Hidupgaya.co – Kasus hubungan asmara di bawah umur yang diduga melibatkan aktor papan atas Korea, Kim Soo-hyun, memasuki babak baru.

Dokumen polisi menyebut sebuah rekaman suara mendiang aktris Kim Sae-ron, di mana ia mengakui bahwa ia masih di bawah umur ketika memulai hubungan dengan Kim Soo-hyun, telah dimanipulasi oleh kecerdasan buatan (AI), demikian dilaporkan harian berbahasa Korea Chosun Ilbo.

Kim Sae-ron meninggal bunuh diri pada Februari 2025, menimbulkan tuduhan bahwa Kim Soo-hyun sebagian bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Aktor papan atas Korea itu menikmati popularitas dengan perannya dalam serial drama tahun 2024, Queen of Tears, yang menjadi hits dan ditonton lebih dari 1 miliar.

Setelah tuduhan yang semakin meluas terhadapnya, Kim mengadakan konferensi pers yang emosional, mengklaim bahwa ia tidak menjalin hubungan dengan mendiang pada saat bunuh diri dan bahwa ia tidak berkencan dengan Kim ketika ia masih di bawah umur.

Konferensi pers dan liputan media secara masif yang menyertainya menyebabkan kejatuhannya sebagai aktor papan atas Korea dengan bayaran mahal.

Kim Soo-hyun (dok. Instagram)

Polisi telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut sejak saat itu, dan pada Rabu (20/5) meminta surat perintah penangkapan untuk Kim Se-ui, kepala saluran YouTube kontroversial HoverLab (GaroSero Institute), atas tuduhan mencemarkan nama baik Kim Soo-hyun dengan menyebarkan klaim palsu tentang hubungan masa lalunya dengan mendiang Kim Sae-ron.

Kim Se-ui mengadakan konferensi pers pada 7 Mei tahun lalu dan memutar file audio suara almarhumah (belakangan diklaim palsu oleh kepolisian), dan dibuat oleh AI.

Selanjutnya Kim Se-ui salah mengklaim bahwa almarhumah telah berpacaran dengan terdakwa (Kim Soo-hyun) sejak ia masih SMP dan “mereka melakukan hubungan seksual pertama mereka selama tahun kedua SMP, selama liburan musim dingin,” demikian kutipan dari permintaan surat perintah penangkapan.

“Tersangka menyebarkan informasi palsu dengan maksud untuk mencemarkan nama baik korban, meskipun ia sangat menyadari bahwa aktor Kim tidak pernah berpacaran dengan almarhumah saat ia masih di bawah umur,” bunyi dokumen kepolisian.

Chosun Ilbo juga melaporkan bahwa tidak hanya file suara, tetapi juga pesan teks yang dipertukarkan antara kedua Kim, telah dimanipulasi.

Tahun lalu muncul kecurigaan bahwa file suara tersebut telah dimanipulasi. Pada bulan November, Badan Forensik Nasional menyimpulkan bahwa mereka tidak dapat menentukan apakah ada manipulasi AI.

Selain itu, polisi juga telah menetapkan perwakilan hukum keluarga almarhumah sebagai kaki tangan, karena mencurigai pengacara tersebut memberikan materi yang dimanipulasi kepada Kim Se-ui untuk membantu menyebarkan rumor palsu. (HG)