Hidupgaya.co – Sosok Michelle Halim sebagai pemengaruh media sosial kerap disorot. Dengan pengikut 900 ribu lebih di Instagram dan 400 ribuan di TikTok perempuan 33 tahun dengan sosok langsing tinggi semampai ini memang mengundang perhatian.
Di balik sosoknya yang terlihat segar, ternyata Michelle sudah melakukan Pilates sejak usia 17 tahun karena ada masalah dengan tulang punggung, yakni skoliosis. Dia bahkan mengelola studio Pilates, mendorong perempuan melakukan latihan untuk pengencangan otot sejak dini.
Di sela jadwal padat, pemilik merek suplemen Lencir ini mengaku disiplin tidur untuk menjaga kesehatan. “Aku tidur di bawah jam 12 setiap malam. Minimal tidur 6 jam, maksimal 9 jam. Kebanyakan tidur juga nggak bagus kan,” ujarnya di sela temu media di Jakarta Barat, baru-baru ini.
Hal lain tak kalah penting adalah dia membiasakan minum air putih dan buang air besar di pagi hari. “Kotoran harus dibuang setiap hari, karena itu awal mula penyakit di badan kita,” cetusnya.
Selebgram ini juga membiasakan minum perasan lemon dan minyak zaitun demi alasan kebugaran dan penampilan kulit berkilau. “Lemon peras ditambah olive oil one shot, dan minum,” bebernya.

Michelle mengaku tak terbiasa sarapan, dan lebih suka ‘lompat’ ke makan siang. Urusan makan dia nggak pilih-pilih. “Kurang suka salad, lebih pilih chinese food,” ujarnya lugas.
Sebagai orang Indonesia, dia mengaku tak bisa berpisah dengan nasi dan bakmi. Namun dia disiplin dalam konsumsi protein lebih banyak. “Kalau makan nasi 100 gram, protein harus 200 gram. Sebisa mungkin masak sendiri. Kalau masak sayur harus langsung habis, nggak dipanasin lagi, karena bisa overcooked, nilai gizinya bisa habis,” ujarnya.
Lahir dan dibesarkan dalam keluarga Tionghoa, Michelle terbiasa makan menu yang dikukus atau direbus. “Nggak suka gorengan. Lebih pilih makanan berkuah dan dikukus. Pakai micin boleh, sedikit saja. Prinsipku makin hambar, makin bagus.”
Dengan tinggi 169 cm dan berat badan 46 kg, sosok Michelle terlihat ramping ideal. Sengaja memilih Pilates karena aktivitas ini aman untuk tulang punggungnya sekaligus lebih ‘aman’ bagi kulit ketimbang renang. “Kolam renang itu ada klorin, nggak bagus buat kulit,” dia menyampaikan alasannya.
Menjaga berat badan tetap langsing menjadi tujuan. Dia berupaya makan dengan sadar dan menghindari over eating. Urusan makan malam, sebisa mungkin tak melebihi jam 6 sore. “Menunya juga yang dikukus. Dan itu cukup mengenyangkan, aku nggak suka ngemil. Kalau pun ngemil hanya sesekali,” ujarnya.
Camilan andalannya juga terbilang sehat, kacang lurik atau ubi rebus. “Aku nggak begitu suka makanan manis,” imbuhnya.
Urusan merawat wajah, Michelle mengaku tidak anti botox. “Aku botox dari usia 22 tahun. Menurutku botox sedari awal itu bagus. Bayangin selembar kertas yang diremas, nggak akan kembali mulus seperti semula walaupun disetrika. Kulit juga seperti itu,” ujarnya seraya menyebut area mata dan dahinya yang mulus hasil botox.
Selain botox, dia rutin melakukan laser meso untuk mencegah jerawat sekaligus mencerahkan kulit wajah. “Aku juga teratur sotf peeling, itu wajib banget. Hasilnya wajah hampir nggak pernah breakout,” tandasnya. (HG)