Hidupgaya.co – Mungkin banyak orang tua yang belum tahu bahwa posisi duduk anak saat makan memiliki peran penting dalam mendukung proses makan yang aman dan nyaman.
“Anak yang duduk tegak dengan tubuh stabil cenderung lebih mudah berkonsentrasi pada makanan di depannya,” ujar M Prianda Kurniawan, Senior Merchandising Manager Mothercare Indonesia di sela acara Yamatoya Sukusuku Pop-Up Experience di South Atrium Pondok Indah Mall 2, baru-baru ini.
Selain membantu meningkatkan fokus makan, sebut Prianda, posisi duduk yang tepat juga dapat membantu mengurangi risiko tersedak.
Selain itu, posisi duduk tegak dengan sudut 90 derajat, membuat saluran pernapasan dan pencernaan berada pada posisi yang lebih optimal saat anak mengunyah dan menelan makanan.
“High chair itu sebenarnya membantu menyesuaikan postur tubuh anak. Jadi posisinya bisa tetap tegak, anak tidak membungkuk saat makan. Semakin besar usia anak, kursinya juga bisa mengikuti tinggi dan ukuran tubuhnya,” terang Prianda.

Tak kalah penting, posisi duduk ergonomis juga mendukung pembentukan postur tubuh anak. Pasalnya, pijakan kaki yang sesuai membantu tubuh anak menjadi lebih stabil sehingga kemampuan motorik, termasuk menggenggam makanan, menggunakan alat makan, hingga mengontrol gerakan mengunyah dan menelan, dapat berkembang lebih baik.
“Kalau kaki anak punya pijakan yang pas, tubuhnya jadi lebih stabil. Anak juga bisa lebih nyaman dan fokus saat makan karena posisi duduknya benar,” Prianda menambahkan.
Posisi duduk saat makan juga berkaitan dengan kemampuan anak mengontrol makanan di dalam mulut. Ketika posisi tubuh kurang tepat, kemampuan lidah dalam mengarahkan makanan dapat terganggu sehingga memengaruhi proses makan makanan semi padat maupun padat.
Selain mendukung postur tubuh, penggunaan high chair juga membantu membangun rutinitas makan yang lebih teratur.
High chair asal Jepang, Yamatoya misalnya, didesain untuk mengikuti pertumbuhan dan perkembangan anak. “Kursi makan ini berbahan kayu dengan desain estetik, dapat disesuaikan mengikuti pertumbuhan anak, dilengkapi pengaturan dudukan dan pijakan kaki sehingga tetap dapat digunakan dalam jangka panjang,” ujar Prianda.
Konsep high chair itu mengusung jargon grow with your child, dapat digunakan mulai usia 6 bulan sampai dewasa dengan bobot hingga 80 kg, karena bisa dibongkar-pasang.
Faktor keamanan tetap menjadi perhatian utama dalam penggunaan high chair, antara lain sabuk pengaman, struktur kursi yang stabil, hingga pijakan kaki yang dapat disesuaikan.

Kesempatan sama, General Manager Marketing PT Multitrend Indo Tbk, Kartika Tirta Putri menyampaikan, terinspirasi dari filosofi pengasuhan dan craftsmanship khas Jepang, Mothercare kembali menghadirkan Yamatoya di Indonesia melalui pengalaman interaktif untuk keluarga modern.
“Melalui Yamatoya Sukusuku Pop-Up Experience, Mothercare ingin menghadirkan solusi sekaligus edukasi yang dapat membantu parents menjalani fase MPASI (makanan pendamping ASI) dengan lebih percaya diri,” ujarnya.
Berlangsung 25–31 Mei 2026 di South Atrium Pondok Indah Mall 2, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Mothercare dalam menghadirkan solusi parenting yang relevan, edukatif, dan tepercaya untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.
Melalui pop-up experience bertema ‘Omakase’ ini, Mothercare ingin menghadirkan nuansa gaya hidup keluarga Jepang sekaligus memperkenalkan lebih dekat rangkaian produk Yamatoya kepada keluarga Indonesia, termasuk lini Sukusuku High Chair, Affel Collection, hingga lini furnitur anak Buono. (HG)