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia sekaligus sumber pengetahuan pengobatan tradisional yang telah diwariskan selama berabad-abad.

Ilustrasi jamu gendong

Indonesia tercatat memiliki lebih dari 31 ribu spesies tumbuhan, lebih dari 1.200 industri dan UMKM obat bahan alam, serta lebih dari 20 ribu produk obat bahan alam yang telah terdaftar di BPOM. Ikrar menekankan karena alasan inilah Indonesia memiliki sumber daya yang dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan berdaya saing global.

Taruna Ikrar menyebut, tantangan terbesar saat ini bukan lagi menjaga eksistensi jamu, melainkan memastikan warisan tersebut mampu berkembang melalui inovasi, penelitian, dan pendekatan ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Dia menekankan bahwa masa depan jamu tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam yang dimiliki Indonesia, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam mengubah kekayaan tersebut menjadi produk kesehatan yang modern, aman, bermutu, dan berdaya saing.

Taruna juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk jamu. Karena itu, setiap produk yang beredar harus memenuhi aspek keamanan, mutu, dan manfaat serta terbebas dari bahan kimia obat (BKO) yang dapat membahayakan kesehatan.

Di ajang Jamu Festival 2026, BPOM juga memperkenalkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi obat bahan alam nasional, antara lain pengembangan Buku Pusaka (Pustaka Bahan Aktif) dan fitur BRIDGE (Bersinergi dalam Riset Inovatif Berdaya Saing Global dan Ekspansi Pasar) yang dirancang untuk mempercepat riset, inovasi, dan perluasan pasar produk obat bahan alam Indonesia.

Konsep jamu pairing untuk tarik minat anak muda

Kesempatan sama, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu), Jony Yuwono, mengungkap perkembangan jamu saat ini juga menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu), Jony Yuwono berbagi wawasan menarik minat anak muda untuk menyukai jamu sebagai identitas budaya Indonesia (dok. Hidupgaya.co)

“Jika dahulu jamu identik dengan jamu gendong, kini jamu hadir dalam berbagai bentuk seperti minuman siap minum (RTD), botol, sachet, kapsul, kafé jamu, hingga produk perawatan tubuh berbasis herbal,” ujarnya.

Jony mengungkap, transformasi ini menunjukkan bahwa jamu terus berkembang tanpa kehilangan akar budaya dan manfaatnya.

Selain itu, untuk menarik minat anak muda agar mencintai jamu, pihaknya juga mengembangkan konsep baru, jamu pairing, menggabungkan menggabungkan jamu dengan berbagai makanan tradisional Indonesia. Ini mirip seperti konsep wine pairing atau coffee pairing yang telah populer.

“Kami sedang memikirkan jamu pairing dengan makanan tradisional supaya pengalaman menikmati jamu lebih lengkap. Konsep ini diharapkan menark minat anak muda agar menyukai jamu, juga sebagai cara melestarikan jamu,” terang Jony.

Jony menekankan bahwa pelestarian jamu tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat.

“Melalui Acaraki Jamu Festival, kami berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut melestarikan dan mengembangkan warisan budaya jamu Indonesia,” tandas Jony.

Last but not least, Jony berharap semangat yang ditunjukkan para pelaku jamu tradisional perlu menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus berinovasi, menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, serta memperkuat daya saing UMKM jamu agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Keseruan Jamu Festival 2026

Antusiasme publik di acara Jamu Festival 2026 fi Hutan Kota GBK Jakarta, Minggu (7/6)

Festival yang berlangsung pada 6–7 Juni 2026 di Hutan Kota GBK Jakarta itu hadirkan perpaduan antara kesehatan, budaya, olahraga, hiburan, kuliner, dan kreativitas dalam satu perayaan yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga.

Dirancang sebagai festival yang ramah keluarga, Acaraki Jamu Festival 2026 menghadirkan berbagai aktivitas yang dapat dinikmati oleh anak-anak, remaja, hingga orang tua. Melalui pengalaman yang menyenangkan, festival ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap jamu sekaligus mempererat hubungan antar generasi.

Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai program unggulan seperti Jamu Fit Fest yang menghadirkan 5K Fun Run, Fun Walk, Yoga, Poundfit, dan Zumba, serta Perjamuan Nusantara yang menampilkan beragam jamu, kuliner tradisional, produk UMKM, dan karya kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.

Festival ini juga menghadirkan berbagai aktivitas budaya dan hiburan seperti Estafet Permainan Nusantara, Karnaval Nusantara, Kompetisi Jamu Mixologist, Parade Jamu Gendong, Temu Lawak, dan konser musik ‘Sorak Serai’ yang mengajak masyarakat menikmati budaya Indonesia dalam suasana yang meriah dan interaktif.

Lebih dari sekadar festival, acaraki Jamu Festival 2026 merupakan bagian dari upaya membangun masa depan jamu Indonesia. Melalui semangat The Rise of Jamu Culture, festival ini mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga, mengembangkan, dan membanggakan budaya jamu Indonesia. (HG)